TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN — Berau Coal berhasil menempati posisi kedua dalam kompetisi Indonesia Mining Emergency Response Community (IMERC) 2026 di Balikpapan.
Tim tanggap darurat perusahaan tambang tersebut tampil kuat, khususnya pada kategori Vertical Rescue dan Theory Test.
Berau Coal harus puas berada di bawah PT Freeport Indonesia yang keluar sebagai juara umum. Sementara posisi ketiga ditempati Cipta Kridatama (CK).
Prestasi tersebut menjadi catatan penting dalam kompetisi yang menguji kemampuan tim Emergency Response Team (ERT) menghadapi berbagai skenario kedaruratan yang merepresentasikan kondisi nyata di industri pertambangan.
Baca juga: Tim Australia Apresiasi Kompetensi Kedarutan Indonesia di IMERC 2026 di Balikpapan
IMERC 2026 digelar selama empat hari di Garuda Rescue Nusantara, Balikpapan.
Sebanyak 24 tim Emergency Response Team dari Indonesia dan Australia ambil bagian dalam kompetisi tersebut.
Ketua Yayasan Garuda Rescue Nusantara Adri Thanada mengatakan, delapan challenge yang dimainkan peserta dirancang berdasarkan insiden kedaruratan yang pernah terjadi di industri pertambangan.
“Selama empat hari pelaksanaan, seluruh peserta mengikuti delapan challenge yang disusun berdasarkan skenario kedaruratan nyata di lapangan,” ujarnya, Kamis (13/08/2026).
Baca juga: Simulasi Penyelamatan Nyawa pada Hari Pertama IMERC 2026 di Balikpapan
Delapan kategori yang dipertandingkan mencakup Road Crash Rescue, Structural Fire Fighting, Under Water Rescue, Vertical Rescue, Confined Space Rescue hingga Theory Test.
Setiap nomor memiliki tingkat kesulitan berbeda.
Peserta tidak hanya dituntut menyelesaikan misi dengan cepat, tetapi juga memastikan seluruh prosedur keselamatan dilakukan secara tepat.
Dari seluruh kategori yang dipertandingkan, Berau Coal menunjukkan performa kuat pada Vertical Rescue dan Theory Test.
Vertical Rescue menjadi salah satu tantangan yang menuntut kemampuan teknis tinggi.
Baca juga: Balikpapan Tuan Rumah IMERC 2026, 24 Tim Rescue Indonesia dan Australia Adu Keahlian
Dalam skenario ini, peserta harus melakukan penyelamatan korban yang berada di medan terjal dan sulit dijangkau.
Ketua Panitia Pengarah IMERC 2026, dr David Winowatan, mengatakan skenario kompetisi sebisa mungkin menggambarkan kejadian yang benar-benar pernah terjadi di lapangan.
“Kita memang usahakan skenario kejadian dari peristiwa nyata,” katanya.
Konsep tersebut membuat setiap tim tidak hanya diuji dari sisi kecepatan, tetapi juga kemampuan membaca situasi, menentukan strategi penyelamatan, menjalankan prosedur keselamatan dan membangun koordinasi antarpersonel.
Bagi Berau Coal, kemampuan tersebut menjadi salah satu faktor yang mengantarkan timnya meraih posisi runner-up dalam IMERC 2026.
Baca juga: ERG PT Berau Coal Raih Juara Umum Ketiga di IMERC 2025
Diikuti Tim Indonesia dan Australia
IMERC 2026 tidak hanya mempertemukan tim tanggap darurat dari perusahaan di Indonesia.
Kompetisi tersebut juga melibatkan tim dari Australia.
Northern Star Resources menjadi salah satu peserta internasional yang turut menguji kemampuan dalam sejumlah skenario penyelamatan.
Tim Australia bahkan meraih juara harapan pada kategori Road Crash Rescue dan Confined Space Rescue.
Baca juga: Gelaran IMERC oleh GRN di Balikpapan Diakui Dunia Internasional
Bagi peserta Australia, skenario penyelamatan bawah tanah dan ruang terbatas menjadi pengalaman menarik karena memiliki karakteristik berbeda dengan standar pelatihan penyelamatan tambang yang mereka jalani di negaranya.
Selain kompetisi Emergency Response Team, IMERC 2026 juga menghadirkan Incident Management Training (IMT) yang diikuti sekitar 140 peserta dari berbagai perusahaan.
Pelatihan tersebut menghadirkan instruktur dari Australia dan menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam menghadapi kondisi darurat.
IMERC 2026 pun tidak hanya menjadi ajang perebutan gelar juara.
Kompetisi ini menjadi ruang bagi personel tanggap darurat untuk menguji kemampuan, bertukar pengalaman serta membangun jejaring kerja sama lintas perusahaan dan negara. (*)