TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Tanaman jagung di lahan 4 Polsek Babulu, Desa Babulu Darat, Kecamatan Babulu, Penajam Paser Utara (PPU), mulai dipanen.
Panen dilakukan setelah tanaman memasuki masa panen. Jagung yang telah dipetik kemudian dikumpulkan dan dijemur. Hasilnya belum langsung dipipil, karena masih menunggu kondisi jagung cukup kering untuk diproses.
Sebagai informasi, Panen jagung adalah bagian dari komitmen nyata Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan swasembada dan ketahanan pangan nasional.
Hingga pertengahan tahun 2026, Polri telah mencatatkan total capaian panen raya jagung sebesar 5,7 juta ton yang tersebar di berbagai daerah melalui pembinaan kelompok tani dan pemanfaatan lahan produktif.
Jagung dipilih oleh Polri dan Pemerintah sebagai komoditas utama ketahanan pangan karena memiliki masa panen yang cepat, adaptasi lahan yang sangat tinggi, serta nilai ekonomi yang multifungsi.
Baca juga: TKD Turun, Bupati PPU Mudyat Noor Genjot PAD: Pajak hingga Migas Mulai Dibidik
Komoditas ini menjadi pilihan paling strategis untuk mempercepat swasembada pangan nasional dalam waktu singkat
Kapolsek Babulu Iptu Andi Fatahuddin mengatakan, pengelolaan lahan tersebut merupakan bagian dari kegiatan ketahanan pangan, yang dilakukan Polsek Babulu bersama sejumlah pihak.
“Lahan ini kami kelola bersama dengan melibatkan pemerintah, penyuluh pertanian, pemilik lahan dan masyarakat,” ungkapnya pada Kamis (13/8/2026).
Andi mengatakan, pengelolaan lahan tidak hanya dilakukan pada saat panen. Perawatan tanaman hingga pengolahan hasil menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang dilakukan bersama pihak terkait.
“Setelah panen ini, jagung dijemur terlebih dahulu sebelum masuk proses pemipilan,” ujarnya.
Panen jagung tersebut dilaksanakan di lahan 4 Polsek Babulu di Desa Babulu Darat. Kegiatan dihadiri Sekcam Babulu Sajiran, S.Pd., perwakilan pemilik lahan H. Nais Adam, perwakilan Bintang Asia Suriaman, personel Polsek Babulu serta mahasiswa KKN 52 Universitas Mulawarman. (*)