TRIBUNJAMBI.COM - Ajang pencarian bakat menyanyi The Icon Indonesia telah melahirkan dua talenta baru yang siap mewarnai industri musik Tanah Air.
Felicia berhasil meraih Juara 1, sementara Vedra menjadi Juara 2 dalam ajang tersebut.
Setelah meraih gelar juara, keduanya mendapatkan kontrak dengan label musik Trinity Optima Production, sekaligus lagu kemenangan yang menjadi langkah awal untuk mengembangkan karier mereka sebagai penyanyi.
Baca juga: Penjelasan Ending Our Sticky Love, Tae Ha Nikahi Eun Sae dan Mulai Hidup Baru
Felicia mendapatkan lagu kemenangan berjudul “Masalahnya” yang diciptakan oleh Iqbal Siregar, Dennis Ligia, dan Faishal M. Fasha.
Sementara itu, Vedra mendapatkan lagu kemenangan berjudul “Kronologi” yang diciptakan oleh Alam Urbach.
1. Vedra Langsung Jatuh Hati dengan Lagu “Kronologi”
Vedra mengaku langsung merasa lagu “Kronologi” sangat sesuai dengan karakter dirinya ketika pertama kali mendengarnya.
“Waktu pertama kali dengar lagu Kronologi, aku langsung kayak ini bakal cocok banget sama aku. Jadi aku langsung bikin nomor satu,” ujar Vedra, dalam wawancara virtual, Selasa, (12/8/2026).
Ia juga mengaku senang mendapatkan lagu kemenangan dengan genre yang berbeda, tetapi tetap mampu menunjukkan karakter masing-masing penyanyi.
“Aku senang banget ternyata dapat lagu ini. Single kemenangan yang genrenya berbeda-beda, tapi tetap bisa menunjukkan karakteristik kita masing-masing,” ungkapnya.
Menurut Vedra, lagu tersebut juga memiliki potensi untuk menjadi original soundtrack (OST) karena mampu memberikan ruang baginya untuk membangun emosi dalam lagu.
“Dari awal aku merasa lagu ini cocok untuk OST. Aku bisa membangun emosinya, terutama di bagian akhir lagu untuk menunjukkan penghayatan,” ujar Vedra.
Sebagai Juara 1 The Icon Indonesia, Felicia mendapatkan lagu kemenangan “Masalahnya”.
Ia mengaku sudah merasa lagu tersebut sangat cocok dengan dirinya sejak pertama kali mendengar demonya.
“Aku sudah sangat bersyukur waktu masuk pertama kali di The Icon ini dan tekadku udah jelas untuk bertahan di dunia ini, menciptakan karyaku sendiri, dan terus belajar mengasah kemampuan aku di bidang lain,” kata Felicia.
Felicia juga merasa dapat memberikan sentuhan khasnya dalam lagu tersebut, termasuk melalui improvisasi vokal.
“Dari pertama kali dengar demonya aku sudah tahu, ini lagunya aku banget. Dari chord progression-nya juga aku banget dan aku bisa menaruh improvisasi khas aku,” ungkap Felicia.
Cerita dalam lagu “Masalahnya” juga dirasa dekat dengan banyak orang di sekitarnya.
“Banyak teman aku yang relate sama lagu ini, jadi aku semakin menyerap cerita-cerita yang berhubungan dengan lagu ini,” ujar Felicia.
Kemenangan di The Icon Indonesia menjadi langkah awal bagi Felicia dan Vedra untuk mengembangkan karier di industri musik Tanah Air.
Felicia berharap bisa terus berkarya dan berkolaborasi dengan musisi yang ia kagumi.
Salah satunya adalah Afgan yang juga berada di bawah label yang sama.
“Aku suka dengan karakter vocal Kak Afgan, makanya seneng banget ketika tahu akhirnya satu label dengan beliau. Semoga ada kesempatan aku duet yah dengan kak Afgan,” harap Felicia.
Sementara itu, Vedra ingin karyanya dikenal lebih luas dan memiliki kesempatan mengeksplorasi berbagai jenis musik.
“Kalo untuk kedepannya, aku pengen laguku di kenal luas, lebih bisa mengeksplor semua jenis lagu. Aku juga ingin bisa berkolaborasi dengan kak Isyana Sarasvati yang kebetulan aku ngefans banget,” kata Vedra.