TRIBUN-TIMUR.COM, BONE — Jembatan Merah Putih di Dusun Bulu Botoe, Desa Kading, Kecamatan Awangpone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, sudah bisa digunakan warga, Kamis (13/8/2026).
Jarak dari Desa Kading ke Watampone sekitar 10,6 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih 20 hingga 30 menit berkendara.
Jembatan sepanjang sekitar 50 meter diresmikan Wakapolda Sulsel Brigjen Pol Gidion Arif Setyawan.
Hadir Wakil Bupati Bone Andi Akmal Pasluddin, Ketua DPRD Bone Andi Tenri Walinonong, Dansat Brimob Polda Sulsel Kombes Muhammad Ridwan, Kajari Bone Mulyadi, Kapolres AKBP Astoto Budi Rahmantyo.
Sebelum jembatan dibangun, warga dan anak sekolah harus memutar melalui desa lain untuk menuju lokasi tujuan. Waktu tempuh sekitar 23 hingga 30 menit.
Peresmian Jembatan Merah Putih dilakukan serentak oleh Presiden RI Prabowo Subianto secara virtual.
Baca juga: 22 Hari Berlalu, BK DPRD Bone Baru Bahas Laporan Dugaan Penganiayaan Andi Tenri Walinonong
Dipusatkan di Jalan Bayah-Cikotok, Kampung Bayah Satu, Desa Bayah Barat, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten.
Program tersebut mencakup pembangunan dan revitalisasi 895 jembatan di 30 Polda dengan total panjang 19,2 kilometer.
Jembatan-jembatan tersebut menghubungkan 1.314 desa dan memberikan manfaat bagi sekitar 2 juta masyarakat.
Kapolres Bone AKBP Astoto Budi Rahmantyo mengatakan pembangunan jembatan merupakan hasil gotong royong antara personel Brimob dan masyarakat.
“Sebelum dibangun, anak-anak sekolah dan warga harus memutar melalui desa lain dengan waktu tempuh sekitar 23 hingga 30 menit,” kata Astoto.
Sekitar 25 personel Brimob terlibat dalam proses pembangunan.
Masyarakat setempat juga turut memberikan dukungan selama pengerjaan berlangsung.
Pembangunan jembatan menjadi salah satu bentuk kehadiran Polri dalam membantu memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Kami ingin keberadaan Polri benar-benar dirasakan masyarakat, bukan hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga melalui kegiatan yang langsung menyentuh kebutuhan warga,” ujarnya.
Astoto berharap masyarakat bersama-sama menjaga dan merawat jembatan tersebut agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang
Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin, mengapresiasi kolaborasi TNI-Polri, pemerintah daerah dan masyarakat pembangunan Jembatan Merah Putih.
Pembangunan jembatan tidak hanya memberikan kemudahan akses transportasi, tetapi juga berdampak terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.
“Pemkab Bone mengapresiasi sinergi yang terbangun antara TNI-Polri, pemerintah daerah dan masyarakat. Hari ini kita melihat langsung bagaimana sebuah jembatan bisa memberikan perubahan besar bagi kehidupan warga,” ungkap Andi Akmal.
Ia menyebut keberadaan jembatan akan memudahkan anak-anak pergi ke sekolah.
Selain itu, masyarakat juga semakin mudah menjalankan aktivitas sehari-hari dan mengakses berbagai fasilitas.
“Ketika masyarakat merasa aman, mereka bisa bekerja, berdagang, bertani dan menjalankan aktivitas ekonomi dengan tenang,” katanya.
Ia berharap sinergi antara pemerintah, TNI, Polri dan masyarakat terus diperkuat.
Wakapolda Sulsel, Brigjen Gidion Arif Setyawan, mengapresiasi Pemkab Bone dan masyarakat.
Ia mengaku kehadirannya di Kabupaten Bone menjadi pengalaman tersendiri.
“Ini merupakan suatu kehormatan bagi saya bisa hadir di Bone. Selama ini Bone saya kenal dari buku-buku sejarah,” ujar Gidion.
Pembangunan Jembatan Merah Putih diharapkan tidak berhenti sebagai pembangunan fisik semata.
Jembatan diharapkan menjadi sarana yang mampu membuka akses lebih luas bagi masyarakat.
“Kita berharap jembatan ini menjadi sarana yang membuka akses lebih luas, memperlancar mobilitas warga, memudahkan anak-anak menuju sekolah dan pada akhirnya ikut mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.