TRIBUNSUMSEL.COM -- Di balik duka mendalam tragedi Drag Race di Kelurahan Upai, Kotamobagu, Sulawesi Utara, sorotan publik kini tertuju pada sosok di balik layar penyelenggaraan acara tersebut.
Di luar nama pembalap Tian Ngantung yang mobilnya menyeruduk penonton hingga memakan 8 korban jiwa dan 8 luka-luka, nama Lucky Sugeha mendadak riuh diperbincangkan.
Siapa Lucky Sugeha sebenarnya ?
Baca juga: Tragedi Drag Race Kotamobagu, Sinyal Kapolda Sulut Jadikan Pembalap Tersangka, Fitra Eri: Tak Bisa
Sosok Lucky sebenarnya bukan orang baru di Kotamobagu.
Berlatar belakang pendidikan insinyur, ia telah mengabdi puluhan tahun sebagai ASN di daerah tersebut hingga akhirnya memasuki masa pensiun.
Pada tahun 2025, ia bahkan sempat menjabat sebagai Plt Kepala UPTD Wilayah II Bolmong Raya Dinas PUPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dan aktif melobi berbagai proyek strategis, termasuk perbaikan jalan di Kotamobagu.
Di mata rekan kerjanya, Lucky dikenal sebagai pribadi yang hangat. Berdasarkan penuturan seorang ASN di Kotamobagu, Lucky Sugeha diketahui ramah dan murah senyum.
Rekan kerjanya pun mengaku kaget saat mengetahui Lucky diplot menjadi Ketua Panitia ajang balap maut tersebut.
"Karena setahu saya pak Lucky lebih banyak beraktivitas sebagai pengusaha usai pensiun," ucap dia.
Baca juga: Kakak Meninggal dan Adik Patah Kaki, Kisah Memilukan Keluarga Korban Drag Race Maut di Kotamobagu
Dampak dari insiden tragis ini, Lucky harus berhadapan dengan pemeriksaan kepolisian.
Ia mendatangi Polres Kotamobagu pada Senin (10/8) pukul 17.56 WITA dan baru selesai menjalani pemeriksaan pada Selasa (11/8/2026) pukul 01.58 WITA.
Wajahnya tampak lesu setelah diberondong pertanyaan oleh penyidik selama 8 jam. Saat dimintai keterangan, Lucky memilih untuk tidak banyak bicara.
"Kalau soal pertanyaan nanti tanya penyidik saja," ujarnya sambil menuruni tangga.
Meski demikian, Lucky menegaskan komitmennya untuk tidak lepas tangan. Sikap ini sudah ia tunjukkan saat mengunjungi langsung para korban di RSUD Kotamobagu.
“Saya sudah berada di sini, di rumah sakit. Kami siap bertanggung jawab atas para korban yang masih dalam perawatan,” ujarnya.
Di hadapan deretan korban yang berbaris di ruang perawatan, Lucky tampak terpukul dan menyesali peristiwa yang merenggut nyawa serta melukai belasan warga tersebut.
"Intinya kami siap bertanggungjawab penuh atas kejadian ini," ucapnya.
Pihak panitia penyelenggara ajang balap yang berujung tragedi di Jalan A.P. Mokoginta, Kotamobagu, Sulawesi Utara (Sulut) pada Minggu 9 Agustus 2026, telah menyalurkan bantuan kepada keluarga para korban.
Informasi mengenai adanya santunan tersebut disampaikan langsung oleh salah satu anggota keluarga korban tewas, Desy Sipasi (22), warga Upai, Kotamobagu.
Desy membeberkan bahwa pihak keluarga telah menerima bantuan dari penyelenggara acara.
"Pihak panitia memberikan bantuan ke keluarga korban, termasuk untuk keluarga nenek kami. Nenek kami ikut jadi korban," ujar dia.
Kedatangan Desy bersama kerabatnya, Fitri Sipasi (22), ke lokasi kejadian pada Senin (10/8/2026) malam dilakukan untuk mengenang kepergian nenek mereka, Nilawati Mokodongan, warga Desa Pontodon, yang menjadi salah satu dari delapan korban jiwa dalam tragedi tersebut.
Maksud kedatangan mereka hendak menyalakan lilin dan mengenang kepergian nenek mereka.
"Kami datang untuk menyalakan lilin di lokasi nenek kami terbujur setelah ditabrak mobil itu," terang Desy.
Kesedihan masih terpancar di wajah Desy Sipasi saat menceritakan kembali peristiwa naas yang menimpa keluarganya kepada Tribun Manado.
Desy yang saat berjumpa Tribun Manado mengenakan jilbab hitam menuturkan, nenek mereka sempat dilarikan ke Rumah Sakit Monompia Kotamobagu untuk mendapatkan perawatan.
Namun, pada Minggu malam saat menjalani perawatan, nyawa sang nenek tidak tertolong.
Desy menceritakan, saat peristiwa naas itu terjadi, sang nenek tengah membawa serta cucunya yang masih kecil, Ravisca Mokodongan (7).
Keponakan mereka, Ravisca turut menjadi korban dalam insiden tersebut.
Si kecil Ravisca berhasil selamat.
Namun, ia kini harus menjalani perawatan khusus akibat mengalami cedera serius, termasuk patah kaki serta luka di bagian kepala.
Sementara itu, suasana di Jalan A.P. Mokoginta, tepatnya di titik lokasi para korban terbaring usai dihantam mobil Honda Jazz yang dikendarai Tian Ngantung dari Tim Pangeran 05 McJoe, kini berpendar nyala lilin.
(*)
Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com