Madiun Siapkan Wisata Edukasi Hutan di Tengah Kota, Gandeng Perhutani
Wiwit Purwanto August 13, 2026 01:32 PM

 

SURYA.CO.ID MADIUN - Pemerintah Kota Madiun tengah menjajaki kerja sama dengan Perhutani untuk mengembangkan wisata edukasi pelestarian hutan di tengah kota, sekaligus membuka destinasi baru dengan memanfaatkan potensi kawasan kehutanan.

Plt Wali Kota Madiun Bagus Panuntun menindaklanjuti rencana tersebut dengan mengunjungi Kantor Perhutani Forestry Institute (PeFi) di Jalan Rimba Mulya, Kelurahan Kartoharjo, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun, Kamis (13/8/2026).

Bagus melihat kawasan Perhutani memiliki potensi wisata yang besar. Dengan luasan lahan yang tersedia, pengembangan destinasi dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, terutama yang mengedepankan edukasi kehutanan.

"Pemerintah Kota tengah melakukan pengembangan wisata, bagaimana untuk mencari titik-titik destinasi baru. Potensi Perhutani ini sangat luas dan juga pemanfaatan wisatanya juga bisa bermacam-macam. Utamanya terhadap edukasi kehutanan," kata Bagus, Kamis (13/8/2026).

Baca juga: Pegadaian dan OJK Edukasi Mahasiswa Bahas Cara Cerdas Kelola Keuangan

Dalam kunjungan tersebut, Bagus melihat sejumlah fasilitas yang dinilai dapat dikembangkan menjadi bagian dari kawasan wisata edukasi.

Menurutnya, potensi yang bisa disinergikan bukan hanya arboretum, tetapi juga kawasan hutan, fasilitas penginapan hingga lokasi yang berada di bawah pengelolaan Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH).

"Pemkot juga lagi mempersiapkan satu kawasan baru, salah satunya di seberang Perhutani," kata Bagus.

Pemkot Madiun selanjutnya berencana menyiapkan payung kerja sama melalui nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerja sama (PKS). Skema tersebut diharapkan membuat pengembangan berbagai potensi Perhutani dapat terintegrasi dengan destinasi baru yang disiapkan Pemkot Madiun.

Konsep yang diusung tidak sebatas wisata rekreasi. Pemkot ingin menjadikan kawasan tersebut sebagai ruang pembelajaran mengenai hutan dan lingkungan.

"Ya kehutanan. Jadi pengenalan terhadap pelestarian hutan yang ada di Indonesia," jelasnya.

Target pengunjung nantinya juga dibuat beragam, mulai dari anak-anak dan pelajar hingga wisatawan dewasa maupun rombongan wisata.

Baca juga: Dari Jejak Perjuangan ke Wisata Edukatif, Museum Marsinah Siap Tarik Wisatawan 

PeFi Punya 7 Hektare dan 146 Kamar

Kepala Perhutani Forestry Institute Madiun Farid Januardi menyambut positif rencana sinergi dengan Pemkot Madiun.

Menurut Farid, PeFi kini tengah bertransformasi dari pusat pelatihan internal Perhutani menjadi strategic business unit knowledge center. Perubahan tersebut membuka peluang pemanfaatan fasilitas dan pengetahuan yang dimiliki untuk masyarakat secara lebih luas.

"Ke depan kami akan menjadi semacam strategic business unit knowledge center. Jadi kami tidak hanya melayani internal, tapi termasuk bagaimana mengembangkan komersial bisnis," kata Farid.

Ia menilai konsep wisata edukasi yang ditawarkan Pemkot Madiun sejalan dengan fungsi PeFi sebagai pusat pembelajaran. Pengalaman Perhutani dalam pengelolaan hutan, pengetahuan serta sejarah kehutanan dapat dikemas menjadi materi wisata edukasi.

"Ke depan wisata edukasi yang berkaitan dengan kehutanan dan lingkungan ini yang akan kami tawarkan," ujarnya.

Selain arboretum, PeFi memiliki sejumlah fasilitas seperti guesthouse, Forest Cafe, fasilitas olahraga, aula, ruang pertemuan hingga ruang kelas.

Total kawasan PeFi Madiun mencapai hampir tujuh hektare. Di dalamnya terdapat sekitar 146 kamar serta fasilitas pertemuan dan pembelajaran. Arboretum yang berada di kawasan tersebut memiliki luasan kurang lebih setara lapangan sepak bola.

Selama ini, fasilitas tersebut lebih banyak dimanfaatkan untuk kegiatan internal Perhutani. Namun, ke depan terbuka peluang bagi masyarakat untuk mengaksesnya sebagai bagian dari pengembangan wisata edukasi sekaligus kegiatan komersial.

Farid memastikan pembukaan akses wisata nantinya tidak akan mengganggu aktivitas utama PeFi.

"Insyaallah enggak, karena konsepnya tetap edukasi. Edukasi lingkungan wisata, selaras dengan tugas kami di sini sebagai learning center," jelasnya.

Konsep tersebut sebenarnya telah berjalan. PeFi selama ini menerima kunjungan berbagai jenjang pendidikan, mulai TK, SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi.

Untuk pelajar, kegiatan dapat berupa pengenalan pengelolaan hutan dan lingkungan dengan mengunjungi arboretum serta museum kehutanan. Sedangkan mahasiswa dapat memperoleh materi yang lebih mendalam, termasuk praktik pengelolaan hutan secara langsung di lapangan.

Pengembangan kerja sama nantinya juga tidak hanya melibatkan PeFi. Farid menyebut koordinasi akan dilakukan dengan jajaran Perhutani lainnya, termasuk Administratur/Kepala Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Lawu, KPH Madiun dan KPH Saradan.

"Jadi tidak hanya kami di sini. Ada Pak ADM, ada di KPH Lawu, KPH Madiun, KPH Saradan. Nanti juga ada potensi-potensi yang mungkin bisa disinergikan untuk men-support pengembangan Kota Madiun," pungkasnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.