Bacaan untuk Orang Meninggal, sejak Fase Sakaratul Maut hingga Usai Pemakaman
Nanik Ratnawati August 13, 2026 10:30 PM

Liputan6.com, Jakarta - Bacaan untuk orang meninggal merupakan bagian penting dari rangkaian ibadah yang diajarkan Rasulullah SAW kepada umatnya. Hal ini merupakan bentuk kasih sayang, doa, sekaligus pengingat bahwa kematian adalah keniscayaan dan akan dialami tiap manusia.

Allah SWT berfirman: "Kullu nafsin dzā-iqatul maut" (Setiap jiwa pasti akan merasakan kematian) (QS. Ali Imran: 185).

Sejak fase awal, ketika seorang muslim berada dalam fase sakaratul maut, proses berpisahnya ruh dari jasad yang digambarkan dalam Al-Qur'an Surat Qaf ayat 19 sebagai "sakaratul maut dengan sebenar-benarnya", kehadiran orang-orang di sekitarnya melalui doa, talqin, dan zikir sangat memengaruhi ketenangan batinnya.

Selanjutnya saat sudah meninggal, terdapat bacaan yang perlu diucapkan oleh saudara seiman. Dra. Hj. Rahmiati, M.Ag dalam Tuntunan Praktis Penyelenggaraan Jenazah memerinci amalan-amalan pendampingan yang perlu dilakukan.

Merangkum berbagai sumber kredibel, berikut ini adalah bacaan untuk orang meninggal, sejak fase sakaratul maut, penyelenggaraan jenazah hingga usai pemakaman.

Bacaan untuk Orang Meninggal Teks Arab, Latin dan Artinya

1. Bacaan Talqin: Kalimat Syahadat

Talqin secara bahasa berarti tafhim (memberikan pemahaman) atau mengajari. Dalam istilah agama, talqin berarti mengajari seseorang yang sedang sekarat agar membaca kalimat tauhid. Berikut bacaan talqin yang diajarkan kepada orang yang sedang sakaratul maut:

- Kalimat Tauhid (Syahadat)

Arab: لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ

Latin: Lā ilāha illallāh

Artinya: "Tidak ada Tuhan selain Allah."

Rasulullah SAW bersabda: "Talqinkanlah orang-orang yang hendak meninggal dunia (di antara) kalian La ilaha illa Allah." (HR. Muslim). Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW juga bersabda: "Siapa saja yang ucapan terakhirnya 'Lâ ilâha illallâh', masuk surga".

Ibnu Hajar dalam Fathul Bari menegaskan bahwa penuntunan dua kalimat syahadat ini bertujuan agar tauhid menjadi lisan terakhir yang terucap. Talqin dilakukan dengan cara membisikkan kalimat syahadat secara perlahan di telinga orang yang sedang sekarat tanpa memaksa.

- Dua Kalimat Syahadat Lengkap

Bagi yang belum masuk Islam atau untuk kesempurnaan, diajarkan dua kalimat syahadat:

Arab: أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ

Latin: Asyhadu an lā ilāha illallāh wa asyhadu anna Muhammadar rasūlullāh

Artinya: "Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah."

2. Bacaan Surah Yasin

Disunnahkan membacakan seluruh Surah Yasin di sisi orang yang sedang sakaratul maut.

Rasulullah SAW bersabda: "Bacakanlah surah Yasin kepada orang yang sedang sekarat di antara kalian" (HR. Ibnu Hiban, Ahmad, Abu Dawud, an-Nasa'i, dan Hakim). Dalam riwayat lain: "Tidak seorang pun akan mati, lalu dibacakan Yasin di sisinya (maksudnya sedang naza') melainkan Allah akan memudahkan (kematian itu) atasnya" (HR. Abu Nu'aim).

Imam Abu Hatim memberi keterangan bahwa maksud kata mauta di dalam hadis tersebut adalah orang-orang yang sedang menghadapi kematian. Membacakan Yasin di sisi orang yang menghadapi maut dapat meringankan sakaratul maut.

3. Bacaan Surah Ar-Ra'd

Sebagian ulama tabi'in turut mensunnahkan pembacaan Surah Ar-Ra'd untuk memberikan kelancaran proses kematian.

4. Doa agar Sakaratul Maut Ringan

Doa Memohon Kemudahan Sakaratul Maut

Arab: اَللَّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا فِيْ سَكَرَاتِ الْمَوْتِ

Latin: Allāhumma hawwin 'alaynā fī sakarātil maut

Artinya: "Ya Allah, mudahkanlah bagi kami dalam menghadapi sakaratul maut."

Doa Memohon Pertolongan menghadapi Sakaratul Maut

Arab: اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى غَمَرَاتِ الْمَوْتِ وَسَكَرَاتِ الْمَوْتِ

Latin: Allāhumma a-'innī 'alā ghamarātil mauti wa sakarātil mauti

Artinya: "Ya Allah, tolonglah aku dalam menghadapi rasa sakit kematian dan sakaratul maut."

Imam Al-Ghazali dalam Ihya' Ulumuddin mencatat bahwa Rasulullah SAW mengajarkan doa agar diberikan kemudahan dari rasa sakit sakaratul maut. Nabi Isa AS juga pernah berkata: "Wahai murid-muridku berdoalah kepada Allah SWT agar Dia berkenan memberimu kemudahan saat menghadapi sakaratul maut".

5. Bacaan Talqin Setelah Jenazah Dimakamkan

Setelah jenazah dimakamkan, disunnahkan untuk membacakan talqin dengan susunan berikut:

Arab: لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ المُلْكُ وَلَهُ الحَمْدُ يُحْيِى وَيُمِيْتُ، وَهُوَ حَيٌّ دَائِمٌ لَا يَمُوْتُ، بِيَدِهِ الخَيْرُ يَفْعَلُ مَا يَشَاءُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ المَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُوْرَكُمْ يَوْمَ القِيَامَةِ، فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ، وَمَا الحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الغُرُوْرِ

Latin: Lā ilāha illallāhu wahdahū lā syarīka lahū, lahul mulku wa lahul hamdu yuhyī wa yumītu, wa huwa dā'imun lā yamūtu, bi yadihil khayru, yaf'alu mā yasyā'u, wa huwa 'alā kulli syay'in qadīrun. Kullu nafsin dzā'iqatul mawti, wa innamā tuwaffawna ujūrakum yaumal qiyāmati, fa man zuhziha anin nāri wa udkhilal jannaha fa qad fāza, wa mal hayātud duniyā illā matā'ul ghurūri

Artinya: "Tiada Tuhan selain Allah, tiada patut ada sekutu bagi-Nya. Hanya Dia yang berhak menerima pujian, Dia yang menghidupkan dan mematikan, dan Dia hidup kekal tidak pernah mati. Di tangan-Nya segala kebaikan, Dia berbuat apa yang Dia kehendaki, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Setiap jiwa pasti merasakan kematian, dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan."

6. Bacaan Talqin dengan Menyebut Nama Jenazah

Arab: يَا فُلَانَ بْنَ فُلَانٍ، اذْكُرْ مَا خَرَجْتَ عَلَيْهِ مِنَ الدُّنْيَا: شَهَادَةُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

Latin: Yā fulāna bna fulān, udzkur mā kharajta 'alaihi minad dunyā: syahādatu an lā ilāha illallāhu wahdahū lā syarīka lah, wa anna Muhammadan 'abduhū wa rasūluh

Artinya: "Wahai Fulan bin Fulan, ingatlah apa yang engkau tinggalkan dari dunia: persaksian bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, tiada sekutu bagi-Nya, dan bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya."

Hikmah Bacaan untuk Orang Meninggal

1. Membantu Mencapai Husnul Khatimah

Tujuan utama dari bacaan-bacaan ini adalah agar orang yang meninggal dapat mengakhiri hidupnya dengan husnul khatimah. Dengan kalimat tauhid sebagai ucapan terakhir, dijamin masuk surga.

2. Melindungi dari Godaan Setan

Pada saat sakaratul maut, setan akan berusaha menggoda agar seseorang mati dalam keadaan kafir. Bacaan talqin, zikir, dan Al-Qur'an menjadi benteng spiritual yang melindungi dari godaan tersebut.

3. Meringankan Sakaratul Maut

Membacakan Yasin dan Surah Ar-Ra'd serta memperbanyak zikir dapat meringankan penderitaan sakaratul maut.

4. Memberikan Ketenangan Batin

Kehadiran keluarga, bacaan Al-Qur'an, dan zikir dapat menciptakan suasana yang tenang dan penuh berkah, sehingga orang yang sakaratul maut merasa lebih damai.

5. Menjadi Amal Jariyah bagi Pendamping

Orang yang membacakan doa dan Al-Qur'an untuk orang yang meninggal akan mendapatkan pahala dari Allah SWT.

Pertanyaan Seputar Doa Orang Meninggal 

1. Apa bacaan yang harus dibacakan untuk orang yang sedang sakaratul maut?

Bacaan yang harus dibacakan adalah kalimat syahadat (Lā ilāha illallāh) sebagai talqin, Surah Yasin, dan doa-doa seperti "Allāhumma hawwin 'alaynā fī sakarātil maut" serta "Allāhumma a-'innī 'alā ghamarātil mauti wa sakarātil mauti".

2. Apakah boleh membacakan Yasin untuk orang yang sakaratul maut?

Membacakan Yasin untuk orang yang sakaratul maut hukumnya sunnah dan sangat dianjurkan. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah SAW: "Bacakanlah surah Yasin kepada orang yang sedang sekarat di antara kalian" (HR. Ibnu Hiban).

3. Apa itu talqin dan bagaimana cara membacakannya?

Talqin adalah mengajari atau menuntun seseorang yang sedang sekarat untuk membaca kalimat tauhid "Lā ilāha illallāh". Caranya dengan mendekatkan mulut ke telinga orang yang sedang sekarat dan membisikkan kalimat tersebut dengan suara lembut tanpa memaksa.

4. Apa doa agar sakaratul maut terasa ringan?

Doa yang diajarkan Rasulullah SAW agar sakaratul maut terasa ringan adalah: "Allāhumma hawwin 'alaynā fī sakarātil maut" (Ya Allah, mudahkanlah bagi kami dalam menghadapi sakaratul maut) dan "Allāhumma a-'innī 'alā ghamarātil mauti wa sakarātil mauti" (Ya Allah, tolonglah aku dalam menghadapi rasa sakit kematian dan sakaratul maut).

5. Kapan waktu yang tepat untuk membacakan talqin?

Talqin dibacakan saat seseorang sedang dalam keadaan sakaratul maut (menjelang ajal) dengan membisikkan kalimat syahadat. Setelah jenazah dimakamkan, talqin juga disunnahkan dibacakan di sisi kubur.

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.