JUARA.NET - Pembalap motor, Cal Cruthclow mengaku pernah ditawari untuk membeli sebuah klub sepak bola Inggris.
Sebelum kini lebih dikenal sebagai pembalap motor, Cal Cruthclow rupanya pernah aktif bermain sepak bola dan mengikuti seleksi di klub Inggris, Coventry City dan Aston Villa.
Namun, ia lantas memilih fokus ke dunia balap motor akibat cedera lutut yang dideritanya.
Saat Cructhclow fokus meraih prestasi di kompetisi MotoGP, salah satu klub Inggris yang pernah ada di perjalanan hidupnya, Coventry justru terpuruk hingga ke divisi keempat sepak bola Inggris.
Ia pun mengaku sempat ditawari untuk membeli klub tersebut, tapi Cructhclow kala itu tak tertarik.
Tapi siapa sangka, klub yang pernah ditawarkan padanya itu kini berhasil menembus kasta utama Liga Inggris, Premier League.
Keberhasilan Coventry City menembus Premier League itu pun membuat Cruthclow terkesima.
"Saya pernah bermain di Coventry selama beberapa tahun, lalu saya mengalami cedera lutut, dan saat itu saya memutuskan untuk balapan motor," kata Cal Crutchlow kepada SunSport.
"Jadi, apakah saya bisa saja tetap bermain sepak bola, saya tidak tahu. Tapi saya pernah menjalani beberapa tahun yang bagus saat bermain. Saya sangat menyukai Coventry City sebagai klub."
"Bertahun-tahun yang lalu, ketika saya mulai menorehkan prestasi di MotoGP, saya sebenarnya ditawari untuk membeli klub tersebut. Namun, saat itu saya tidak melakukannya karena saya sedang fokus balapan di MotoGP."
"Dan kini mereka berada di Liga Premier sebuah perubahan nasib yang luar biasa," lanjutnya.
Terlepas dari cerita tersebut, kecintaan Crutchlow pada sepak bola kini menurun pada putrinya.
Pembalap itu menuturkan bahwa putrinya sangat suka bermain sepak bola dan ia senang karena anaknya tidak terlalu tertarik dengan balap motor.
"Dia bermain sepak bola, dan dia sangat menyukai sepak bola. Dia sangat hebat dalam hal itu, dia super cepat. Kalau bisa, dia pasti akan bermain sepak bola tujuh hari seminggu."
"Jadi, kami harus mencoba menahannya sedikit, dan saya bersyukur itu bukan balap motor," ungkapnya.
Tapi bukan berarati Crutchlow tidak mendukung jika suatu saat putrinya juga tertarik dengan balap motor.
Ia akan mendukung apa pun yang ingin dilakukan oleh putrinya baik itu sepak bola maupun balap motor.
"Bukan berarti saya tidak ingin mengajak orang-orang, terutama anak-anak dan gadis-gadis, untuk terjun ke balap motor, saya memang ingin. Tapi saya hanya tidak ingin putri saya sendiri melakukannya karena saya sudah melihat pasang surutnya, seperti halnya olahraga apa pun."
"Kamu tahu, olahraga apa pun memang seperti itu. Tapi saya senang dia menyukai sepak bola."
"Dulu saya juga bermain sepak bola sebelum balapan motor, jadi saya sepenuhnya mendukung apa pun yang ingin dia lakukan."
"Jika dia ingin balapan motor, tentu saja saya akan membantunya. Tapi dia sangat suka menonton balapan motor. Dia menyukainya sama seperti saya, dia memiliki passion terhadap olahraga ini," tambahnya.