SURYA.CO.ID - Kabar membanggakan datang dari dunia seni dan budaya Kabupaten Trenggalek.
Gelaran Festival Jaranan Trenggalek Terbuka (FJTT) 2026 dipastikan akan menjadi edisi yang sangat istimewa.
Memasuki usia penyelenggaraan ke-30, festival bergengsi ini resmi masuk dalam program Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata.
Masuknya FJTT ke dalam kalender KEN menjadi pengakuan berskala nasional. Hal ini menempatkan Festival Jaranan Trenggalek sejajar dengan berbagai acara ikonik tanah air lainnya, seperti Festival Reog Ponorogo dan Jember Fashion Carnaval (JFC).
Koordinator Panitia FJTT, Reshajaya, menyampaikan bahwa pencapaian ini bukan sekadar prestasi, melainkan sebuah tanggung jawab besar bagi seluruh tim penyelenggara untuk meningkatkan kualitas acara.
"Jadi mungkin ini yang juga menjadi PR kami. Jadi PR kami dari teman-teman penyelenggara mungkin lebih serius lagi untuk menggarap event tersebut," ujar Reshajaya kepada TRIBUNMATARAMAN.COM, Rabu (12/8/2026).
Lebih lanjut, alumnus Universitas Negeri Surabaya ini menegaskan bahwa FJTT adalah aset berharga bagi seluruh masyarakat Trenggalek, bukan milik segelintir kelompok saja.
"Ini event Kabupaten Trenggalek. Ini bukan tentang milik siapa, tetapi ini milik kita bersama-sama. Jadi saya dan teman-teman panitia mungkin satu semangat, kita membawa nama Trenggalek ini," imbuhnya.
Pada gelaran tahun 2026, FJTT akan lebih menonjolkan jati diri asli daerah melalui kesenian Jaranan Turonggo Yakso.
Identitas ini akan dituangkan secara visual melalui materi promosi yang memadukan unsur kearifan lokal.
"Sejumlah visual menampilkan karakter Turonggo Yakso yang dipadukan dengan unsur bunga sulur dan bunga cengkih," papar Reshajaya.
Penggunaan elemen bunga cengkih tersebut bertujuan untuk mempertegas identitas Trenggalek sebagai daerah agraris yang kaya akan potensi alam.
"Kalau konsepnya di tahun ini kita lebih menekankan pada identitas di Kabupaten Trenggalek, khususnya Jaranan Turonggo Yakso ini," jelasnya.
Meski kental dengan nuansa lokal, FJTT 2026 membuka pintu lebar bagi peserta dari seluruh pelosok Indonesia. Ada empat kategori utama yang akan dilombakan:
Khusus untuk kategori SMA dan umum, panitia menegaskan bahwa kompetisi ini sudah berskala nasional.
"Untuk yang tingkat umum dan SMA kita membuka bebas dan tidak hanya di Jawa Timur, tetapi ini kelasnya kita sudah nasional. Jadi dari mana saja boleh bergabung dengan kami," ungkapnya.
Meskipun animo peserta cukup tinggi, bahkan hingga ke luar Pulau Jawa, panitia tetap memberlakukan pembatasan kuota demi menjaga kualitas penjurian.
Untuk kategori bocah dan remaja masing-masing disediakan 15 kuota, sedangkan kategori SMA dan umum tersedia 17 kuota per kategori.
Walaupun pendaftaran resmi belum dibuka, Reshajaya mengaku sudah banyak pihak yang mulai bertanya mengenai mekanisme pendaftaran.
"Kalau untuk pendaftaran kita belum buka, jadi belum ada. Tetapi kemarin yang sudah mau daftar dan sudah bertanya-tanya dengan kita ada juga yang dari luar pulau," katanya.
Menyongsong FJTT 2026 yang lebih profesional, panitia juga berkomitmen membenahi sisi logistik dan kenyamanan penonton berdasarkan evaluasi tahun-tahun sebelumnya.
Beberapa poin yang akan diperbaiki mencakup pengaturan parkir, area tempat duduk, sistem keamanan, hingga penyediaan pusat informasi.
"Lebih ditata lagi seperti bagaimana parkirnya, bagaimana tempat duduknya. Dan mungkin juga ada masukan di bagian keamanan. Kemarin kan kita juga belum ada tenda pusat informasi," pungkas Reshajaya. (Madchan Zajuli)