Penerbangan Internasional Bandara Husein Buka Oktober 2026, Farhan Incar Rute Bandung-Phuket
Ravianto August 13, 2026 12:11 AM

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Penerbangan internasional di Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, dipastikan akan kembali menggeliat.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, membeberkan bahwa jadwal rute penerbangan luar negeri dari bandara yang berada di pusat kota ini diperkirakan mulai beroperasi pada Oktober 2026.

Saat ini, proses pembukaan rute internasional tersebut masih terus dimatangkan dan sedang menempuh tahap perizinan resmi.

"Belum boleh (sekarang). Izinnya harus datang dari asosiasi internasional terkait. Sudah pasti Singapura dan Malaysia, tetapi saya ingin menambah rute ke Thailand, khususnya Phuket atau Thailand Selatan," ujar Farhan saat ditemui di Kota Bandung, Rabu (12/8/2026).

Rute Domestik Pesawat Jet Mulai 14 Agustus

Sambil menunggu izin penerbangan internasional rampung, aktivitas penerbangan di Bandara Husein Sastranegara terus menunjukkan tren positif.

Setelah sukses melayani rute perdana menuju Lampung dan Palembang menggunakan pesawat baling-baling ATR 72 dari Wings Air pada 6–7 Agustus lalu, kini armada pesawat jet bersiap menyulut konektivitas udara Kota Bandung.

Baca juga: Rute Baru Wings Air di Bandara Husein Bandung Catat Okupansi Perdana 41,67 Persen, Siap Tambah Rute

Farhan mengungkapkan, maskapai Garuda Indonesia dan Citilink dijadwalkan mulai mengoperasikan penerbangan pesawat jet dari Bandara Husein Sastranegara pada Jumat, 14 Agustus 2026.

"Pada 6 dan 7 Agustus sudah ada penerbangan perdana menuju Lampung dan Palembang. Artinya, penerbangan dari Bandung sudah bisa keluar pulau.

Berikutnya tanggal 14 Agustus akan ada penerbangan dari Garuda dan Citilink menggunakan pesawat jet," ungkapnya.

Poles Infrastruktur dan Akses Transportasi

Menyambut kebangkitan kembali Bandara Husein Sastranegara, Pemkot Bandung bersama instansi terkait terus memoles kesiapan fasilitas.

Fokus utama saat ini meliputi pembenahan branding, penataan ulang desain visual terminal, hingga penyediaan transportasi umum pendukung yang dikelola Primkop AU.

Terkait dengan aspirasi pengemudi transportasi online yang meminta area khusus untuk menunggu penumpang (nge-tem) di dalam kawasan bandara, Farhan menyebut hal tersebut masih dalam tahap pembahasan lokasi yang tepat.

"Infrastruktur sudah sangat baik, tinggal dipoles. Saat ini kami sedang berdiskusi secara intensif mengenai desain, termasuk ukuran huruf, branding, dan sebagainya. Kesiapan secara keseluruhan sudah sangat bagus," pungkas Farhan. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.