SDN 85 Bengkulu Tengah Hanya Dapat 1 Murid Baru, Bupati Turun Tangan
Ricky Jenihansen August 13, 2026 02:54 PM

 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU TENGAH - Penerimaan murid baru di SD Negeri (SDN) 85 Bengkulu Tengah, Desa Talang Tengah, Kecamatan Pondok Kubang, Kabupaten Bengkulu Tengah, tahun ajaran 2026/2027 hanya mendapatkan satu siswa.

Kondisi tersebut mendapat perhatian dari Bupati Bengkulu Tengah, Rachmat Riyanto, yang sengaja mendatangi sekolah tersebut untuk melihat langsung kondisi sekolah sekaligus mencari tahu penyebab minimnya jumlah siswa baru.

Rachmat mengatakan, berdasarkan informasi yang diterimanya, hanya satu anak yang mendaftar sebagai siswa kelas I di SDN 85 Bengkulu Tengah.

Setelah melihat kondisi di lapangan, ia menilai kondisi fisik bangunan sekolah menjadi salah satu persoalan yang perlu segera dibenahi.

"Pertama, kondisi fisik SD ini sangat tidak layak untuk anak-anak kita. Itu PR pertama kita yang mungkin menyebabkan para orang tua murid ragu menaruh anaknya belajar di sini," kata Rachmat saat diwawancarai saat meninjau SDN 85 Bengkulu Tengah, Kamis (13/8/2026).

Menurutnya, kondisi bangunan yang kurang layak menjadi perhatian serius karena berkaitan dengan kenyamanan dan keamanan anak-anak selama mengikuti proses belajar mengajar.

Ia pun berencana mencari solusi untuk melakukan perbaikan terhadap kondisi fisik SDN 85 tersebut.

Perbaikan itu, kata Rachmat, dapat diupayakan melalui program revitalisasi sekolah maupun menggunakan dukungan anggaran dari APBD Kabupaten Bengkulu Tengah.

"Harapannya saya akan segera carikan solusinya. Apakah itu melalui dana revitalisasi atau memang mungkin nanti disupport oleh APBD kita. Kita usahakan untuk perbaiki ini dulu, karena ini sudah cukup rawan sekali," ujarnya.

Jumlah Anak Usia Sekolah

Selain kondisi bangunan, Rachmat juga menemukan persoalan lain yang turut memengaruhi minimnya jumlah siswa baru, yakni terbatasnya jumlah anak usia sekolah di Desa Talang Tengah.

Ia menyebut, berdasarkan informasi yang diterimanya, tahun ini hanya terdapat sekitar dua anak yang masuk usia sekolah dasar di desa tersebut.

"Usia sekolah anak-anak di Desa Talang Tengah ini sangat terbatas pada tahun ini. Anak-anak yang lahir, yang umur usia enam sampai tujuh tahun tahun ini cuma dua orang," jelasnya.

Kondisi tersebut, lanjut Rachmat, menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah.

Namun, ia menegaskan pembenahan kondisi sekolah tetap harus dilakukan agar masyarakat memiliki keyakinan untuk menyekolahkan anaknya di SDN 85.

"Jadi kita perbaiki fisiknya ini supaya orang mau benar-benar menaruh anaknya sekolah di sini. Termasuk jalannya, jalan ini kita perbaiki," tegas Rachmat.

Keterangan Kepala Sekolah

Sementara itu, Kepala SDN 85 Bengkulu Tengah, Maryono, membenarkan minimnya jumlah siswa baru tersebut.

Maryono mengatakan, dirinya baru sekitar lima bulan menjabat sebagai kepala sekolah dan sejak awal sudah melihat kondisi sekolah yang memang membutuhkan perhatian.

"Kebetulan saya menjabat di sini baru lima bulan dan memang begini kondisinya. Tentu kami prihatin dengan kondisi ini," kata Maryono.

Terkait penerimaan murid baru, pihak sekolah mengaku telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat sejak awal.

Namun, hasil pendataan menunjukkan jumlah anak yang masuk usia sekolah di Desa Talang Tengah memang sangat sedikit.

"Kami sudah melakukan sosialisasi dari awal, tapi memang usia anak sekolah di Desa Talang Tengah ini sangat minim," ujarnya.

Maryono mengatakan, pihak sekolah juga telah melakukan survei langsung ke masyarakat untuk memastikan jumlah anak yang masuk usia sekolah pada tahun 2026.

Hasilnya, hanya ditemukan dua anak yang masuk usia sekolah.

Satu anak memilih bersekolah di Desa Paku Haji karena tinggal bersama neneknya, sementara satu anak lainnya mendaftar dan bersekolah di SDN 85 Bengkulu Tengah.

"Memang kondisinya seperti itu, bukan kami mengada-ada. Memang seperti ini," tegasnya.

Gabung grup Facebook TribunBengkulu.com untuk informasi terkini

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.