Pemkab Muba Berharap Jalan Tol Betung-Jambi Dipercepat, Kemacetan Semakin Sering di Jalintim
Refly Permana August 13, 2026 10:27 PM

 

SRIPOKU.COM, SEKAYU - Kemacetan yang kerap terjadi di Jalan Lintas Timur (Jalintim), khususnya di wilayah Jalan Lintas Timur (Jalintim) mulai Bayung Lencir hingga Babat Supat mendorong Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) meminta percepatan pembangunan jalan tol Betung-Bayung Lencir agar dapat segera dipercepat.

‎‎Berdasarkan informasi, hampir setiap hari kondisi Jalintim Palembang-Jambi mengalami kemacetan cukup serius. 
Tidak ada penyebab pasti kemacetan, namun karena tingginya volume kendaraan yang datang dari Jambi maupun sebaliknya dari Palembang.

‎Kemacetan bahkan bertambah parah jika ada insiden kecelakaan lalu lintas yang membuat jalan macet hingga puluhan kilometer. Dari data terbaru perbaikan jalan di KM 17 Banyuasin menjadi salah penyumbang kemacetan parah.

Baca juga: Suami Siri Inara Rusli Banting Stir Jualan Sayur, Diisukan Bangkrut Usai Dicerai Mawa, Nafkah Macet

Volume Kendaraan Hingga Ganti Rugi

‎Camat Sungai Lilin Yuliarto mengatakan, volume kendaraan di Jalintim terus meningkat. Kepadatan semakin terasa karena aktivitas masyarakat di sekitar Pasar Sungai Lilin yang berlangsung setiap hari.

‎‎"Kita minta progres tol tersebut dipercepat dan segera difungsionalkan. Karena Lintas Timur ini volume kendaraan terus meningkat dan sangat-sangat padat, terutama aktivitas masyarakat seperti Pasar Sungai Lilin. Setiap hari itu macet karena aktivitas yang selalu padat," kata Yuliarto.

‎Disinggung mengenai progres pembangunan tol di wilayah Sungai Lilin masih menghadapi kendala pembebasan lahan.

Di Desa C2 masih terdapat satu bidang lahan yang terkendala persoalan pergantian tanam tumbuh, sedangkan pembebasan lahan di Desa C3 telah selesai dan pembangunan mulai berjalan.

‎‎"Untuk progres di Sungai Lilin ini masih terganjal pembebasan lahan. Persoalan harga menjadi salah satu kendala di Desa C2. Pemilik lahan meminta nilai yang diberikan tidak berbeda dengan wilayah lainnya, mereka minta disamakan. Jangan ada perbedaan teknis dan nonteknis," ungkapnya.

Progres Pembebasan Lahan Capai 70 Persen

‎Sementara itu, Wakil Bupati Muba Abdur Rohman Husen mengatakan pembebasan lahan menjadi salah satu tugas yang diberikan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) kepada Pemkab Muba. 

Ia menyebut persoalan yang ditemukan tidak hanya mengenai harga tanah, tetapi juga tanam tumbuh.

‎‎"Kita diberi tugas oleh KSP soal pembebasan lahan. Di antaranya ada yang tidak setuju harga, kemudian persoalan tanam tumbuh. Begitu ditugaskan kepada kami, semuanya kami sisir dan saya panggil semua stakeholder," kata Abdur Rohman.

‎‎Menurutnya, berbagai persoalan pembebasan lahan ditemukan mulai dari Betung hingga Bayung Lencir. Pemkab Muba bersama stakeholder terkait kemudian menyelesaikannya secara bertahap.

‎‎"Permasalahan terjadi masing-masing dari Betung sampai Bayung Lencir. Semua permasalahan ini satu per satu kita selesaikan. Progresnya sudah 70 persen, tinggal 30 persen," ujarnya.

‎‎Dari sisa tersebut, sekitar 20 persen berada di kawasan dan 10 persen merupakan lahan milik masyarakat. Abdur Rohman optimistis persoalan pembebasan lahan dapat segera diselesaikan.

‎‎"20 persennya berada di kawasan dan 10 persen milik warga. Insya Allah tidak lama lagi akan selesai," katanya.

‎‎Lambatnya pembebasan lahan salah satunya dipengaruhi persoalan kesepakatan harga. Masyarakat membandingkan nilai yang mereka terima dengan nilai ganti kerugian di wilayah lain.

‎‎"Karena kesepakatan harga. Masyarakat ini sudah tahu harga. Contoh di Bayung harganya berapa, tiba-tiba di Sungai Lilin hanya mendapatkan berapa, itu salah satu menjadi persoalan. Yang melakukan penilaian tersebut KJPP," jelasnya.

‎‎Tim Pemkab Muba juga telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat selama sekitar 20 hari untuk menginventarisasi berbagai persoalan yang muncul dalam proses pembebasan lahan.

"Tim kita juga telah melakukan sosialisasi sampai 20 hari, dan masyarakat memiliki banyak persoalan," ujarnya.

‎‎Abdur Rohman menilai percepatan pembangunan tol sangat penting bagi Muba karena daerah tersebut memiliki aktivitas ekonomi dan produksi hasil bumi yang tinggi, termasuk komoditas sawit.

‎‎"Kalau untuk urgensi, di Muba banyak hasil bumi, seperti sawit dan lainnya. Kalau menurut saya sangat penting dan segera," katanya.

‎‎Pemkab Muba berharap jalan tol tersebut dapat mulai difungsionalkan pada akhir 2027, meskipun pekerjaan finishing belum seluruhnya rampung. 

Pemkab Muba, terus berkoordinasi dengan PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) terkait percepatan pembangunan.

‎"Kalau menurut saya sangat penting dan segera. Kalau bisa 2027 akhir bisa fungsional walaupun belum finishing. Kita terus berprogres kepada PT HKI dan semuanya berespon dengan baik," tutupnya.

Baca juga: Macet di Sembawa KM 25 Jalintim Palembang-Banyuasin, Truk Bermuatan Penuh Patah As Roda

‎Jalan Tol Betung-Jambi Sudah Mendesak

‎Wakil Ketua Komisi I DPRD Musi Banyuasin (Muba), Andri Septa mengatakan pembangunan jalan tol Betung-Jambi sudah menjadi kebutuhan mendesak mengingat volume kendaraan yang melintas dari Bayung Lencir menuju Palembang maupun sebaliknya semakin tinggi, sementara kapasitas ruas jalan yang tersedia saat ini dinilai tidak lagi sebanding dengan jumlah kendaraan.

‎‎"Memang sudah urgensi jalan tol itu, mengingat jumlah kendaraan saat ini dari Bayung Lencir-Palembang atau sebaliknya sudah tidak sesuai lagi dengan ruas jalan yang ada saat ini," kata Andre.

Kondisi tersebut juga diperparah dengan sejumlah kejadian di sepanjang Jalintim, seperti kecelakaan maupun kendaraan mengalami kerusakan. Kondisi itu kerap menimbulkan antrean dan memperparah kemacetan.

‎‎"Apalagi sepanjang jalan tersebut sering terjadi kecelakaan atau kendaraan yang rusak yang menambah penyebab kemacetan yang sering terjadi," ujarnya.

‎‎Terkait progres pembangunan, Andre menyebut berdasarkan informasi yang diketahuinya, ruas tol Palembang-Kapal Betung saat ini telah mencapai sekitar 90 persen. Sementara ruas Betung-Jambi progresnya berada di kisaran 65 persen.

‎‎"Untuk jalan tol Palembang-Kapal Betung itu progresnya sudah mencapai 90 persen. Untuk jalan tol Betung-Jambi progresnya sekitar 65 sampai 70 persen," ujarnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.