SURYA.CO.ID - IDSurvey terus memperkuat upaya pencegahan dan penurunan risiko stunting di Kelurahan Bidara Cina melalui program TJSL berbasis keluarga dan komunitas sejak Juli 2026, dengan melibatkan keluarga sasaran, kader Posyandu dan PKK, serta pemangku kepentingan setempat.
Di wilayah binaan IDSurvey di Kelurahan Bidara Cina, upaya pencegahan stunting diarahkan tidak hanya pada pemberian bantuan, tetapi juga pendampingan keluarga dan penguatan peran masyarakat.
Pendekatan ini melibatkan keluarga sasaran, kader Posyandu dan PKK, serta pemangku kepentingan di tingkat kelurahan.
Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk “Bidara Cina Tangguh: Pencegahan dan Penurunan Risiko Stunting” tersebut menjadi bagian dari kontribusi IDSurvey dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
Stunting masih menjadi tantangan dalam pembangunan manusia karena dapat memengaruhi pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, kesehatan, produktivitas, serta kualitas hidup anak di masa depan. Data awal dari daerah binaan IDSurvey di Kelurahan Bidara Cina juga menunjukkan masih adanya balita dengan kondisi stunting yang membutuhkan perhatian dan pendampingan lebih lanjut.
Baca juga: Lawan Stunting Pakai Singkong, Dosen Poltera Bikin Olahan Cookies Kaya Gizi dan Fiber
Fase pertama pilot intervensi berlangsung pada 14 Juli hingga 10 Agustus 2026. Pada tahap ini, IDSurvey melakukan koordinasi dengan Kelurahan Bidara Cina dan pemangku kepentingan setempat, stakeholder engagement, baseline assessment, serta pemetaan keluarga sasaran dan kader.
Rangkaian kegiatan juga dilanjutkan dengan kunjungan rumah kepada keluarga yang memiliki anak stunting serta sosialisasi program. Kegiatan sosialisasi tersebut dihadiri 37 peserta dan menjadi bagian dari penguatan pemahaman mengenai pelaksanaan program di tingkat masyarakat.
Dari fase pertama itu, IDSurvey mengidentifikasi 10 balita dengan kondisi stunting dan menetapkan 16 kader pendamping yang berasal dari Posyandu dan PKK Kelurahan. Para kader akan mendampingi keluarga sasaran melalui edukasi dan pemantauan secara berkelanjutan.
Keterlibatan kader menjadi bagian penting dalam pendekatan berbasis komunitas karena pendampingan keluarga tidak berhenti pada satu rangkaian kegiatan, tetapi diarahkan untuk berjalan secara berkelanjutan selama program berlangsung.
Memasuki fase kedua yang dimulai 10 Agustus 2026, IDSurvey melaksanakan pilot intervensi melalui pemberian makanan tambahan (PMT), sekaligus memberikan pembekalan dan pendampingan kepada para kader.
Pemberian PMT selanjutnya akan dilakukan setiap hari selama tiga bulan. Intervensi tersebut disertai sesi edukasi bagi keluarga, pendampingan melalui home visit, serta pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak secara berkala.
Baca juga: KAI Daop 8 Surabaya Perkuat UMKM Lewat Program TJSL Berkelanjutan
Rangkaian pendampingan itu diharapkan tidak hanya memberikan dukungan dalam jangka pendek, tetapi juga memperkuat kapasitas keluarga dan masyarakat dalam mencegah stunting secara berkelanjutan.
Program “Bidara Cina Tangguh” sekaligus menjadi bagian dari komitmen IDSurvey dalam mendukung agenda Asta Cita, khususnya melalui penguatan pembangunan sumber daya manusia dan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. Program ini juga mendukung pembangunan berkelanjutan serta peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Melalui program tersebut, IDSurvey berharap dapat membangun ketahanan keluarga yang lebih kuat sekaligus mendorong terbentuknya sistem pencegahan stunting yang berkelanjutan dan dapat dikembangkan di tingkat masyarakat.
Dengan semangat “Berdaya Bersama, Melayani dengan Hati,” IDSurvey berkomitmen untuk terus hadir dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Komitmen itu diwujudkan tidak hanya melalui pemberian bantuan, tetapi juga melalui proses pendampingan dan pemberdayaan yang diharapkan mampu menciptakan dampak positif dalam jangka panjang.