Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Padna
TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Memasuki hari ketiga pencarian pada Rabu (12/8/2026) siang, keberadaan Suprianto (40), seorang nelayan yang bertindak sebagai tekong (pengemudi perahu), masih belum ditemukan.
Suprianto, warga Dusun Bojongsari RT 01/RW 01, Desa Babakan, Kecamatan Pangandaran, dilaporkan hilang setelah perahu yang ditumpanginya terbalik dihantam gelombang tinggi di perairan Pantai Barat Pangandaran, Jawa Barat.
Pencarian Hari Ke-3 Terkendala Gelombang Tinggi
Upaya penyisiran oleh tim SAR gabungan pada hari ketiga terus dimaksimalkan dengan menyisir kawasan pesisir serta wilayah perairan di sekitar lokasi kejadian. Namun, hingga Rabu siang hasilnya masih nihil.
Korpos SAR Pangandaran, Edwin Purnama, menjelaskan bahwa tim SAR gabungan belum bisa melakukan tindakan penyelaman di dalam air karena faktor keselamatan personel.
"Upaya pencarian pada hari ketiga ini terus dilakukan. Tapi, sampai siang ini masih nihil. Untuk penyelaman kita masih melihat situasi dan kondisi perairan," ujar Edwin saat dihubungi melalui WhatsApp, Rabu (12/8/2026) siang.
Berdasarkan prakiraan dan informasi cuaca dari BMKG, kondisi gelombang di perairan Pangandaran saat ini masih tergolong cukup tinggi.
"Tapi, jika situasi dan kondisi memungkinkan kita akan lakukan penyelaman," tegas Edwin.
Baca juga: BREAKING NEWS! 7 Nelayan di Pangandaran Alami Laka Laut, Satu Dinyatakan Hilang
Pencarian Diperluas dalam Radius 3 Km
Sebelumnya, pada hari kedua operasi SAR, tim gabungan telah memperluas wilayah penyisiran hingga radius tiga kilometer dari titik lokasi kejadian.
Strategi pencarian dibagi dua, yakni melalui jalur laut menggunakan perahu SAR Barakuda dan jalur darat di sepanjang garis pantai.
Ketua Paguyuban Perahu Wisata Kabupaten Pangandaran, Miswan, menyampaikan bahwa para anggotanya ikut terjun membantu pencarian di laut secara bergiliran menggunakan armada perahu wisata.
"Jadi, pencarian pagi sore nanti kita bergiliran melakukan pencarian. Sampai sekarang ini sudah dua perahu yang ke tengah laut," kata Miswan.
Selain pemantauan siang hari, tim SAR juga melakukan pemantauan dan penyisiran pada malam hari dengan menyusuri sepanjang bibir Pantai Barat Pangandaran.
Kronologi Musibah Perahu Karya Berkah dan Daftar 6 ABK Selamat
Kecelakaan laut ini menimpa Perahu Wisata KARYA BERKAH pada Senin (10/8/2026) sekitar pukul 15.30 WIB hingga 16.00 WIB.
Perahu yang membawa tujuh orang anak buah kapal (ABK) tersebut terbalik setelah diterjang ombak besar saat berlayar di perairan Pantai Barat Pangandaran.
Dalam peristiwa mencekam itu, enam orang ABK berhasil menyelamatkan diri dengan cara berenang menuju bibir pantai. Sementara Suprianto selaku tekong tersapu arus dan dinyatakan hilang.
Berikut data enam nelayan/ABK yang selamat dari kecelakaan laut tersebut:
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Bandung, Ade Dian Permana, menegaskan bahwa penanganan operasi SAR yang melibatkan Pos SAR Pangandaran, Sat Polairud Polres Pangandaran, serta unsur masyarakat akan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada demi menemukan korban.
"Tim SAR telah diberangkatkan menuju lokasi kejadian untuk melaksanakan pencarian terhadap korban yang masih hilang. Pencarian dilakukan dengan memperhatikan kondisi cuaca dan gelombang serta mengutamakan keselamatan seluruh personel yang terlibat," ungkap Ade Dian. (*)