Wisata Bromo Ditutup, Air Terjun Tumpak Sewu Lumajang Kebanjiran Turis Asing
Titis Jati Permata August 13, 2026 09:32 AM

 

SURYA.co.id, LUMAJANG - Penutupan kawasan wisata Gunung Bromo akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) justru membawa dampak positif bagi destinasi wisata lain di Jawa Timur.

Air Terjun Tumpak Sewu di Desa Sidomulyo, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, kini menjadi salah satu tujuan alternatif wisatawan mancanegara.

Lonjakan kunjungan bahkan mencapai 30-40 persen dibandingkan kondisi normal.

Para pemandu wisata Bromo yang harus mengubah rencana perjalanan turis asing turut mengarahkan mereka menuju destinasi yang berada di wilayah Lumajang tersebut.

Rencana ke Bromo Dialihkan ke Tumpak Sewu

Penutupan Bromo membuat para pemandu wisata harus bekerja lebih keras untuk meyakinkan wisatawan perubahan rute perjalanan dilakukan karena faktor keselamatan.

Istikmal, salah seorang pemandu wisata Bromo, mengatakan sebagian wisatawan mancanegara sebelumnya telah memasukkan Bromo sebagai tujuan utama dalam itinerary mereka.

Tidak mudah menjelaskan perubahan tersebut, terutama kepada turis yang sudah memiliki jadwal perjalanan selama beberapa hari.

Baca juga: Kebakaran Gunung Bromo, Puncak Seruni Point Probolinggo Ditutup Sementara

Untuk meyakinkan wisatawan, Istikmal bahkan menunjukkan foto dan video kondisi kebakaran di kawasan Bromo.

“Yang sulit itu menjelaskan kepada wisatawan, terutama wisatawan mancanegara,  Bromo tidak bisa dikunjungi,” ujar Istikmal, Rabu (12/8/2026).

Menurutnya, wisatawan asing umumnya sudah menyusun perjalanan sejak jauh hari.

Mereka biasanya menghabiskan waktu sekitar lima hari di Indonesia dengan Bromo menjadi salah satu tujuan pada hari kedua atau ketiga.

“Biasanya turis asing itu bisa lima hari di sini dan Bromo didatangi pada hari kedua atau ketiga. Karena Bromo tidak bisa dikunjungi, kami arahkan ke tempat wisata lain,” katanya.

Tumpak Sewu Jadi Pilihan Alternatif

Dari sejumlah destinasi alternatif, Tumpak Sewu menjadi salah satu pilihan yang ditawarkan kepada wisatawan.

Istikmal mengatakan lokasi Tumpak Sewu relatif dekat dengan kawasan Bromo.

Selain itu, karakter alamnya dinilai sesuai dengan minat wisatawan mancanegara yang ingin menikmati panorama alam.

“Yang susah kalau mereka meminta refund. Namun, sejauh ini belum ada yang meminta refund. Jadi, kami arahkan untuk mengunjungi tempat wisata lain,” ujarnya.

Perubahan rute tersebut membuat perjalanan wisatawan tetap berjalan meski tujuan utama mereka, Bromo, untuk sementara tidak dapat dikunjungi.

Kunjungan Tumpak Sewu Naik hingga 40 Persen

Dampak penutupan Bromo mulai terasa langsung di Tumpak Sewu.

 Pengelola mencatat jumlah kunjungan meningkat sekitar 30-40 persen dibandingkan kondisi normal.

“Jumlah kunjungan wisatawan melonjak 30-40 persen sejak Bromo ditutup, terutama wisatawan dari luar negeri,” kata Pengelola Tumpak Sewu Lumajang, Dewi Rumanto.

Jika sebelumnya wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Tumpak Sewu didominasi turis asal Tiongkok, kini komposisinya semakin beragam.

Dewi menyebut wisatawan dari Eropa dan Malaysia juga mulai banyak berdatangan setelah aktivitas wisata Bromo ditutup.

“Paling banyak dari Eropa, China, dan Malaysia,” ungkapnya.

Momentum Promosi Tumpak Sewu ke Mancanegara

Dewi berharap meningkatnya kunjungan wisatawan asing dapat menjadi momentum bagi Tumpak Sewu untuk semakin dikenal di pasar pariwisata internasional.

Menurutnya, pengalaman wisatawan selama berada di Tumpak Sewu berpotensi menjadi promosi gratis.

Wisatawan asing yang membagikan pengalaman dan keindahan Tumpak Sewu melalui media sosial dapat membantu memperkenalkan destinasi tersebut kepada calon wisatawan di negara lain.

“Dengan adanya wisatawan asing, secara tidak langsung mereka membantu mempromosikan kami di luar negeri melalui media sosial,” pungkas Dewi.

Karhutla Bromo Meluas

Sebagai informasi, kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) telah berlangsung sejak Senin (3/8/2026).

Kebakaran tersebut berdampak pada aktivitas wisata di kawasan Bromo.

Demi keselamatan pengunjung dan mendukung proses pemadaman, aktivitas wisata Bromo untuk sementara ditutup.

Luas area yang terdampak kebakaran dilaporkan mencapai sekitar 889 hektare. 

Seruni Point Probolinggo Ditutup

Kebijakan tersebut diambil menyusul kebakaran yang terjadi di kawasan sekitar Gunung Bromo dan api yang dilaporkan mulai mendekati area Seruni Point.

Api Mengarah ke Seruni Point

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto mengatakan, keputusan penutupan diambil dengan mempertimbangkan keselamatan masyarakat maupun wisatawan.

Kebakaran di sekitar Gunung Bromo dinilai berpotensi membahayakan pengunjung apabila api semakin mendekati kawasan Puncak Seruni Point.

“Penutupan ini dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi kebakaran di kawasan sekitar Gunung Bromo yang berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat dan pengunjung. Selain itu, api juga sudah mendekati kawasan Puncak Seruni Point,” ujar Ugas kepada SURYA.co.id, Rabu (12/8/2026).

Menurutnya, langkah tersebut merupakan upaya pencegahan untuk menghindari risiko terhadap wisatawan dan masyarakat yang berada di kawasan tersebut.

Pengunjung Dilarang Masuk

Selama penutupan berlangsung, masyarakat maupun wisatawan dilarang menuju ataupun memasuki kawasan Puncak Seruni Point.

“Selama penutupan, seluruh pengunjung dan masyarakat dilarang menuju maupun memasuki kawasan Puncak Seruni Point,” tegas Ugas.

Pemkab Probolinggo juga meminta seluruh pihak terkait membantu menyebarluaskan informasi mengenai penutupan tersebut agar tidak ada wisatawan yang tetap memaksakan diri datang ke lokasi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.