Laporan Wartawan TribunSolo.com, Erlangga Bima
TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI - Lokasi tempat Rohim (54), orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang ditemukan meninggal dunia di sebuah ladang di Wonogiri, menjalani perawatan di Desa Sendangmulyo, Kecamatan Tirtomoyo, ternyata bukan pondok pesantren (ponpes).
Kasi Pendidikan Agama Islam (Pakis) Kantor Kemenag Wonogiri Mursidi memastikan tempat tersebut tidak tercatat sebagai lembaga pondok pesantren.
Menurutnya, lokasi itu lebih tepat disebut sebagai tempat pengobatan alternatif.
"Bukan ponpes itu, sejauh ini tidak terdaftar sebagai ponpes. (Bisa dikatakan tempat pengobatan alternatif?) Iya," kata Mursidi, Rabu (12/8/2026).
Rohim sebelumnya ditemukan meninggal dunia di sebuah ladang di Dusun Bengle, Desa Temboro, Kecamatan Karangtengah, Wonogiri, Selasa (11/8/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.
Saat ditemukan warga, kedua tangannya dalam kondisi terborgol.
Baca juga: ODGJ Ditemukan Tewas Terborgol di Ladang Wonogiri, Sempat Kabur 5 Hari dari Tempat Perawatan
Sebelum ditemukan meninggal, Rohim diketahui menjalani perawatan di tempat tersebut.
Ia kemudian disebut melarikan diri dan telah berada di luar lokasi perawatan selama sekitar lima hari.
Kepala Dinas Sosial dan Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPKB P3A) Wonogiri Anton Tiyas Harjanto mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan ke sejumlah lokasi terkait keberadaan Rohim.
Petugas mendatangi rumah sakit tempat jenazah Rohim sempat berada serta lokasi tempat ia menjalani perawatan di Sendangmulyo.
"Tadi pengecekan dua lokasi. Pertama di RSUD, keluarga sudah membawa jenazah. Kemudian juga ke tempat dia dirawat di Sendangmulyo," ujar Anton.
Dari hasil pengecekan Dinsos, Rohim diketahui merupakan pasien pengobatan alternatif yang berada di sebuah majelis dzikir dan sholawat.
Rohim dibawa keluarganya ke tempat tersebut dengan harapan mendapatkan pengobatan. Di lokasi itu, petugas menemukan sekitar 15 pasien yang menjalani perawatan.
Para pasien tersebut diketahui berasal dari sejumlah daerah, tidak hanya dari Wonogiri, tetapi juga Indramayu, Jakarta dan daerah lainnya.
Baca juga: Apa itu Blubukan? Diduga Picu Kebakaran Kandang di Slogohimo Wonogiri yang Merembet ke Dapur Warga
"Ada yang ODGJ, bekas narkoba hingga kenakalan remaja," ungkapnya.
Menurut keterangan pengurus, Rohim kemudian melarikan diri dari tempat perawatan tersebut.
"Terus larinya itu ternyata sudah 5 hari dari tempat perawatan. Keterangannya begitu," jelasnya.
Terkait kondisi Rohim saat ditemukan, Anton menjelaskan pemasangan borgol disebut dilakukan atas permintaan keluarga.
Berdasarkan keterangan pengurus tempat perawatan, tindakan tersebut dilakukan karena Rohim beberapa kali mengamuk.
"Yang bersangkutan juga diketahui pernah makan singkong mentah. Pengakuan dari pengurus di sana seperti itu," ujar Anton.
Rohim diketahui telah meninggalkan tempat perawatan sekitar lima hari sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia di ladang Dusun Bengle.
Dinsos PPKB P3A Wonogiri kemudian memantau proses reunifikasi hingga jenazah Rohim diserahkan kepada keluarganya untuk dibawa pulang ke Wonosobo.
"Prinsip kami reunifikasi, dikembalikan ke keluarga. Kita harapan ke depan ada koordinasi berbagai sektor. Termasuk agar peristiwa seperti ini tidak terulang. Ini kan keluarga yang menempatkan di sana, kuasa penuh di keluarga. Bukan ODGJ terlantar," pungkas Anton. (*)