TRIBUNBULUKUMBA.COM, UJUNG BULU - Terdapat dua wilayah Kecamatan di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan mulai terdampak kemarau.
Kedua kecamatan tersebut berada di Kecamatan Ujung Bulu dan Kecamatan Bontobahari.
"Sudah ada dua wilayah kecamatan kita yang terdampak kemarau kekeringan, yakni Ujung Bulu dan Bontobahari," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bulukumba, Andi Hasbullah saat dihubungi TribunBulukumba.com, Kamis (13/8/2026).
Sebagai antisipasi, BPBD koordinasi beberapa aparat desa dan kelurahan terkait kondisi tersebut.
Penanganan itu dalam hal penanganan suplai air bersih dan pencegahan kebakaran lahan.
Selain itu juga BPBD menyiapkan 1 unit mobil tangki.
Mobil tersebut disiapkan untuk menyuplai air bersih bagi masyarakat.
Kedua kecamatan itu air bersih masih tersedia dengan baik.
Namun jika kemarau berlanjut bulan depan maka air bersih diperkirakan sedang menipis bahkan ada wilayah permukiman mulai krisis.
Terpisah, Kepala Seksi Prasarana Damkar Bulukumba, Andi Baso Sullewatang juga sudah mempersiapkan empat mobil.
"Kami siapkan empat mobil pemadam siap diturunkan jika masyarakat kekurangan air bersih," kata Andi Baso Sullewatang.
Kecamatan Bontobahari memiliki jumlah penduduk 25.233 jiwa.
Sedang di daerah tersebut yang paling rawan terdampak krisis air bersih yakni Desa Bira 3.544 jiwa.
Jumlah tersebut terdiri atas 1.700 jiwa laki-laki dan 1.844 jiwa perempuan.
Sedang Kecamatan Ujung Bulu memiliki penduduk sebanyak 53.000 jiwa.
Sedang daerah yang rawan krisis air yakni Bentenge, Kassimpureng, Kampung Gadde.
Hari ini juga anggota Polres Bulukumba telah turun menyiram tanaman padi warga Dannuang, Kecamatan Ujung Loe yang mulai kekeringan. (*)