TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN- Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Sumut Sulaiman Harahap mengatakan, Pemerintah Provinsi Sumut mendukung dan mendorong penguatan kerja sama antar provinsi di Pulau Sumatera.
Menurut Sulaiman, penguatan kerja sama antar provinsi sebagai langkah strategis mempercepat pertumbuhan kawasan dan memperkuat daya saing regional.
Dikatakannya, kolaborasi lintas wilayah menjadi kunci dalam membangun ekosistem pembangunan yang saling terhubung.
"Kekuatan itu akan jauh lebih besar ketika kita mampu menghubungkannya. Sentra produksi, kawasan industri, sumber daya energi, pelabuhan, destinasi wisata, perdagangan dan pasar harus kita lihat sebagai bagian dari satu ekosistem pertumbuhan. Berbagai aktivitas tersebut tidak berjalan dalam batas administrasi provinsi,” jelas Sulaiman saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Kerja Sama Antar Daerah se-Sumatera di Medan, Rabu (12/8/2026).
Sulaiman menjelaskan, kawasan Sumatera bukan hanya memiliki potensi besar, tetapi telah menjadi salah satu mesin utama perekonomian nasional.
Dirincikannya, pada 2025, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sumatera mencapai Rp5.251 triliun atau 22,05 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia, dengan pertumbuhan ekonomi 4,81 % (year on year).
"Sementara pada Semester I 2026, ekonomi Sumatera tumbuh 5,10 % (c-to-c) dengan nilai PDRB sekitar Rp2.812,6 triliun atau setara 22,08?ri perekonomian nasional," ucapnya.
Menurutnya, rantai pasok tidak mengenal batas wilayah. Investasi membutuhkan konektivitas, industri memerlukan pasokan bahan baku, dan sektor pariwisata memerlukan jejaring destinasi.
“Hal ini sejalan dengan karakter isu pembangunan Sumatera yang lintas wilayah, mulai dari ekonomi, konektivitas, perdagangan, investasi, komoditas unggulan, digitalisasi, lingkungan, hingga sumber daya manusia,” katanya.
Sulaiman menjelaskan, pertemuan ini merupakan tindak lanjut Konsultasi Regional PDRB pada Oktober 2025 yang menghasilkan Mufakat Tanah Deli, sebuah komitmen untuk memperkuat kerja sama antarprovinsi berdasarkan potensi dan keunggulan masing-masing daerah.
Selain itu, Sumut juga ditunjuk sebagai koordinator daerah dalam kerangka kerja sama Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI
“Saya berharap pertemuan ini menghasilkan kesepakatan untuk membangun forum koordinasi antarpemerintah daerah se-Sumatera, kesepakatan sektor dan isu prioritas yang membutuhkan kolaborasi lintas provinsi. Serta tersusunnya proyek-proyek prioritas regional yang dapat kita kawal bersama,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Sumut Dikky Anugerah berharap seluruh potensi yang dimiliki masing-masing provinsi dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pembahasan rakor.
"Dengan demikian, kolaborasi tidak hanya menjadi semangat bersama, tetapi juga menjadi cara kerja untuk mewujudkan pertumbuhan kawasan yang berkelanjutan," jelasnya.
(Cr5/tribun-medan.com)