95 Persen Anggaran Festival Krakatau 2026 Hasil Kolaborasi, Pemprov Bikin Dampak Ekonomi
Reny Fitriani August 13, 2026 10:19 AM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi Lampung menyebut penyelenggaraan Festival Krakatau XXXV Tahun 2026 tak mengandalkan anggaran pemerintah, melainkan hasil kolaborasi lintas sektor.

Baca Juga: Festival Krakatau Digelar 25-30 Agustus 2026, Sajikan Wisata Kuliner, Budaya hingga Olahraga

Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mengatakan, Lampung menyebut penyelenggaraan Festival Krakatau XXXV Tahun 2026 tak mengandalkan anggaran pemerintah, melainkan hasil kolaborasi lintas sektor.

Hal tersebut disampaikan Jihan saat Press Conference Festival Krakatau XXXV Tahun 2026 di Els Coffee Roastery, Jalan Soekarno Hatta, Sukarame, Bandar Lampung, Rabu (12/10/2026).

"Festival Krakatau ini salah satu bentuk event yang memang diselenggarakan dengan modal kolaborasi. Hampir 95 persen modal anggaran untuk mensukseskan Festival Krakatau ini dari modal kolaborasi, terhimpun dari berbagai sektor swasta, BUMD, BUMN, dan mitra terkait," ujar Jihan.

Menurut Jihan, pola kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat Festival Krakatau agar tidak berhenti sebagai agenda tahunan pariwisata, tetapi mampu memberikan dampak terhadap perekonomian daerah.

Ia mengatakan, Gubernur Lampung juga telah memberikan arahan agar seluruh jajaran fokus menghadirkan festival berkualitas yang mampu bersaing di tingkat nasional.

Pariwisata, kata Jihan, diposisikan sebagai salah satu tumpuan pertumbuhan ekonomi Lampung di luar sektor pertanian.

"Pak Gubernur memberikan intervensinya jelas, bahwa infrastruktur menuju ke arah pariwisata diperbaiki, kemudian ekosistem pariwisata diintegrasikan melalui pendidikan, budaya, dan lain sebagainya. Tujuannya untuk menjadikan Lampung, selain sektor pertaniannya yang unggul, pariwisatanya juga kita ingin menjadi yang terbaik di Indonesia," tegasnya.

Jihan menilai pengembangan pariwisata membutuhkan ekosistem yang terintegrasi, tidak hanya mengandalkan destinasi wisata.

Menurutnya, Lampung memiliki modal berupa wisata alam, kuliner dan kekayaan budaya yang dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata.

Ia mengambil contoh Thailand yang mampu menggabungkan wisata alam, kuliner, belanja dan budaya dalam satu ekosistem pariwisata.

Karena itu, Jihan berharap berbagai potensi yang dimiliki Lampung dapat dikemas secara terpadu sehingga memberikan pengalaman lebih bagi wisatawan.

Pemprov Lampung juga menargetkan penyelenggaraan Festival Krakatau memberikan dampak nyata di tengah masyarakat.

Jihan meminta seluruh dampak ekonomi dari pelaksanaan festival dicatat dan dievaluasi secara akurat.

"Target kita jelas, wisatawan bertambah, lama tinggal meningkat, UMKM bertumbuh, dan transaksi bisnis meningkat," kata Jihan.

"Semua dampak, mulai dari nilai transaksi UMKM, jangkauan media sosial, hingga data jumlah pengunjung harus terarsip dengan baik sebagai data evaluasi untuk perbaikan di masa mendatang," lanjutnya.

Menurut Jihan, pencatatan tersebut penting untuk mengetahui sejauh mana Festival Krakatau memberikan manfaat bagi masyarakat dan perekonomian Lampung.

Dengan evaluasi tersebut, pelaksanaan festival diharapkan dapat terus diperbaiki dan dikembangkan pada tahun-tahun berikutnya.

(Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.