Bantah Sutrimo Karumga Eks Jampidsus, Pengacara Febrie Adriansyah: Jaga Rumah Kosong Bekas Klinik
Musahadah August 13, 2026 11:32 AM

 

SURYA.CO.ID - Kabar Sutrimo sebagai Kepala Rumah Tangga Febrie Adriansyah dibantah pihak mantan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus). 

Kuasa hukum Febrie Adriansyah, Firman Wijaya menyebut Sutrimo hanya penjaga rumah kosong bekas klinik di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. 

Di tempat itulah Sutrimo ditemukan tak sadarkan diri hingga dinyatakan meninggal dunia, Kamis (23/7/2026). 

Saat ini, polisi juga melakukan ekshumasi untuk mengetahui penyebab kematiannya yang dinilai janggal.

"Jadi, posisi almarhum bukan sebagai karumga seperti yang banyak disampaikan, namun lebih ke menjaga rumah yang kosong dan tinggal di sana," kata kuasa hukum Febrie, Firman Wijaya, melalui keterangannya, Rabu (12/8/2026). 

Baca juga: Sosok Julius Ibrani yang Sebut 2 Pengantar Jenazah Sutrimo Prajurit TNI, Kapuspen TNI Sebut Pensiun

Firman pun meminta publik tidak berspekulasi atas kematian Sutrimo dan menunggu hasil penyelidikan kepolisian. 

Informasi dari keluarga, kata Firman, Sutrimo telah lama menderita sakit. 

Saat menjalani pengobatan, ia bahkan disebut telah mengidap penyakit tersebut selama bertahun-tahun.

"Keluarga berharap, persitiwa almarhum ini tidak dihubungkan atau dikaitkan secara dini dengan perkara yang sedang dijalani pak FA di Kejaksaan."

"Jadi, sama-sama kita tunggu proses yang dilakukan Polri terlebih dahulu." jelasnya. 

Hal serupa diungkapkan kuasa hukum Febrie yang lain, Febri Diansyah. 

Dikatakan, selama ini Sutrimo menjaga bangunan kosong bekas klinik tempat jasad Sutrimo ditemukan. 

Terkait kematian Sutrimo, Febri mengatakan keluarga Febrie Adriansyah menyampaikan duka cita. 

Febri kembali meminta masyarakat tidak berspekulasi dan menunggu informasi resmi dari Polda Metro Jaya mengenai kematian tersebut. 

“Sekali lagi kami sampaikan Pak FA (Febrie Adriansyah) dan keluarga menyampaikan dukacita terkait dengan kejadian ini dan yang diketahui oleh pihak keluarga selama ini memang almarhum itu mengalami sakit yang sudah cukup lama sejak bertahun-tahun,” kata Febri Diansyah, Rabu, (12/8/2026), dikutip dari Kompas TV.

Misteri kematian Sutrimo diselidiki oleh Polda Metro Jaya setelah ada pelimpahan laporan dari Bareskrim Polri dan Polresta. Proses ekshumasi pun dilakukan hari Rabu.

“Kami tentu saja berharap kita semua menunggu dan menyimak informasi resmi yang disampaikan oleh pihak kepolisian,” ujar Febri Diansyah.

Dia menyebut pihaknya menghormati semua proses hukum yang berjalan, termasuk proses ekshumasi untuk menentukan penyebab kematian Sutrimo.

 “Jadi, sebagai warga negara yang baik dan juga dalam konteks negara hukum, tentu kita hormati proses hukum yang berjalan di Polda tersebut,” kata dia.

Tetangga Akui Kerja di Rumah Febrie

Keluarga Sutrimo, Sudiono, membenarkan almarhum memang bekerja di rumah mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah.

"Benar, (Sutrimo) bekerja di rumah Bapak Febrie Adriansyah, Jampidsus," ungkap Sudiono di rumah duka di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Banyumas, Jawa Tengah, dikutip dari YouTube KompasTV, Rabu (29/7/2026).

Sudiono menambahkan, Sutrimo sudah lama ikut bekerja dengan Febrie, bahkan puluhan tahun.

Meski demikian, ia mengaku tak tahu apa pekerjaan Sutrimo di rumah Febrie.

"Bekerja sebagai apa, juga saya kurang tahu. Dia sudah lama, puluhan tahun di rumah Bapak Febrie Adriansyah," jelas dia.

Terkait penyebab kematian Sutrimo, Sudiono mengaku tak ingin banyak bicara.

 Ia mengatakan pihak keluarga sudah mengikhlaskan kepergin Sutrimo.

Pihak keluarga juga tak akan membawa kasus kematian Sutrimo ke jalur hukum.

Namun, Sudiono menekankan Sutrimo memang punya riwayat penyakit diabetes.

"Keluarga tidak menuntut apapun dan sudah ikhlas, mohon didoakan saja," kata Sudiono.

"Sutrimo itu punya riwayat penyakit Diabetes Melitus kronis," imbuh dia.

Sempat Pulang Sebelum Meninggal

GELAGAT - Kondisi depan rumah almarhum Sutrimo di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Selasa (28/7/2026). Karumga Eks Jampidsus itu sempat menelepon Febrio Adiono sebelum meninggal.
GELAGAT - Kondisi depan rumah almarhum Sutrimo di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Selasa (28/7/2026). Karumga Eks Jampidsus itu sempat menelepon Febrio Adiono sebelum meninggal. (Tribun Banyumas)

Kuasa hukum keluarga, Aan Rohaeni, mengurai kronologis sebelum pria asal Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah itu meninggal dunia. 

Dijelaskan Aan, selama ini Sutrimo memang bekerja di rumah Febrie. 

Setelah rumah Febrie digeledah tim Kortas Polri dalam kasus tindak pidana pencucian uang, Sutrimo diminta pulang kampung. 

Baca juga: Ternyata Ponsel Sutrimo Karumga Eks Jampidsus Tak Diserahkan Keluarga, Susno Duadji: Ada Jejaknya

Namun beberapa hari kemudian, ia kembali diminta berangkat ke Jakarta oleh atasannya.

"Pulang tanggal persisnya kita tidak tahu, tapi memang dia pulang pada saat sehari setelah penggeledahan (rumah eks Jampidsus). Memang disuruh pulang sama bosnya," kata Aan kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (11/8/2026).

Menurut Aan, setelah beberapa hari berada di Desa Wlahar, Sutrimo mendapat telepon dari atasannya untuk kembali ke Jakarta.

"Pengakuan saksi, Sutrimo pulang (kembali ke Jakarta) ditelepon sama bosnya, yang intinya bosnya telepon katanya 'kamu pulang aja'," ujar Aan.

Keluarga kemudian mempertanyakan kepulangan tersebut karena Sutrimo disebut telah disiapkan tiket kereta api dari Stasiun Purwokerto menuju Jakarta, uang perjalanan telah ditransfer, dan akan ditemani dua orang dari stasiun.

 "Sutrimo menyampaikan tidak punya uang bos' gitu kan, 'tiketmu sudah disiapkan, uang sudah ditransfer, lalu juga kamu ditemani oleh dua orang nanti dari Stasiun Purwokerto'," kata Aan mengulang percakapan Sutrimo dengan bosnya.

Aan mengaku pihak keluarga tidak mengetahui identitas dua orang yang disebut akan menemani Sutrimo tersebut.

"Tidak kami ketahui siapanya. Cuma menurut saksi itu memang Pak Febri nyuruh pulang (ke Jakarta) sekaligus sudah disiapkan tiketnya dan ditemani orang katanya," ujarnya.

Ia menyebut ada informasi bahwa dua orang tersebut berasal dari Cilacap, namun keluarga tidak mengetahui secara pasti siapa mereka maupun tujuan mereka ikut berangkat ke Jakarta bersama Sutrimo.

Sutrimo Orang Kepercayaan Eks Jampidsus

Sutrimo diketahui telah lama bekerja di rumah eks Jampidsus Febrie Adriansyah. Aan membenarkan informasi tersebut, meski keluarga tidak mengetahui secara pasti jabatan Sutrimo di rumah tersebut.

"Betul, kalau itu betul. Cuma tentang apakah dia (jadi) Karumga (Kepala Rumah Tangga) atau bukan, keluarga tidak ada yang tahu," ucap Aan.

Menurut Aan, Sutrimo awalnya bekerja sebagai kuli bangunan saat membangun rumah eks Jampidsus, kemudian dipercaya untuk membantu berbagai keperluan dan mengurus rumah-rumah milik Febrie Adriansyah.

"Setahu keluarga Trimo ini ya dipercaya, bangun rumah Pak Febri lah suatu hari entah tahun berapa saya lupa. Lalu karena Pak Febri cocok terus diajak kerja ikut Pak Febri," katanya.

Diketahui, Sutrimo ditemukan tak sadarkan diri di depan sebuah klinik di Jakarta Selatan (Jaksel), pada Kamis (23/7/2026) pagi. Ia sempat dilarikan ke rumah sakit. Namun, nyawanya tidak tertolong.

Jenazah Sutrimo kemudian tiba di kampung halamannya di Desa Wlahar dan langsung dimakamkan, pada Kamis (23/7/2026) malam.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.