Pesona Kampung Adat Wogo di Ngada NTT, Ada di Ketinggian 1.000 Mdpl
Cristin Adal August 13, 2026 10:59 AM

 

TRIBUNFLORES.COM, BAJAWA- Kampung Adat Wogo di Desa Ratogesa, Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) bisa menjadi salah satu tujuan wisata.

Berada di ketinggian sekitar 1.000 meter di atas permukaan laut, Kampung Wogo menawarkan pengalaman berbeda bagi wisatawan. Udara sejuk, rumah-rumah adat yang mengelilingi halaman kampung, serta tradisi masyarakat Ngada yang masih hidup membuat kunjungan ke tempat ini bukan sekadar perjalanan wisata.

Kampung Adat Wogo merupakan salah satu peninggalan budaya masyarakat Ngada yang menyimpan jejak masa megalitikum. Kawasan seluas sekitar 1,5 hektare ini menjadi ruang hidup bagi 11 suku dengan 31 rumah adat atau Sa'o.

Rumah-rumah adat tersebut dibangun menggunakan material alami seperti kayu, bambu, dan alang-alang. Struktur bangunan dirakit tanpa menggunakan paku. Kesederhanaan material justru memperlihatkan pengetahuan masyarakat setempat dalam membangun rumah yang menyatu dengan lingkungan.

Baca juga: TWAL 17 Pulau Riung di Ngada NTT Punya Komodo, Mangrove hingga Terumbu Karang

Wisatawan yang memasuki kampung akan menemukan tata ruang yang sarat makna. Rumah-rumah adat berdiri mengelilingi halaman berbentuk persegi dan menghadap ke Ngadhu serta Bhaga.

Dalam tradisi masyarakat Ngada, Ngadhu merupakan simbol leluhur laki-laki, sedangkan Bhaga menjadi simbol leluhur perempuan. Keduanya menjadi bagian penting dari kehidupan adat dan spiritual masyarakat.

Di tengah kampung terdapat Lengi Jawa Feo Folo, teras yang tersusun dari bebatuan ceper. Di tempat inilah masyarakat berkumpul, berbincang, dan menyelesaikan persoalan melalui musyawarah.

Bagi wisatawan, berada di kawasan ini memberi kesempatan untuk melihat langsung bagaimana ruang adat bukan sekadar peninggalan masa lalu, tetapi masih digunakan dalam kehidupan masyarakat hingga sekarang.

Daya tarik lainnya adalah Tari Laba Rudu. Tarian perang yang berasal dari Kampung Wogo ini memiliki keistimewaan karena hanya boleh dipentaskan di dalam kawasan kampung adat tersebut.

Baca juga: Melihat Koloni Kelelawar di Taman Wisata Alam Laut 17 Pulau Riung Ngada, NTT

Kampung Wogo juga mudah dijangkau. Lokasinya hanya sekitar 800 meter dari jalur Trans-Flores dan sekitar 14 kilometer dari pusat Kota Bajawa. Dengan kendaraan roda dua maupun roda empat, perjalanan dari Bajawa dapat ditempuh sekitar 15 menit.

Namun, perjalanan ke Wogo tidak hanya berhenti pada kampung adat yang kini dihuni masyarakat.

Sekitar satu kilometer dari Kampung Wogo terdapat lokasi yang dikenal sebagai Kampung Wogo Lama. Di tempat ini, jejak permukiman lama masih dapat ditemukan dalam bentuk susunan batu atau peninggalan megalitikum.

Pada 2023, masyarakat Wogo memperingati 100 tahun keberadaan kampung di lokasi yang sekarang. Catatan tersebut berkaitan dengan perpindahan kampung dari lokasi lama menuju tempat yang ditempati hingga kini.

Ke Kampung Adat Wogo, Wisatawan tidak hanya diajak melihat rumah adat, tetapi juga merasakan suasana kampung, memahami simbol-simbol leluhur, dan menyaksikan bagaimana tradisi tetap menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. (sumber:desawogo-golewa.web.id)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.