Tim Gabungan Tangani Kebakaran Kawah Wadon di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango
ferri amiril August 13, 2026 04:35 PM

 

TRIBUNPRIANGAN.COM, CIANJUR - Penanganan kebakaran vegetasi di sekitar Kawah Wadon, kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), terus diperkuat.

 Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP) meningkatkan koordinasi, menambah personel, serta memenuhi kebutuhan logistik bagi tim yang masih melakukan penanganan dan pemantauan di lapangan.

 Kepala Balai Besar TNGGP, Sadtata Noor Adirahmanta, mengatakan hasil pemantauan terbaru menunjukkan kondisi kebakaran secara umum semakin membaik.

 Meski demikian, petugas masih menemukan sejumlah kepulan asap dan satu titik bara yang perlu dipantau.

 "Pemantauan menunjukkan terdapat empat kepulan asap yang segera ditangani oleh tim di lapangan. Selain itu, ditemukan satu titik bara pada tebing di bagian timur yang belum dapat diakses karena kondisi medan," ujar Sadtata dalam keterangannya.

Baca juga: Gunung Gede Terbakar Lagi, Kali Ini Terjadi di Kawah Wadon

 Menurutnya, titik bara tersebut berada di area yang cukup terisolasi sehingga potensi api menjalar dinilai relatif kecil.

 Untuk mengantisipasi penyebaran api, petugas juga telah membuat sekat bakar dengan lebar sekitar dua meter.

 Sekat bakar tersebut membentang dari ujung barat hingga ujung timur area yang terdampak kebakaran.

 Kendati kondisi semakin membaik, petugas tetap akan melakukan penyisiran kembali untuk memastikan area di sekitar titik bara benar-benar sudah padam.

 Tim Gabungan 27 Orang Dikerahkan
Dalam upaya memperkuat penanganan, BBTNGGP mendirikan Posko Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) yang menjadi pusat komando dan logistik di lapangan.

 Posko tersebut juga mendapat dukungan dari komunitas dan masyarakat sekitar yang turut membantu menyediakan logistik bagi petugas dan relawan.

 Selain itu, tim gabungan sebanyak 27 orang diberangkatkan untuk mendukung penanganan serta pemantauan kondisi kebakaran.

 Tim tersebut terdiri atas personel BBTNGGP, SPORC, TNI, serta masyarakat Desa Cimacan.

 "Tim ini adalah regu pertama dari lima regu yang direncanakan akan diberangkatkan secara periodik," katanya.

 Pemberangkatan regu dilakukan menyesuaikan kebutuhan dan perkembangan kondisi di lapangan.

 BBTNGGP juga mendirikan dapur umum di Pos Kandang Badak. Dapur umum tersebut disiapkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi personel yang menjalankan tugas penanganan kebakaran.

 Sadtata menegaskan seluruh langkah tersebut dilakukan agar penanganan kebakaran berlangsung secara terkoordinasi dengan dukungan sumber daya yang memadai.

 Aspek keselamatan personel yang bertugas di lapangan juga menjadi perhatian dalam setiap proses penanganan.

 BBTNGGP pun menyampaikan apresiasi kepada masyarakat, relawan, petugas lintas instansi, dan seluruh pihak yang memberikan dukungan dalam penanganan kebakaran di kawasan TNGGP.

 "Kolaborasi dan kepedulian seluruh pihak menjadi bagian penting dalam upaya bersama menjaga kawasan konservasi TNGGP," ujarnya.(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.