Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengatakan para guru jenjang pendidikan SMK di Kota Tasikmalaya antusias mengikuti program Peningkatan Kompetensi bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Vokasi Tahun 2026 Angkatan 4.
Kepala Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Mesin dan Teknik Industri (BBPPMPV BMTI) Kemendikdasmen Baharudin mengatakan BMTI terus berupaya untuk meningkatkan kompetensi guru vokasi di semua daerah, tidak hanya bagi guru, tetapi juga kepala sekolah dan pengawas termasuk instruktur lembaga kursus.
“Tahun ini BMTI melatih 3.159 pendidik dan tenaga kependidikan (PTK), Insya Allah dalam tahun ini target kami bahkan mencapai lebih dari 100 persen sampai akhir tahun,” kata Baharudin dalam pernyataan tertulis di Jakarta Pusat pada Kamis.
Salah satu peserta pelatihan bernama Muhammad yang merupakan guru Desain Komunikasi Visual (DKV) di SMK Negeri 1 Tasikmalaya mengatakan senang mengikuti kegiatan pelatihan ini.
Menurut dia di era digitalisasi saat ini, penggunaan AI sangat masif sehingga guru tentunya harus mampu untuk mengikuti perkembangan teknologi.
“Di era yang luar biasa saat ini, apalagi AI ya, kadang kita hanya tahu AI tapi belum memaksimalkan teknologi ini, jadi saya sangat antusias sekali mengikuti pelatihan ini,” kata Muhammad.
Ia pun berharap agar pelatihan-pelatihan seperti ini dapat rutin dilaksanakan agar semua guru khususnya vokasi dapat mengikuti pelatihan, serta perlu adanya jenjang pelatihan untuk lebih meningkatkan penguasaan kompetensi guru vokasi.
“Memperbanyak pelatihan untuk meningkatkan SDM, tidak hanya satu kali, guru-guru yang belum itu bergiliran untuk ikut, jadi tidak hanya satu kali dan ada tingkatannya juga, mulai dari pemula hingga tingkat mahir begitu,” imbuh Muhammad.
Sejalan dengan Muhammad, Samrah Hadian Ardi yang merupakan guru DKV dari SMK Negeri 4 Tasikmalaya mengatakan pelatihan AI tersebut sangat dibutuhkan, mengingat saat ini guru memiliki peranan penting dalam mengarahkan murid untuk bijak dalam menggunakan teknologi khususnya AI.
“Pelatihan ini saya rasa sangat dibutuhkan karena sekarang zamannya teknologi berkembang apalagi sekarang itu ada AI, ini bisa membantu kita tetapi kita tetap harus bisa mengendalikan, bukan AI yang mengendalikan kita, tetapi AI yang kita mengendalikan,” kata Sam.





