Usia Bukan Halangan, Henny Pangemanan Buktikan Bisa Jadi Lulusan Terbaik di STP Don Bosco Tomohon
Dewangga Ardhiananta August 13, 2026 06:22 PM

TRIBUNMANADO.CO.ID - Usia bukan alasan untuk berhenti menimba ilmu. 

Bagi Henny Pangemanan, pendidikan adalah perjalanan yang bisa ditempuh kapan saja, selama ada kemauan dan keberanian untuk berjuang.

Perempuan kelahiran Tomohon, 5 Desember 1986, ini menjadi salah satu lulusan tertua pada Sidang Senat Terbuka Wisuda Program Sarjana ke-13 Sekolah Tinggi Pastoral (STP) Don Bosco Tomohon, Kamis (13/8/2026).

Namun, usia tidak membuat langkahnya tertinggal. 

Sebaliknya, Henny berhasil membuktikan bahwa dirinya mampu bersaing dan meraih prestasi sebagai salah satu lulusan terbaik.

Bahkan menyandang predikat cum laude

Wisuda yang berlangsung di Aula Van Meurs, Paroki Trinitas Mahakudus Paslaten, Kota Tomohon, Sulawesi Utara (Sulut), menjadi puncak dari perjuangan Henny selama empat tahun menjalani pendidikan.

Masih mengenakan pakaian wisuda, Henny mengaku bahagia dan bersyukur akhirnya bisa berada di titik tersebut.

“Senang sekali karena boleh berada di titik ini. Selama empat tahun saya berjuang, akhirnya boleh berada di saat ini. Hati senang sekali,” ungkapnya.

Namun, perjalanan menuju toga bukanlah perkara mudah.

Sebagai seorang ibu dan bagian dari keluarga, Henny harus membagi waktu antara tanggung jawab pendidikan dan keluarga. 

Ia harus meninggalkan daerah untuk menjalani perkuliahan, ada konsekuensi yang harus ia terima.

Tanggung jawab terhadap keluarga, termasuk anak yang masih bersekolah, menjadi salah satu tantangan terbesar yang harus dihadapinya.

“Kalau tantangan pasti banyak. Karena kita punya keluarga, otomatis ketika tanggung jawab keluar daerah, kita harus meninggalkan keluarga. Dalam kehidupan bersama keluarga, kadang terhalang tugas-tugas,” tuturnya.

Di satu sisi, ia harus menjalankan kewajibannya sebagai mahasiswa. 

Di sisi lain, ada keluarga yang tetap membutuhkan perhatian.

Namun Henny memilih untuk terus melangkah.

Baginya, keputusan menempuh pendidikan bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga demi masa depan keluarga.

Ia rela melewati berbagai tantangan karena menyadari bahwa ilmu yang diperoleh nantinya dapat menjadi bekal untuk memberikan sesuatu yang lebih baik bagi keluarga.

Kini, setelah menyelesaikan pendidikan dan menyandang gelar sarjana, Henny sudah memiliki rencana untuk melanjutkan langkahnya di dunia kerja.

Ia mendapat tawaran untuk mengajar di sekolah, salah satunya di SD Katolik Santo Yoseph Sarongsong. 

Selain itu, terdapat pula peluang mengajar di jenjang SMA.

Bagi Henny, perjalanan pendidikannya menjadi bukti bahwa usia tidak pernah menjadi batas untuk berkembang.

“Usia memang tidak menghalangi kalau mau berjuang. Jangan pernah memandang usia. Walaupun umur 40 tahun, kita tetap bisa merasa muda bersama anak-anak muda,” katanya.

Pesan tersebut juga ia tujukan kepada generasi muda yang masih memiliki kesempatan panjang untuk menimba ilmu.

Henny berharap anak-anak muda tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk mengenyam pendidikan.

“Anak muda sekarang, kalau mau berkarya, jangan pernah takut. Harapannya ke depan, anak-anak muda harus semangat dalam kuliah atau menimba ilmu,” pesannya.

Menurut Henny, keberhasilan tidak datang dengan sendirinya. 

Dibutuhkan kemauan, usaha, dan kegigihan untuk mencapainya.

Ia pun mengajak generasi muda untuk tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan dalam pendidikan.

“Kalau kurang berusaha dan tidak giat, pasti akan sulit untuk menuju keberhasilan,” ujarnya.

Biodata singkat :

Nama lengkap: Henny Pangemanan

Tempat, tanggal lahir: Tomohon, 5 Desember 1986

Hobi: Menulis dan membaca

Facebook: Deisy Henny Pangemanan

Instagram: @Deisy0512

(TribunManado.co.id/Pet)

WhatsApp TribunManado.co.id : KLIK

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.