SURYA.CO.ID SURABAYA - Trofi Piala Presiden 2026 sudah berada di tangan Persebaya, tetapi Gledson Paixao meminta rekan-rekannya tidak terlalu lama larut dalam euforia dan segera kembali fokus mengejar target berikutnya.
Skuad Green Force kembali menjalani latihan di Lapangan C, Stadion Gelora Bung Tomo, Rabu (12/8), setelah menikmati masa rehat usai menjuarai turnamen pramusim tersebut.
Suasana positif masih terasa di dalam tim. Namun, Gledson menilai keberhasilan Persebaya mengangkat trofi untuk kali pertama bukan alasan untuk menurunkan standar kerja.
“Tentu suasana selalu menyenangkan ketika kami berhasil mencapai salah satu target yang sudah ditetapkan. Namun, pekerjaan belum selesai. Kami menikmati momen ini, tetapi setelah itu harus kembali fokus dan rendah hati karena masih ada target-target berikutnya yang harus dicapai musim ini,” kata Gledson.
Pemain asal Brasil itu juga menilai kondisi tim mulai kembali ke ritme latihan. Pemulihan menjadi bagian penting agar seluruh pemain bisa kembali berada dalam kondisi terbaik sebelum kompetisi musim 2026/27 dimulai.
Baca juga: Harga Tiket Persebaya vs Penang FC Sabtu 15 Agustus Mulai Rp 50.000, Bisa Foto Trofi Piala Presiden
“Saya yakin kondisi tim juga baik. Pemain yang secara fisik belum berada di level terbaik akan terus dipantau dan dipulihkan. Terlepas dari prestasi yang sudah diraih, kami tetap harus bekerja keras, terus berkembang, dan berusaha memberikan performa terbaik untuk memenuhi harapan klub maupun harapan kami sendiri,” tuturnya.
Gledson mengakui euforia juara tetap dirasakan bersama rekan-rekannya setelah Persebaya mencatat sejarah dengan meraih Piala Presiden untuk pertama kalinya.
Namun, suasana tersebut hanya dinikmati dalam waktu singkat. Setelah kembali ke Surabaya dan menjalani aktivitas di Stadion Gelora Bung Tomo, fokus tim mulai diarahkan kepada pekerjaan berikutnya.
“Euforia tentu kami nikmati selama dua atau tiga hari. Setelah itu, ketika kembali ke Surabaya dan menjalani aktivitas di GBT, fokus kami sudah beralih kepada target berikutnya. Kami harus kembali mendedikasikan diri untuk pekerjaan yang masih menunggu,” jelasnya.
Menurut Gledson, gelar Piala Presiden merupakan buah dari proses panjang yang dijalani seluruh elemen tim. Kerja keras, disiplin, dedikasi, dan komitmen menjadi fondasi keberhasilan Persebaya melewati turnamen hingga mengangkat trofi di Bali.
Baca juga: Persebaya Fokus Pulihkan Kondisi Jelang Super League Tahun ini, Jadwal Padat 1 Bulan 6 Pertandingan
“Kami membangun suasana positif itu melalui kerja keras, dedikasi, dan komitmen seluruh tim. Gelar ini menjadi hasil dari kerja keras tersebut. Situasinya memang berubah setelah kami meraih trofi, tetapi prinsip kami tetap sama, yaitu rendah hati, tetap berpijak pada kenyataan, dan terus bekerja,” ujarnya.
Komitmen tersebut ingin terus dijaga setelah tim kembali berkumpul. Gledson menegaskan satu trofi yang sudah diraih tidak boleh membuat standar kerja Persebaya menurun.
“Setelah masa istirahat, saya melihat komitmen pemain tetap sangat baik. Mereka kembali dengan kondisi yang positif. Namun, kami harus terus menjaga kerendahan hati. Salah satu target memang sudah tercapai, tetapi perjalanan kami masih panjang,” tegasnya.
Persebaya masih memiliki satu agenda pramusim. Bajol Ijo dijadwalkan menghadapi Penang FC dalam laga internasional di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (15/8) malam.
Pertandingan tersebut menjadi kesempatan bagi Persebaya menjaga ritme sekaligus mengukur perkembangan tim sebelum kompetisi Super League 2026/27 bergulir.
Gledson memastikan seluruh pemain tetap membawa semangat yang sama dan menganggap setiap pertandingan sebagai bagian dari proses mempertahankan standar permainan.
“Kami ingin mempertahankan level permainan dan standar yang tinggi. Tuntutan kepada kami juga tetap besar. Karena itu, setiap pertandingan harus kami hadapi dengan serius, layaknya sebuah final. Entah itu pertandingan persahabatan maupun pertandingan resmi, kami akan selalu berusaha memberikan 100 persen,” pungkasnya.