Puncak Kemarau, Debit Air Baku Balikpapan Mulai Turun, PTMB Andalkan Embung dan Mobil Tangki
Miftah Aulia Anggraini August 13, 2026 03:12 PM

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN — Puncak musim kemarau mulai berdampak terhadap ketersediaan air baku di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur. 

Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) mencatat debit air di sejumlah sumber utama mulai menurun.

Meski demikian, kondisi tersebut sejauh ini belum mengganggu pelayanan kepada pelanggan.

PTMB masih mempertahankan kapasitas produksi air bersih di level 100 persen.

Baca juga: Lebih dari 1.000 Pelanggan PTMB Balikpapan Tunggak Pembayaran Air

Direktur Utama PTMB, Yudhi Saharuddin mengatakan, penurunan debit air baku sudah mulai terlihat dan defisit air mulai terjadi.

Namun, kondisinya masih dinilai dalam batas yang bisa dikendalikan.

“Sudah mulai agak turun, defisit air sudah mulai ada. Tapi penurunannya masih dalam batas wajar,” kata Yudhi.

PTMB kini mulai menghitung ulang ketersediaan air baku dengan kebutuhan pelayanan masyarakat.

Baca juga: Pipa Tua Rawan Bocor di Balikpapan Mulai Diganti Bertahap, Ini Titik Priotitas PTMB

Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi jika kemarau berlangsung lebih panjang dan tekanan terhadap sumber air semakin besar.

Salah satu sumber yang menjadi perhatian adalah Waduk Manggar.

Pengambilan air yang biasanya berada di kisaran 1.150 liter per detik berpotensi dikurangi menjadi sekitar 1.050 liter per detik.

Pengurangan pengambilan tersebut dilakukan untuk menjaga keberlanjutan sumber air baku.

Kekurangan pasokan akan diupayakan ditutup dari sumber alternatif.

Baca juga: PTMB Gandakan Kapasitas Air Baku Jadi 200 Liter per Detik untuk Balikpapan Barat dan Utara

“Kita coba maksimalkan dari embung-embung. Saya juga akan mengajukan izin produksi air dari Embung Wain dengan menggunakan IPA mobile,” ujarnya.

Penurunan debit juga terlihat dari ketinggian muka air baku.

Jika dalam kondisi normal berada di atas 10 meter, berdasarkan pemeriksaan terbaru ketinggiannya kini berada di kisaran 9 meter lebih.

Kendati kondisi air baku mulai menurun, PTMB belum mengambil keputusan untuk menurunkan kapasitas produksi.

Pelayanan kepada masyarakat masih dipertahankan seperti biasa.

Baca juga: Balikpapan Masih Butuh Tambahan Air Baku 1.000 Liter per Detik, Ini yang Dilakukan PTMB

Yudhi menegaskan, keputusan terkait produksi akan dilakukan berdasarkan hasil analisis ketersediaan air dan koordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS).

“Kalau tambahan airnya cukup dengan tangki, kita tinggal antar menggunakan tangki,” katanya.

Selain memaksimalkan sumber air alternatif, armada mobil tangki juga disiapkan sebagai langkah antisipasi apabila terjadi peningkatan kebutuhan atau pasokan dari sumber air baku semakin terbatas.

PTMB juga akan mengevaluasi pola pengambilan air bersama BWS.

Evaluasi diperlukan agar pemanfaatan air baku tetap terukur, sekaligus menjaga kondisi waduk selama puncak kemarau.

Baca juga: Distribusi Air Bersih Balikpapan Segera Normal, Rahmad Masud Ungkap Penyebab Gangguan PTMB

Yudhi mengatakan pihaknya tidak ingin mengambil keputusan secara terburu-buru, khususnya terkait pengurangan produksi.

Setiap kebijakan akan mempertimbangkan kondisi sumber air baku dan kebutuhan masyarakat.

"Dengan debit air yang mulai menurun, PTMB kini berada dalam posisi harus menjaga keseimbangan antara mempertahankan pelayanan dan memastikan cadangan air baku tetap tersedia," ungkapnya.

Puncak kemarau menjadi periode krusial bagi pengelolaan air Balikpapan.

Jika kondisi kering berlanjut, PTMB harus mengoptimalkan seluruh sumber yang tersedia agar penurunan debit tidak berujung pada gangguan pelayanan kepada pelanggan. (*) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.