Laporan wartawan TribunJatim.com, Willy Abraham
TRIBUNJATIM.COM, GRESIK- Suasana berbeda dalam memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia di wilayah Kecamatan Tambak, Pulau Bawean, Gresik tampak lebih meriah dibanding biasanya.
Panggung warga menghadirkan tampilan beragam seni budaya di Pulau Bawean, hingga molotan atau berkat Maulid Nabi.
Momentum kemerdekaan yang bersamaan dengan bulan kelahiran nabi ini, diselenggarakan secara meriah. Uniknya warga serentak membuat berkat molot secara tradisional atau dikenal dalam bahasa Bawean Molotan Jeannah (Maulid Tempo Dulu).
Wadah yang dibuat dari bahan anyaman bambu, dan kerajinan tangan kreatif, warga Bawean menyebutnya, Ceppo. Serta beberapa aneka jajanan tradisional, dan rengginang menjadi khas dari Maulid Nabi Bawean.
Cepo ini terbuat dari anyaman yang dibuat oleh warga Desa Tambak sendiri. Kemudian isinya adalah hasil bumi, terdiri dari buah-buahan, sayur-sayuran, dan lain sebagainya. Kemudian makanannya, dikelola oleh masyarakat Bawean sendiri.
Makanan-makanan tradisional yang ada di Pulau Bawean.
Pantauan di lapangan, warga berbondong-bondong membawa berkatan molot yang sudah dihias. Tidak terlalu besar namun, syarat akan makna.
Beberapa tampilan seni turut memeriahkan dalam kegiatan yang bertajuk "Parade Molod Bujaannah". Ada gambus bersholawat, zafin mandailing, tarian islami, korcak, kercengan, zamrah, samman, dhungka, dan nasyid.
Ketua Panitia, Yudistiana mengatakan perayaan peringatan HUT RI ke-81 yang dilaksanakan oleh Peringatan Hari Besar Nasional (PHBN) Desa Tambak, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean dihadiri warga dengan antusias.
"Yang membedakan peringatan HUT RI tahun ini dengan tahun-tahun sebelumnya adalah di penggabungan kegiatan HUT RI ini dengan perayaan Maulid Nabi. Kenapa kami menggabung kegiatan ini, Karena kebetulan di bulan Agustus ini, peringatan HUT RI ini berjalan beriringan dengan peringatan Maulid Nabi," ucapnya, Kamis (13/8/2026).
Baca juga: Hore, Rayakan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, KAI Daop 8 Surabaya Hadirkan Diskon Tiket 17 Persen
Menurutnya, karena masyarakat Desa Tambak antusias dengan perayaan Maulid Nabi, maka digabung dalam kegiatan ini. "Namun, kegiatan perayaan Maulid Nabi ini kami mengangkat tema "Maulotan Bhebian Jeannah ". Tujuannya adalah untuk mengenalkan kepada generasi-generasi muda saat ini dan generasi-generasi yang akan datang bahwa budaya molod yang sebenarnya itu adalah seperti ini," bebernya.
Menurut dia, molod seperti ini sangat terjangkau oleh masyarakat Desa Tambak. Bahkan ini, sebagai upaya nguri-nguri budaya arau tradisi-tradisi masa lampau.
"Tradisi yang bisa muncul kembali dan bisa dibudayakan kembali. Termasuk seni budaya yang dibangkitkan kembali, yang selama ini seni budaya itu sudah hampir punah bahkan mungkin ada yang sudah mati," jelasnya.
Harapannya ke depan, generasi saat ini dan generasi yang akan datang itu mampu melestarikan budaya-budaya yang telah ada.
"Kami sebagai pelaku sejarah hari ini, yang saat ini masyarakat Desa Tambak sudah mampu menghidupkan kembali melalui momen perayaan HUT RI ini, saya berharap ke depannya generasi-generasi yang akan datang melestarikan budaya yang sudah ada saat ini," pungkasnya.
Dipenghujung acara, berkatan molod dibagikan kepada warga sekitar.
Informasi lengkap dan menarik lainnya baca di TribunJatim.com