Drag Race Maut di Kotamobagu, Warga Sebut Panitia Sudah Larang Nonton dari TKP
Rizali Posumah August 13, 2026 01:22 AM

 

TRIBUNMANADO.CO.ID, KOTAMOBAGU - Drag Race Maut di Kotamobagu saat ini terus diselidiki oleh Polres Kotamobagu.

Pasalnya, ajang balapan yang digelar di jalan A P Mokoginta ini menewaskan delapan orang korban.

Meskipun begitu, salah seorang warga bernama Irma Dondo mengatakan sebelum kejadian sudah ada larangan untuk menonton dari TKP.

Hal ini diungkapkan Irma saat ditemui Tribunmanado.co.id, Rabu 12 Agustus 2026 di kelurahan Upai.

"Tiap hari ada panitia yang melarang penonton dekat dengan jalan, tapi tetap saja ada yang mendekat," ujarnya.

Lansia yang kesehariannya berjualan didekat TKP itu bahkan mengaku banyak Brimob yang sering mengusir penonton dari tepian jalan.

"Sudah sering diusir, tapi mereka yang bandel. Tidak bisa ditegur," ungkapnya.

Usai kecelakaan terjadi, Irma mendengar banyak teriakan warga.

Saat itu, banyak mobil balap pick up yang bantu korban.

"Mereka sudah tidak ikut balapan. Langsung muat warga yang jadi korban," tuturnya.

Kronologi

Minggu sore, 10 Agustus 2026, jalanan A.P. Mokoginta yang melintasi Kelurahan Upai hingga Kelurahan Pontodon, Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara riuh dengan suara mobil yang melaju kencang. 

Turnamen Drag Race skala regional sedang digelar di sana. 

Kerumunan warga memadati bagian kiri jalan, terutama di ujung garis finis perlombaan.

Batas mereka dengan lintasan drag hanya dipagari rangkaian kayu yang mudah patah jika terkena hantaman keras. 

Perlombaan yang awalnya berlangsung seru tersebut berubah menjadi tragedi, manakala Honda Jazz yang dikendarai Tian Ngantung dari Tim Pangeran 05 McJoe tergelincir setelah berhasil melewati garis finis.

Mobil tersebut meluncur liar sejauh 30 meter dan menghantam belasan warga yang sedang menonton jalannya perlombaan.

Bahkan gerobak bakso yang ada di sana juga ikut tersambar hingga porakporanda. 

Delapan orang dilaporkan meninggal dunia, sementara yang lain mengalami luka serius.

Ada yang patah kaki, cedera rusuk hingga luka di kepala.

Pasca-insiden, pelaksanaan drag race di lokasi tersebut dihentikan. 

Para korban kemudian dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. 

Polisi juga sudah mengamankan mobil jenis Honda Jazz yang terlibat tragedi drag race. 

Mobil milik tim Pangeran 05 McJoe yang dikendarai Tian Ngantung itu kini berada di Mapolres Kota Kotamobagu.

Ketua panitia drag race Lucky Sugeha sempat terlihat mendatangi para korban di RS. 

Lucky Sugeha menegaskan siap bertanggungjawab atas musibah itu. 

Ia juga akan menanggung sepenuhnya biaya pengobatan para korban di rumah sakit.

Korban Meninggal Dunia

Berikut daftar korban meninggal dunia di dua rumah sakit Kota Kotamobagu:

1. Di RS. Monompia:

- Harianti mokoginta, bilalang 3 Utara (MD)

- ⁠Nilawati Mokodongan, Pontodon Induk (MD) .

- ⁠Ali Jojang, bilalang 4 (MD) .

2. Di Rs. Pobundayan:

- Lisma Mokoginta, Bilalang Utara (MD) .

- Ali Ponamon, Pontodon Induk (MD)

- Risna Longkun, Bilalang Baru (MD)

- Biyo Mokoagow, Bilalang 3 (MD)

- Rugaina Menangis, Bilalang IV (MD)

Korban Luka

Dirawat di RSU Monompia, Kabupaten Bolaang Mongondow:

  1. Murdani Pobela — Bilalang Baru, Kabupaten Bolaang Mongondow (luka berat).

  2. Muxin Dondo — Pontodon Timur, Kota Kotamobagu (luka berat).

  3. Arhan Mokoginta — Bilalang 3, Kabupaten Bolaang Mongondow (luka berat).

  4. Rapiska Mokodongan — Genggulang (luka berat).

  5. Enjelia Lito — Bilalang 3, Kabupaten Bolaang Mongondow (luka berat).

  6. Prasetio Mokodongan — Pontodon, Kota Kotamobagu (luka ringan).

Dirujuk ke RSUD Kandou Manado:

  1. Nur Almira Pobela — Perempuan, Bilalang Baru, Kabupaten Bolaang Mongondow (luka berat)

  2. Hadi Toisi — Pangian Tengah, Kabupaten Bolaang Mongondow (luka berat)

  3. Rina Longkun — Bilalang Baru, Kabupaten Bolaang Mongondow (luka berat). (Nie/Riz)

WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.