Renungan Pemuda Kristen, Filipi 2:14, Jangan Mengeluh
Chintya Rantung August 13, 2026 10:22 AM

TRIBUNMANADO.CO.ID - Renungan pemuda kristen.

Pembacaan alkitab terdapat pada Filipi 2:14.

Tema perenungan adalah Jangan Mengeluh.

Khotbah:

Sobat Obor, Dua orang pemuda mendaki gunung yang sama. 

Mereka melewati jalan yang terjal, berbatu, dan melelahkan. Orang pertama sepanjang perjalanan terus mengeluh.

la mempersoalkan panas matahari, jauhnya perjalanan dan beratnya langkah yang harus ditempuh. 

Sementara orang kedua juga merasakan lelah yang sama, tetapi ia memilih menikmati setiap proses yang dilalui.

Ketika mereka tiba di puncak, pemandangan yang mereka lihat sebenarnya sama.

Namun pengalaman yang mereka rasakan berbeda. Yang satu hanya membawa kelelahan, sementara yang satunya membawa rasa syukur.

Melaui kisah ini kita diingatkan, bahwa bukan keadaan yang membuat kita kehilangan sukacita, melainkan cara kita memandang keadaan itu. 

Dalam Perikop ini, Firman Tuhan berkata: "Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantah".

Kalimat yang disampaikan Paulus ini, mengajak jemaat Filipi agar tidak hidup seperti Bangsa Israel yang suka mengeluh di padang gurun.

Masalah mereka sebenarnya bukan terletak pada padang gurunnya, melainkan pada cara mereka memandang perjalanan itu.

Mereka lebih sibuk mempersoalkan keadaan daripada mempercayai Tuhan yang sedang menuntun mereka. 

Mereka lupa bahwa Tuhan tidak hanya sedang membawa mereka keluar dari Mesir, tetapi juga sedang membentuk hati mereka menjadi umat yang kuat. 

Sobat obor, melalui bacaan ini kita diingatkan bahwa bersungut-sungut bukan sekedar kebiasaan mengeluh.

Itu tanda bahwa seseorang mulai mengabaikan cara Tuhan bekerja dalam hidupnya.

Keluhan yang terus menerus di pelihara, akan merampas rasa syukur kita.

Orang yang terus mengeluh akan sulit menikmati perjalanan, karena matanya hanya tertuju pada kesulitan, bukan pada tujuan.

Kita menyadari bahwa hidup memang tidak selalu mudah. Akan banyak hari yang harus dilalui dengan sungut
sungut karena banyak hal berjalan tidak sesuai rencana.

Namun, sebagai pemuda Kristen kita pasti selalu punya pilihan: menjadikan keluhan sebagai bahasa hidup kita, atau menjadikan rasa syukur sebagai cara kita memandang hidup. Amin.

Sumber: KPPS GMIM edisi Agustus-September 2026

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.