Momen Hangat Penonton Bergandengan Tangan di Akhir Tarian Kolosal Festival Golo Koe Labuan Bajo
Cristin Adal August 13, 2026 12:43 PM

 

TRIBUNFLORES.COM, LABUAN BAJO – Sebanyak 550 siswa-siswi SMKS Stella Maris Labuan Bajo membawakan Tarian Kolosal Devosi kepada Bunda Maria Assumpta Nusantara dalam Pentas Seni Budaya rangkaian Festival Golo Koe 2026 di Marina Waterfront Labuan Bajo, Rabu (12/8/2026) petang.

Atraksi kolosal tersebut memadukan spiritualitas, keberagaman, dan budaya Manggarai melalui gerak tari, puisi, serta formasi yang menggambarkan sejumlah simbol budaya Manggarai. Para penari mengenakan busana adat Manggarai, baik perempuan maupun laki-laki.

Atraksi ini menjadi bagian dari rangkaian Pentas Seni Budaya setelah sebelumnya digelar karnaval budaya yang melibatkan masyarakat dari berbagai latar belakang.

Dalam tarian tersebut, para siswa membentuk sejumlah formasi yang merepresentasikan tanah adat atau lingko, serta mbaru gendang sebagai simbol rumah adat dan kehidupan bersama masyarakat Manggarai.

Melalui pertunjukan itu, penonton diajak merefleksikan makna tema pesan Festival Golo Koe 2026.“Ziarah Komunal dalam Persekutuan Sinergis untuk Merawat Keutuhan Ciptaan”.

Baca juga: 550 Penari SMK Stella Maris Tampil Memukau Bawakan Tarian Kolosal Meriahkan Festival Golo Koe 2026

Tarian tersebut tidak sekadar menjadi hiburan. Gerakan para penari diposisikan sebagai doa, sujud dalam irama, sekaligus ekspresi budaya Manggarai yang dipersembahkan kepada Bunda Maria Assumpta Nusantara.

Pesan tersebut juga menekankan persaudaraan yang melampaui batas suku, agama, maupun golongan. Di penghujung atraksi, lagu “Manik Mata” karya musisi Manggarai, Ivan Nestorman, menjadi penutup pertunjukan.

Lagu tersebut mengangkat sejumlah peribahasa Manggarai yang sarat pesan tentang persatuan, kebersamaan, dan pentingnya menjaga kerukunan.

Sutradara sekaligus penata musik pertunjukan, Gabriel Mahal, kemudian mengajak seluruh penonton yang berada di tribun Marina Waterfront Labuan Bajo untuk berdiri.

“Saya mengajak kita semua berdiri, bergandengan tangan dan bersama-sama menyanyikan lagu ini,” kata Gabriel Mahal.

Ajakan tersebut langsung disambut penonton. Wisatawan asing, wisatawan domestik, hingga warga lokal yang berada di tribun berdiri dan saling bergandengan tangan.Mereka kemudian bersama-sama menyanyikan “Manik Mata” hingga lagu berakhir.

Baca juga: Dari Busana Adat hingga Lintas Iman, Semarak Karnaval Festival Golo Koe 2026 di Labuan Bajo

Salah satu penggalan lagu tersebut mengangkat peribahasa Manggarai, “Teu ca ambo neka woleng lako”, yang secara harfiah menggambarkan tebu seikat yang tidak boleh berbeda arah.

Ungkapan itu menjadi simbol tentang pentingnya berjalan bersama dan menjaga persatuan.

Ada pula ungkapan “Muku ca pu'u neka woleng curup”, yang menggambarkan pohon pisang yang tumbuh serumpun.

Peribahasa tersebut mengandung pesan agar sesama saudara tidak berbeda kata dan mengutamakan musyawarah dalam kehidupan bersama.

Momen ketika seluruh penonton berdiri dan bergandengan tangan menjadi penutup yang kuat dari atraksi kolosal tersebut.

Pesan persatuan tidak hanya disampaikan melalui gerak tari dan musik, tetapi juga diwujudkan langsung melalui kebersamaan penari dan penonton yang berasal dari berbagai latar belakang.

Pentas Seni Budaya

Pentas Seni Budaya Nusantara merupakan salah satu rangkaian Festival Golo Koe 2026.Pentas tersebut dijadwalkan berlangsung pada 10-13 dan 15 Agustus 2026 di Amphitheater Waterfront City Labuan Bajo.

Kegiatan ini melibatkan komunitas lintas etnis dan agama, sanggar seni, paroki, sekolah, serta instansi atau lembaga.

Sejumlah kesenian yang ditampilkan meliputi seni suara, tari tradisional, tari kreasi modern, teatrikal, drama musikal, hingga musik tradisional.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.