TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Dampak kekeringan karena kemarau di wilayah Kabupaten Bogor masih meluas hingga awal Agustus 2026 ini.
Tidak hanya pemukiman-pemukiman warga, sekolah juga yang terdampak.
Sehingga siswa dan guru juga sudah mulai merasakan dampak kekeringan di sekolah.
Seperti yang terjadi di SMP Negeri 2 Citeureup, Kampung Tajur, RT 04/01, Desa Tajur, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor.
BPBD Kabupaten Bogor mencatat, ada sekitar 1.200 jiwa yang terdampak di sekolah ini.
"Sumur sumber air milik SMPN 2 surut dikarenakan tidak adanya hujan beberapa minggu ini di wilayah tersebut," kata Kabid Ratik BPBD Kabupaten Bogor M Adam Hamdani dalam keterangannya, Rabu (12/8/2026).
Selain itu, kata dia, sumber air sumur warga sekitar sekolah juga mengalami hal serupa.
Sehingga siswa dan guru di sekolah ini sulit mendapat air untuk keperluan wudhu, ke toilet dan yang lainnya.
BPBD pun mengiriman bantuan air bersih menggunakan bersumber dari PDAM Tirta Kahuripan Cibinong.
"Untuk saat ini air bersih sudah didistribusikan ke SMPN 2 Citeureup," kata Adam
"Total volume pengiriman air beraih 4.000 Liter," imbuhnya.
Dilihat dari foto distribusi air BPBD, terlihat air didistribusikan oleh BPBD ke sekolah menggunakan truk tangki.
Air tersebut kemudian disalurkan ke penampungan air sekolah.
Diketahu, hingga Rabu (12/8/2026), BPBD Kabupaten Bogor masih disibukan oleh distribusi bantuan air bersih.
Sebab masih banyak laporan warga terdampak kekeringan di berbagai wilayah di Kabupaten Bogor.
Di hari yang sama, BPBD Kabupaten Bogor juga menyalurkan bantuan air bersih ke warga yang terdampak di wilayah Kecamatan Gunungputri, Babakanmadang, Rumpin, Jonggol hingga Parungpanjang.