Laporan Wartawan TribunGayo.com Bustami | Bener Meriah
TRIBUNGAYO.COM, REDELONG – Harga jual biji kopi Arabika Gayo (kopi cherry atau buah merah) di tingkat petani Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh, Kamis (13/8/2026), terpantau tetap tinggi.
Meski belum memasuki masa panen raya, para petani menyambut gembira kondisi harga yang cenderung stabil ini.
Berdasarkan pantauan wartawan TribunGayo.com, Bustami, di Kecamatan Wih Pesam dan Bukit, harga kopi basah kualitas petik merah berada di kisaran Rp22.000,00 hingga Rp22.500,00 per bambu.
Baca juga: Masa Panen Raya Berakhir, Harga Kopi Arabika di Aceh Tengah Justru Merosot
Berikut rincian harga komoditas kopi Arabika Gayo di tingkat petani dan pasar lokal:
Maksal, salah satu petani di Kecamatan Wih Pesam, mengonfirmasi bahwa harga jual kopi di wilayahnya masih tergolong tinggi.
“Segini harga yang saya jual kemarin di wilayah Wih Pesam. Namun, harganya bisa berbeda-beda tergantung kualitas kopi,” ujar Maksal pada Kamis (13/8/2026).
Saat ini, tanaman kopi di wilayah Bener Meriah masih dalam fase pematangan (buah hijau) dan siap dipanen dalam waktu dekat.
Maksal memperkirakan harga biji kopi berpotensi melonjak lebih tinggi pada awal musim panen nanti.
Hal senada disampaikan oleh Antoni, petani kopi dari Kecamatan Bukit.
Menurutnya, harga kopi gelondong di daerahnya bertahan di angka Rp22.500,00 per bambu.
Puncak masa panen raya di Kecamatan Bukit diperkirakan berlangsung pada Agustus hingga September 2026 mendatang.
Untuk menjaga kualitas hasil panen, para petani memberikan perawatan ekstra agar buah kopi bertahan di dahan dan tidak mudah rontok.
“Buah yang ada harus dijaga dan diberi pupuk agar kuat serta tidak mudah rontok. Musim panennya diprediksi sekitar bulan Agustus dan September 2026,” pungkas Antoni. (*)