Burnout, 6 Tentara AS Dilaporkan Mencoba Lompat dari Kapal Induk Abraham Lincoln di Dekat Iran
Wahyu Gilang Putranto August 13, 2026 04:33 AM

TRIBUNNEWS.COM - Perang AS-Iran masih terus berlanjut. Kelelahan mental pun kini mulai melanda pasukan AS.

Rumor beredar bahwa enam pelaut Angkatan Laut AS mencoba melompat dari kapal induk USS Abraham Lincoln akibat burnout.

Kapal induk tersebut saat ini ditempatkan di Laut Arab untuk mendukung operasi melawan Iran.

Meskipun Angkatan Laut AS tetap bungkam mengenai masalah ini, beberapa laporan telah muncul tentang meningkatnya rasa tidak puas di antara keluarga tentara maupun kru kapal.

Bahkan, keluarga dari prajurit yang ditempatkan di kapal tersebut berselisih dengan Pelaksana Tugas Sekretaris Angkatan Laut AS, Hung Cao, pekan lalu mengenai kondisi sulit di atas USS Lincoln karena misi tempurnya melawan Iran terus berlanjut tanpa tanggal pasti untuk kembali ke rumah.

Menurut produser Andrew Brown, hal tersebut disebabkan oleh kondisi ekstrem yang dihadapi para kru.

“Mereka telah bertugas selama total 271 hari, 250 hari tanpa singgah di pelabuhan. Itu belum pernah terjadi sebelumnya. Mereka belum singgah di pelabuhan selama 38 minggu," ujar Brown dalam sebuah video yang diunggah di media sosial.

Menurut Brown, para awak kapal mengalami kekurangan pasokan yang parah, kamar mandi yang berjamur, serta kekurangan produk kebersihan dasar seperti deodoran dan pasta gigi.

Sementara itu, mereka hanya mengonsumsi ransum berkualitas rendah.

Ia juga menekankan dampak psikologis yang berat dari penugasan tersebut.

Kapal induk Angkatan Laut AS USS Abraham Lincoln (CVN-72) sedang berjalan di Samudra Atlantik selama latihan transit selat pada 30 Januari 2019.
Kapal induk Angkatan Laut AS USS Abraham Lincoln (CVN-72) sedang berjalan di Samudra Atlantik selama latihan transit selat pada 30 Januari 2019. (US Navy)

Baca juga: Misi Tak Kunjung Usai, Perang Iran Seret USS Abraham Lincoln, Ribuan Tentara Kelelahan di Laut

“Enam orang telah mencoba melompat dari kapal itu. Yang terakhir adalah Senin lalu. Ketika Anda belum menginjakkan kaki di daratan selama 38 minggu, lebih dari 200 hari, hal-hal mulai terjadi pada Anda secara mental," ujarnya.

Klaim yang dibuat The Cradle didukung oleh laporan lain yang diterbitkan Military Times.

Dalam laporan tersebut, mereka mengutip pernyataan istri seorang pelaut yang mengatakan bahwa suaminya mencoba melompat ke laut.

Seorang warga San Diego mengklaim bahwa ia menerima telepon dari ombudsman Angkatan Laut AS setelah kejadian tersebut, tetapi tidak mengetahui informasi lebih lanjut.

“Dia takut,” kata sang istri.

"Dia pikir dia akan diberhentikan secara tidak hormat, dan hanya karena dia kelelahan, kariernya selama 13 tahun hancur begitu saja. Itu tidak adil, itu tidak benar. Bukan itu yang seharusnya dia khawatirkan saat ini.”

Istri pelaut lainnya juga mengatakan bahwa suaminya telah membantu menarik kembali anggota kapal lainnya.

Apa yang Terjadi di Atas USS Abraham Lincoln?

Pada Kamis (7/8/2026), keluarga militer yang marah menantang Pelaksana Tugas Sekretaris Angkatan Laut AS, Hung Cao, terkait kondisi sulit di atas USS Lincoln.

Menurut laporan MS NOW, ketegangan kembali memuncak dalam pertemuan virtual antara pimpinan Angkatan Laut AS dan anggota keluarga dari 5.000 pelaut dan Marinir yang berada di atas Lincoln.

Dalam kedua pertemuan tersebut, anggota keluarga mengungkapkan kekhawatiran mengenai kesejahteraan dan keselamatan orang-orang terkasih mereka setelah kapal induk tersebut berada di laut selama 208 hari tanpa henti.

Anggota keluarga mengeluhkan moral para pelaut yang menurun karena persediaan di kapal semakin menipis.

Banyak dari mereka yang berada di USS Abraham Lincoln mengatakan kepada keluarga mereka bahwa mereka hanya diberi setengah cangkir nasi dan dua tortilla untuk sekali makan. 

Toko kapal juga sering kehabisan sabun, deodoran, dan pasta gigi.

Para awak kapal juga kelelahan karena bekerja dalam shift panjang dan melelahkan. Beberapa di antaranya jarang mendapatkan hari libur.

Mereka juga menggambarkan kondisi toilet yang rusak, kamar mandi berjamur tanpa air panas, serta tidak adanya layanan laundry selama berminggu-minggu.

Bonnie York, yang anak tirinya berada di kapal Lincoln, mengatakan kepada MS NOW, “Semangat kerja tidak baik. Rupanya, dokter atau terapis kapal mengatakan mereka perlu segera berlabuh, atau orang-orang akan mulai, Anda tahu, kehilangan akal sehat.”

Orang tua lainnya dilaporkan mengatakan bahwa putranya melihat lubang-lubang yang telah menembus dek kapal.

Brett Snow, seorang veteran Angkatan Laut AS yang putranya bertugas di kapal Lincoln, juga mencatat bahwa kondisi di kapal tersebut sulit.

“Ini sudah menjadi tempat paling berbahaya di dunia, dan sekarang Anda harus bekerja keras, hari demi hari, tanpa istirahat,” katanya.

“Ini adalah lingkungan yang rawan kecelakaan.”

Ini bukan pertama kalinya keluhan seperti itu muncul dari USS Abraham Lincoln.

Nicole Conrad, yang putranya bertugas di kapal Lincoln, mengatakan kepada MS NOW bahwa dia ingin Hegseth secara pribadi memeriksa kondisi di sana.

“Pergilah berkunjung. Jika Anda ingin duduk di sini dan Anda ingin mengatakan bahwa Trump mengurus para tentara, pergilah sendiri,” katanya.

Bagaimana Tanggapan Angkatan Laut AS?

Mengenai kondisi sulit yang harus dialami para pelaut di USS Abraham Lincoln, Pelaksana Tugas Sekretaris Angkatan Laut AS Hung Cao mengatakan bahwa kelompok tempur kapal induk USS Theodore Roosevelt akan segera dikirim ke Asia Barat untuk menggantikan Lincoln.

Namun, belum ada tanggal pasti mengenai pergantian tersebut dengan alasan keamanan operasional.

Selain itu, Wakil Laksamana Joseph Cahill dan Wakil Laksamana Douglas Verissimo mencoba menenangkan anggota keluarga yang marah dalam pertemuan pekan lalu.

Kedua pejabat senior tersebut mengakui adanya kendala dalam pasokan, tetapi menambahkan bahwa situasinya mulai membaik.

“Kami melakukan pekerjaan yang lebih baik dengan pasokan dan pengiriman surat. Keadaannya semakin membaik; meskipun masih belum baik, dan sempat sangat buruk untuk sementara waktu,” kata Verissimo.

“Tetapi kami, sebagai sebuah bangsa, melakukan yang terbaik yang kami bisa.”

9 Bulan di Atas Kapal

Mengutip Task & Purpose, USS Abraham Lincoln memulai penugasannya pada akhir November 2025 dengan meninggalkan San Diego dan berlayar melintasi Samudra Pasifik.

Pada Januari 2026, kapal induk dan kelompok tempur pendukungnya tiba di Timur Tengah sebagai bagian dari “armada” yang dikirim ke wilayah tersebut ketika pemerintahan Trump mengancam Iran terkait kekerasan terhadap para pengunjuk rasa.

Ketika perang dengan Iran dimulai pada 28 Februari, kapal dan sayap udara kapal induk tersebut menjadi bagian dari operasi, dengan jet tempur menyerang berbagai target di sekitar Iran.

Lincoln telah menjadi salah satu bagian utama dalam perang tersebut, dengan mengambil bagian dalam Operasi Epic Fury, blokade Selat Hormuz, serta pertempuran yang kembali terjadi dalam sebulan terakhir dan oleh Pentagon disebut sebagai “operasi luar negeri”.

Dua kapal induk lainnya juga telah berpartisipasi dalam operasi tempur di wilayah tersebut sebagai bagian dari perang. Namun, salah satunya telah meninggalkan kawasan, sementara kapal lainnya tiba beberapa minggu setelah dua kapal tersebut.

USS Abraham Lincoln telah menghabiskan sebagian besar dari sembilan bulan terakhir di laut.

Antara singgah di Guam pada bulan Desember dan kunjungan singkat di Oman pada bulan Juni, kapal tersebut menghabiskan 208 hari berturut-turut di laut.

Berapa Lama Biasanya Penugasan Kapal Induk?

Mengutip Newsweek, sebagian besar penugasan kapal induk berlangsung selama enam hingga tujuh bulan, meskipun dapat diperpanjang dalam keadaan tertentu.

Biasanya, kapal akan melakukan kunjungan ke sejumlah pelabuhan selama periode tersebut untuk mengisi bahan bakar sekaligus memberikan kesempatan kepada awak kapal untuk beristirahat.

Penugasan USS Abraham Lincoln dijadwalkan berakhir pada Mei lalu.

Namun, hingga kini masih belum jelas kapan gugus tempur kapal induk tersebut akan kembali ke AS.

(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.