Perempuan Diduga Pelakor Dikeroyok Ibu-ibu di Sampang, Polisi: Belum Terima Laporan
Wiwit Purwanto August 13, 2026 11:32 AM

 

SURYA.CO.ID SAMPANG - Video yang memperlihatkan seorang perempuan diduga pelakor menjadi korban kekerasan sejumlah ibu-ibu viral di media sosial, dengan lokasi kejadian disebut berada di Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, Madura.

Dalam rekaman berdurasi cukup panjang itu, perempuan yang terlihat memiliki tato di kaki dan paha tampak terjatuh hingga terbaring di lantai setelah situasi di lokasi memanas.

Berdasarkan narasi yang beredar, perempuan tersebut diduga digerebek pihak keluarga seorang pria yang disebut memiliki hubungan khusus dengannya.

Sejumlah orang kemudian terlihat mengerubungi perempuan tersebut. Beberapa di antaranya diduga melakukan kekerasan dengan menjambak rambut korban.

Rekaman juga memperlihatkan upaya membuka pakaian perempuan tersebut serta mengoleskan bahan yang menyerupai sambal ke sejumlah bagian tubuhnya, termasuk area sensitif.

Baca juga: Maling Besi di Lamongan Dikeroyok Massa hingga Viral, Polisi Kini Buru Pelaku Penganiayaan

Di lokasi yang sama, seorang pria yang disebut sebagai pasangan dalam dugaan perselingkuhan tersebut juga terlihat.

Pria itu kemudian didatangi seorang perempuan yang diduga merupakan istrinya. Keduanya sempat terlibat ketegangan, dengan perempuan tersebut tampak meluapkan kemarahannya kepada pria yang disebut sebagai suaminya.

Polisi Belum Terima Laporan

Kasi Humas Polres Sampang AKP Eko Puji Waluyo membenarkan bahwa video tersebut tengah beredar dan menjadi perhatian di media sosial.

Namun, hingga Kamis (13/8/2026), pihak kepolisian belum menerima laporan resmi mengenai kejadian yang terekam dalam video tersebut.

"Sampai saat ini kami belum menerima laporan," ujarnya, Kamis (13/8/2026).

Baca juga: Viral Penggerebekan Pasangan Selingkuh di Kos Jombang, Polisi : Belum Ada Laporan Resmi

Eko mengatakan polisi masih membutuhkan informasi lebih lengkap untuk memastikan peristiwa yang sebenarnya terjadi.

Pihaknya juga meminta waktu untuk memberikan penjelasan lebih detail setelah memperoleh laporan maupun informasi resmi dari pihak-pihak terkait.

"Kami masih menunggu adanya laporan maupun informasi resmi untuk memastikan lokasi, identitas para pihak, serta kronologi sebenarnya di balik video yang viral tersebut," pungkasnya.

Dengan belum adanya laporan resmi, kebenaran mengenai hubungan antara para pihak, motif kejadian, serta rangkaian peristiwa dalam video tersebut masih belum dapat dipastikan. (Hanggara)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.