TRIBUNMATARAMAN.COM, KEDIRI – Pemerintah Kota Kediri terus mempercepat pembenahan Stadion Brawijaya untuk memastikan stadion kebanggaan warga tersebut tetap menjadi kandang resmi Persik Kediri pada kompetisi Super League 2026/2027.
Langkah ini dilakukan menyusul sejumlah catatan dan rekomendasi dari I League yang harus dipenuhi agar Stadion Brawijaya tetap layak digunakan sebagai venue pertandingan sepak bola profesional.
Pembenahan tidak hanya menyasar aspek administrasi, tetapi juga berbagai fasilitas utama yang berhubungan langsung dengan kenyamanan pemain, ofisial, dan suporter. Pemkot Kediri bersama manajemen Persik Kediri kini bekerja secara bertahap untuk menyelesaikan seluruh kebutuhan tersebut.
Salah satu fokus utama perbaikan berada pada sektor lapangan. Berbagai pekerjaan perawatan seperti top dressing, pemupukan, penyiraman, hingga pemotongan rumput dilakukan secara intensif guna meningkatkan kualitas permukaan lapangan.
Baca juga: Kisah Haru Marvel di Kediri, Bocah 11 Tahun Rawat Ibu Sakit Seorang Diri, Dapat Perhatian Mas Dhito
Selain itu, penggantian pagar pembatas antara tribun penonton dan area pertandingan juga mulai dilakukan. Perbaikan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan standar keamanan stadion sesuai rekomendasi operator liga.
Penjabat Sekretaris Daerah Kota Kediri, Endang Kartika Sari, menegaskan bahwa pembenahan Stadion Brawijaya merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendukung Persik Kediri.
"Pembenahan Stadion Brawijaya ini merupakan komitmen Mbak Wali dan Pemerintah Kota Kediri untuk terus mendukung Persik Kediri. Harapannya, Stadion Brawijaya dapat menjadi home base yang nyaman dan representatif bagi Persik sekaligus memberikan pengalaman yang baik bagi para suporter," kata Endang, Kamis (13/8/2026).
Menurutnya, seluruh proses perbaikan dilakukan berdasarkan hasil evaluasi dan rekomendasi dari I League. Karena itu, setiap pekerjaan yang dilaksanakan mengacu pada standar yang telah ditetapkan untuk penyelenggaraan kompetisi profesional.
Endang menjelaskan, perawatan lapangan telah berjalan lebih dulu, sedangkan penggantian pagar dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan di lapangan. Pemkot Kediri juga terus berkoordinasi dengan manajemen Persik agar seluruh pekerjaan dapat selesai sesuai target.
Tak hanya itu, pembenahan juga akan menyentuh area tribun penonton melalui pemasangan kursi tunggal atau single seat. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan penonton sekaligus memenuhi standar stadion modern.
"Sejumlah pembenahan terus kami kebut bersama dengan Persik Kediri. Sedangkan untuk perawatan lapangan akan terus secara rutin kami lakukan hingga selesainya pertandingan liga," ungkap Endang.
Sebagai bagian dari peningkatan fasilitas stadion, Pemkot Kediri juga berencana menambah lampu penerangan pada tahun ini. Penambahan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pencahayaan, terutama untuk pertandingan yang berlangsung pada malam hari.
Sementara itu, Direktur Utama Persik Kediri, Souraiya Farina, menyambut positif langkah pembenahan yang dilakukan pemerintah daerah. Menurutnya, sinergi antara klub dan pemilik stadion menjadi faktor penting untuk memenuhi seluruh catatan dari operator kompetisi.
"Kita akan memenuhi catatan yang diberikan oleh I League. Tentunya kita harus bersinergi dengan stakeholder, dalam hal ini pemilik stadion, yaitu Pemerintah Kota Kediri," kata Farina.
(Lutfi Husnika/tribunmataraman.com)