Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto
TRIBUNPRIANGAN.COM, CIREBON - Kabar duka menyelimuti keluarga besar Pondok Buntet Pesantren, Kabupaten Cirebon. Baru sekitar satu bulan ditetapkan sebagai Sesepuh Buntet Pesantren, KH Hasanuddin Kriyani meninggal dunia di Jakarta pada Rabu (12/8/2026).
Informasi wafatnya sang kiai diumumkan secara resmi oleh Pondok Buntet Pesantren melalui akun Instagram @buntetpesantren, yang meminta masyarakat memberikan doa terbaik untuk almarhum.
"Mohon ziyadah doa untuk Almarhum Almaghfurlah KH Hasanuddin Kriyani, Sesepuh Pondok Buntet Pesantren, yang wafat di Jakarta, Rabu 12 Agustus 2026. Al-Fatihah," tulis akun @buntetpesantren.
Rekam Jejak Almarhum
Kepergian KH Hasanuddin Kriyani terasa begitu cepat bagi Buntet Pesantren.
Almarhum baru saja mendapat amanah melanjutkan estafet kepemimpinan tertinggi di Buntet Pesantren sekitar sebulan lalu, menyusul wafatnya Sesepuh sebelumnya, KH Adib Rofiuddin Izza, pada 1 Juni 2026.
Penetapan KH Hasanuddin Kriyani sebagai Sesepuh Buntet Pesantren dilakukan oleh para masyayikh Dewan Sepuh dan diumumkan pada peringatan 40 hari wafatnya KH Adib Rofiuddin Izza, Sabtu (11/7/2026).
Penunjukan tersebut merupakan hasil musyawarah dan ikhtiar batin para masyayikh melalui salat istikharah hingga tercapai kesepakatan (ittifaq).
Sepanjang hidupnya, KH Hasanuddin Kriyani dikenal sangat tekun di bidang pendidikan dan keagamaan.
Sejak usia muda, ia aktif mendidik di lingkungan pesantren dan pernah dipercaya menjabat sebagai kepala madrasah di Buntet Pesantren.
Di luar area pesantren, KH Hasanuddin Kriyani juga tercatat pernah mengemban amanah sebagai Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Cirebon.
Baca juga: Innalillahi Wainna Ilaihi Rojiun! Sesepuh Buntet Pesantren Cirebon KH Adib Rofiuddin Izza Wafat
Kedatangan Jenazah Disambut Haru Ribuan Santri
Jenazah KH Hasanuddin Kriyani tiba di rumah duka di Desa Mertapada Kulon, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, pada Rabu (12/8/2026) malam.
Kedatangan ambulans pembawa jenazah disambut suasana haru oleh warga dan para santri.
Ratusan warga dan santri berbaris rapi di sepanjang gang akses menuju rumah duka sambil melantunkan tahlil dan zikir.
Saat kereta jenazah berwarna putih tiba, petugas dan warga segera mengatur jalur agar kendaraan dapat mendekat.
Keranda berbalut kain hijau kemudian dipanggul bersama-sama melewati kerumunan menuju rumah duka.
Jenazah almarhum dijadwalkan akan dimakamkan pada Kamis (13/8/2026) sekitar pukul 10.00 WIB di kompleks pemakaman Buntet Pesantren, Kabupaten Cirebon.
Pejabat Daerah Langsung Bertakziah
Sejumlah pejabat daerah turut bertakziah ke rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa, salah satunya Kapolresta Cirebon Kombes Pol Imara Utama yang hadir bersama jajaran Pejabat Utama (PJU), para Kapolsek, perwira, dan personel Polresta Cirebon.
Kombes Pol Imara Utama menyampaikan bahwa sosok almarhum merupakan teladan dalam kehidupan beragama dan bermasyarakat, sehingga wafatnya almarhum menjadi duka mendalam bagi seluruh warga Cirebon.
"Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, seluruh amal ibadah, kebaikan, dan pengabdian beliau diterima oleh Allah SWT serta menjadi amal jariyah. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, kesabaran, dan keikhlasan," ujar Imara dalam keterangan tertulisnya.
Untuk memastikan rangkaian prosesi pemakaman pada Kamis pagi berjalan tertib, pihak Polresta Cirebon juga telah menyiagakan personel untuk pelayanan dan pengamanan di sekitar lokasi Buntet Pesantren. (*)