TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Akhirnya Camat Rancabungur, Dita Aprillia angkat bicara terkait viral tukang cukur dipaksa memasang bendera Merah Putih jelang HUT RI ke-81.
Belakangan viral rekaman saat tukang cukur bernama Nurhidayat alias Abuy diintimidasi oleh seorang pria agar memasang bendera di depan kiosnya.
Dalam perkara tersebut, Dita melayangkan permintaan maaf kepada Abuy karena sudah membuat gaduh terkait bendera.
Mendengar permintaan maaf sang camat, Abuy balik meminta maaf.
"Saya juga menghaturkan permohonan maaf apabila ada hal-hal yang kurang berkenan ya kang Abuy. Kami selaku pemerintah tentunya akan lebih meningkatkan pelayanan dan mendengarkan aspirasi warga masyarakat secara terbuka," kata Dita.
Baca juga: Sosok Camat Rancabungur Disorot Karena Paksa Tukang Cukur Pasang Bendera, Ketar-ketir Usai Viral
Sementara itu terkait dengan sosok yang mengintimidasi Abuy, Dita membongkar fakta.
Kata Dita, sosok tersebut bukanlah petugas dari Kecamatan Rancabungur.
Tapi pengintimidasi Abuy itu adalah mitra atau rekanan publikasi Kecamatan Rancabungur.
"Yang berseteru dengan tukang cukur tersebut bukanlah pegawai kecamatan, namun rekan yang bermitra untuk publikasi," kata Dita dilansir dari Kompas.com.
Lantaran viral, pengintimidasi Abuy itu kini tengah dicari oleh pihak kecamatan.
Terkait dengan hal tersebut, Abuy mengaku resah.
Sebab pria yang mengintimidasinya itu membuat nama Kecamatan Rancabungur tercemar.
"Makanya kan semua netizen tuh mengecam dia kan sekarang, nyari akun dia kan udah mencoreng nama baik kecamatan juga," ungkap Abuy.