TRIBUNJOGJA.COM - Pernahkah Tribunners mengucapkan atau diucapkan “Break a leg!” sebelum melakukan sesuatu?
Jika mendengar dan menerjemahkan langsung, arti kalimatnya menjadi “Patahkan kakimu!”
Jika tidak mengetahui maknanya, kalimat itu akan menimbulkan perpecahan.
Dengan mengucapkan kalimat tersebut, Tribunners seolah-olah sedang menyuruh seseorang atau disuruh orang lain untuk mematahkan kakinya.
Mengerikan, bukan?
Padahal, “Break a leg” merupakan idiom berbahasa Inggris untuk menyemangati dan mendoakan keberuntungan seseorang.
Idiom “Break a leg” berarti “semoga berhasil” atau “semoga sukses”.
Idiom ini biasanya ditujukan kepada seseorang yang akan tampil di depan penonton.
Ungkapan ini banyak digunakan dalam dunia teater, pertunjukan musik, tari, hingga berbagai penampilan panggung.
Meskipun secara harfiah berarti “patahkan kaki”, maknanya sama sekali tidak berkaitan dengan mendoakan seseorang agar cedera atau menyuruh seseorang mematahkan kaki.
Justru, “Break a leg!” digunakan sebagai cara tidak langsung untuk mendoakan keberhasilan seseorang sebelum tampil di depan orang lain.
Hingga hari ini, asal-usul idiom “break a leg” belum dapat dipastikan secara resmi.
Salah satu teori yang paling populer adalah sejarah yang berkaitan di dunia teater.
Orang-orang di dunia teater percaya bahwa mengucapkan “good luck” secara langsung sebelum pertunjukan justru dapat membawa kesialan.
Oleh karena itu, para pemain menggunakan ungkapan yang berlawanan dan tidak bermakna baik, seperti “break a leg”, sebagai cara untuk menghindari nasib buruk.
Ada pula teori yang menghubungkannya dengan gerakan membungkuk setelah pertunjukan.
Jika seorang pemain mendapat banyak tepuk tangan dan dipanggil kembali ke panggung, ia akan berkali-kali membungkuk kepada penonton.
Namun, hingga hari ini, teori mengenai asal-usul tersebut masih menjadi perdebatan dan tidak ada satu penjelasan yang benar-benar terbukti.
Meskipun begitu, masyarakat di seluruh dunia sepakat menggunakan idiom ini untuk mendoakan keberuntungan atau keberhasilan orang lain.
Hari ini, idiom “break a leg” tidak hanya digunakan oleh penutur asli bahasa Inggris saja, tetapi digunakan oleh seluruh orang.
Idiom ini tidak hanya dapat diucapkan langsung, tetapi juga dapat digunakan sebagai caption, dikirim melalui chat, maupun ditulis tangan bersama hadiah kecil.
(MG Hasna Aulia Syafitri)