Perjalanan Malam yang Tak Pernah Sampai hingga Renggut 7 Jiwa, Pemkab Pidie Hadir Salurkan Bantuan
Nur Nihayati August 13, 2026 08:03 AM

 

SERAMBINEWS.COM, SIGLI – Malam itu, rombongan warga Gampong Puli Seuke, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie, berangkat dengan satu tujuan sederhana: menuju rumah sakit untuk menjenguk orang yang sedang sakit.

Mereka menumpang sebuah mobil pikap Suzuki Carry. Perjalanan berlangsung seperti biasa.

Tidak ada yang menyangka bahwa perjalanan malam tersebut akan menjadi perjalanan terakhir bagi tujuh orang di dalamnya.

Sekitar pukul 21.00 WIB, Selasa (11/8/2026), mobil yang membawa rombongan melintas di Jalan Lintas Banda Aceh–Medan. Setelah menuruni jembatan Kampung Baro.

Tiba-tiba, sebuah pohon kedondong berukuran besar yang berdiri di pinggir jalan tumbang.

Pohon tersebut jatuh tepat menimpa mobil pikap yang membawa rombongan warga Puli Seuke.

Dalam hitungan detik, perjalanan yang semula ditujukan untuk menjenguk orang sakit berubah menjadi tragedi.

Sebanyak 12 orang menjadi korban. Tujuh orang meninggal dunia, sementara lima lainnya mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan medis di RSUD Tgk Chik di Tiro Sigli.

Ketujuh korban yang meninggal dunia masing-masing Zubaidah (60), Nurmawati (50), Rafasah (55), Fatimahwati (47), Salbiah (68), Zainabon (68), dan Halimah (68).

Mereka semua merupakan warga Gampong Puli Seuke.

Kepergian mereka secara tiba-tiba meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga dan masyarakat. Tak ada yang menyangka perjalanan untuk menjenguk orang sakit justru berakhir dengan kabar duka.

Duka yang Datang Tiba-Tiba

Bagi keluarga korban, malam tersebut tentu menjadi kenangan yang sulit dilupakan.

Orang-orang yang sebelumnya berangkat bersama keluarga dan warga lainnya tidak pernah kembali ke rumah.

Kabar kecelakaan akibat pohon tumbang itu kemudian menyebar dan membawa kepanikan bagi keluarga yang menunggu kepulangan mereka.

Tujuh keluarga harus menerima kenyataan kehilangan anggota keluarga dalam waktu yang hampir bersamaan.

Sementara lima korban lainnya masih harus menjalani perawatan akibat luka yang dialami dalam musibah tersebut.

Di tengah suasana duka, perhatian dan bantuan kemudian datang dari Pemerintah Kabupaten Pidie.

Pemkab Pidie Hadir di Tengah Keluarga

Sehari setelah musibah, Rabu (12/8/2026), Pemerintah Kabupaten Pidie melalui Dinas Sosial menyerahkan bantuan sembako kepada keluarga tujuh korban meninggal dunia.

Penyerahan bantuan dilakukan atas instruksi Bupati Pidie H. Sarjani Abdullah, S.H., M.H.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pidie Irwansyah Putra, M.Kes., didampingi Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Haris Aulia, S.STP., menyerahkan langsung bantuan tersebut mengantar kepada keluarga korban.

Bantuan diterima keluarga Salbiah binti Gam Cut, Zubaidah binti Hanafi, Rafasah binti Gam Cut, Zainabon binti Adnan, Nurmawati binti M. Husen, Fatimahwati binti M. Nasir, dan Halimah binti Suwandi.

Bantuan sembako itu memang tidak dapat menggantikan kehilangan orang-orang tercinta.

Namun, kehadiran pemerintah di tengah keluarga yang sedang berduka menjadi bentuk kepedulian sekaligus upaya meringankan beban mereka.

Mewakili Bupati Pidie, Kepala Dinas Sosial Irwansyah Putra menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban.

Ia berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi musibah tersebut.

“Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan. Kami juga mendoakan para korban yang meninggal dunia mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT,” ujarnya.

Ia juga mendoakan lima korban yang masih menjalani perawatan agar segera diberikan kesembuhan.

Perjalanan yang Menjadi Kenangan

Jalan Lintas Banda Aceh–Medan malam itu menjadi saksi sebuah perjalanan yang berakhir tragis.

Tidak ada yang menyangka bahwa sebuah perjalanan singkat menuju rumah sakit akan meninggalkan duka panjang bagi tujuh keluarga di Gampong Puli Seuke.

Bagi keluarga yang ditinggalkan, kenangan tentang ketujuh korban akan tetap melekat. Mereka pergi bukan karena ingin meninggalkan keluarga, melainkan karena sebuah musibah yang datang secara tiba-tiba.

Kini, keluarga korban hanya bisa mengenang perjalanan terakhir tersebut sambil berharap lima korban yang masih dirawat segera pulih.

Di balik tragedi itu, tersisa satu pelajaran bahwa perjalanan di jalan raya selalu menyimpan risiko yang tidak dapat diprediksi.

Dan bagi warga Puli Seuke, malam 11 Agustus 2026 akan selalu dikenang sebagai malam ketika sebuah perjalanan yang seharusnya sederhana berubah menjadi duka yang begitu dalam. Perjalanan malam itu tak pernah sampai ke tujuan hingga maut memisahkan.

Baca juga: VIDEO - Pikap Bawa 11 Penumpang Tertimpa Pohon, Tujuh Warga Meninggal

Baca juga: Pikap Bawa 12 Penumpang Tertimpa Pohon, Ini Identitas 7 Korban Meninggal 

Baca juga: DLH Tegaskan Pemeliharaan Pohon di Jalan Nasional Kewenangan Balai Jalan

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.