Laporan Kontributor TribunPriangan.com Pangandaran, Padna
TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Nelayan hilang setelah perahu yang ditumpanginya dihantam gelombang tinggi di perairan Pos 3 Pantai Barat Pangandaran, Jawa Barat, akhirnya ditemukan pada hari keempat pencarian, Kamis (13/8/2026).
Nelayan bernama Suprianto (40), yang berprofesi sebagai tekong, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sekitar pukul 14.10 WIB.
Jenazah korban ditemukan mengambang dalam posisi terlentang di perairan Pantai Barat Pangandaran, sekitar dua kilometer dari lokasi kejadian.
Korpos SAR Pangandaran Edwin Purnama mengatakan, korban ditemukan oleh tim SAR gabungan bersama kelompok nelayan yang turut membantu operasi pencarian.
"Korban ditemukan sekitar dua kilometer dari TKP ke arah tengah laut," ujar Edwin dihubungi Tribun melalui WhatsApp, Kamis siang.
Baca juga: Pencarian Hari Ketiga Nelayan Hilang di Perairan Pangandaran Masih Nihil
Menurutnya, saat ditemukan, tubuh korban masih dalam kondisi utuh. Namun, jenazah sudah mulai mengeluarkan bau karena sudah beberapa hari berada di laut.
"Jenazah korban masih utuh, namun agak sedikit bau karena sudah lumayan lama," katanya.
Setelah berhasil dievakuasi, jenazah Suprianto langsung dibawa ke RSUD Pandega untuk menjalani proses pemulasaraan.
Setelah itu, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa ke rumah duka dan disemayamkan.
Suprianto diketahui merupakan warga Dusun Bojongsari RT 01/RW 01, Desa Babakan, Kecamatan Pangandaran.
Sebelumnya, kecelakaan laut terjadi di perairan Pos 3 Pantai Barat Pangandaran pada Senin (10/8/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.
Sebuah perahu nelayan yang membawa tujuh orang dihantam gelombang tinggi hingga mengalami kecelakaan.
Enam nelayan berhasil menyelamatkan diri dengan berenang menuju bibir pantai. Sementara Suprianto dinyatakan hilang dan kini baru ditemukan.
Dengan ditemukannya Suprianto, kini operasi pencarian terhadap nelayan yang sebelumnya dilaporkan hilang itu dinyatakan berakhir.(*)