Penjelasan Lengkap Kategori Desil 1-10 untuk Cek Bansos, Viral Gaji Pas-pasan Tapi Masuk Desil 10
Putra Dewangga Candra Seta August 13, 2026 11:05 PM

 

SURYA.co.id – Pemerintah tengah menyiapkan pembatasan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite bagi masyarakat yang masuk dalam desil 9 dan 10.

Rencana tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam rapat koordinasi yang dihadiri Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (11/8/2026).

Pembatasan itu belum akan langsung diterapkan karena pemerintah masih menyiapkan sistem dan mekanisme pelaksanaannya. Pemerintah menyebut penerapan kebijakan tersebut nantinya dilakukan secara bertahap.

Salah satu istilah yang kembali menjadi perhatian publik dalam rencana tersebut adalah desil. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan posisi kesejahteraan sosial dan ekonomi sebuah keluarga dalam basis data pemerintah. Dengan sistem desil, masyarakat dikelompokkan ke dalam 10 tingkatan berdasarkan kondisi sosial dan ekonomi.

Artinya, posisi desil tidak sekadar menunjukkan angka, tetapi juga menggambarkan posisi relatif sebuah keluarga dibandingkan kelompok masyarakat lainnya. Pemahaman mengenai arti setiap desil menjadi penting karena data tersebut digunakan sebagai salah satu dasar penentuan sasaran sejumlah program pemerintah.

Pemerintah Bahas Pembatasan Pertalite untuk Desil 9 dan 10

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pemerintah tengah membahas kemungkinan pembatasan subsidi Pertalite bagi kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan lebih tinggi.

“Jadi tadi kita bahas kemungkinan implementasi pembatasan subsidi Pertalite untuk yang tingkat atas, mungkin yang desil 9-10,” ujarnya, dikutip dari Kompas.com, Selasa (11/8/2026).

Meski demikian, Purbaya menegaskan kebijakan tersebut belum akan langsung diberlakukan dalam waktu dekat. Pemerintah masih mempersiapkan sistem dan mekanisme agar pembatasan subsidi dapat diterapkan secara bertahap dan tepat sasaran.

Rencana tersebut membuat istilah desil kembali banyak diperbincangkan. Lantas, apa arti desil 1 sampai desil 10 dan bagaimana posisi masing-masing kelompok dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN)?

Apa Itu Desil dalam DTSEN?

Desil merupakan pengelompokan keluarga berdasarkan tingkat kesejahteraan sosial dan ekonomi yang tercatat dalam DTSEN.

Penentuan posisi tersebut mempertimbangkan berbagai indikator sosial dan ekonomi, antara lain:

  • Pekerjaan;
  • Pendidikan;
  • Kondisi tempat tinggal;
  • Daya listrik; dan
  • Kepemilikan aset.

Berdasarkan Keputusan Menteri Sosial (Kepmensos) Nomor 22/HUK/2026, peringkat kesejahteraan dalam DTSEN dibagi menjadi 10 kelompok atau desil.

Setiap desil mewakili sekitar 10 persen kelompok masyarakat berdasarkan tingkat kesejahteraannya. Semakin kecil angka desil, semakin rendah posisi kesejahteraannya. Sebaliknya, semakin besar angka desil, semakin tinggi posisi kesejahteraannya.

Makna Desil 1: 10 Persen dengan Kesejahteraan Terendah

Desil 1 merupakan kelompok 10 persen masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling rendah dalam pengelompokan DTSEN.

Kelompok ini berada pada posisi paling bawah dalam pemeringkatan kesejahteraan. Karena itu, desil 1 menjadi salah satu kelompok yang memiliki prioritas tinggi dalam sejumlah program perlindungan sosial.

Namun, masuk desil 1 tidak otomatis berarti seseorang pasti menerima seluruh bantuan pemerintah. Setiap program memiliki persyaratan dan kriteria penerima masing-masing.

Makna Desil 2: Kelompok 10-20 Persen Terbawah

Desil 2 mencakup kelompok masyarakat yang berada pada rentang 10 hingga 20 persen dalam pemeringkatan kesejahteraan.

Posisinya berada satu tingkat di atas desil 1. Meskipun demikian, kelompok ini masih termasuk dalam kelompok dengan tingkat kesejahteraan relatif rendah.

Desil 1 dan 2 juga menjadi bagian dari kelompok yang umumnya menjadi sasaran utama berbagai program perlindungan sosial sesuai ketentuan masing-masing program.

Makna Desil 3: Kelompok 20-30 Persen

Desil 3 menunjukkan kelompok masyarakat yang berada pada posisi 20 hingga 30 persen dalam pemeringkatan kesejahteraan.

Kelompok ini masih berada pada bagian bawah distribusi kesejahteraan. Karena itu, desil 3 juga dapat menjadi sasaran sejumlah program bantuan pemerintah apabila memenuhi kriteria yang telah ditetapkan.

Makna Desil 4: Kelompok 30-40 Persen

Desil 4 merupakan kelompok masyarakat yang berada pada rentang 30 hingga 40 persen.

Kelompok ini masih masuk dalam tingkatan kesejahteraan yang relatif rendah dibandingkan kelompok di atasnya.

Dalam sejumlah program sosial, desil 4 masih termasuk kelompok yang dapat menjadi sasaran bantuan. Salah satunya Program Keluarga Harapan (PKH), yang berdasarkan ketentuan yang disebutkan dalam data tersebut menyasar desil 1 hingga 4.

Makna Desil 5: Kelompok 40-50 Persen

Desil 5 berada di tengah pemeringkatan, yakni kelompok masyarakat pada rentang 40 hingga 50 persen.

Posisi ini menunjukkan kelompok yang berada di sekitar titik tengah distribusi kesejahteraan. Desil 5 masih termasuk dalam cakupan sejumlah program perlindungan sosial tertentu.

Makna Desil 6: Kelompok 50-60 Persen

Desil 6 mencakup masyarakat yang berada pada rentang 50 hingga 60 persen dalam pemeringkatan kesejahteraan.

Dengan posisi tersebut, kelompok desil 6 berada di atas titik tengah distribusi. Namun, angka desil tidak dapat digunakan sendirian untuk menyimpulkan kondisi ekonomi seseorang secara mutlak.

Data desil merupakan hasil pengelompokan berdasarkan indikator sosial dan ekonomi yang digunakan dalam DTSEN.

Makna Desil 7: Kelompok 60-70 Persen

Desil 7 menunjukkan kelompok masyarakat yang berada pada rentang 60 hingga 70 persen.

Posisinya lebih tinggi dibandingkan desil 1 hingga 6. Semakin tinggi posisi desil, semakin tinggi pula posisi relatif kesejahteraan keluarga dalam pemeringkatan DTSEN.

Meski demikian, posisi desil tetap perlu dipahami sebagai bagian dari sistem pendataan, bukan sebagai label permanen terhadap kondisi seseorang.

Makna Desil 8: Kelompok 70-80 Persen

Desil 8 merupakan kelompok masyarakat yang berada pada rentang 70 hingga 80 persen.

Kelompok ini termasuk bagian masyarakat dengan tingkat kesejahteraan relatif lebih tinggi dibandingkan desil 1 hingga 7.

Posisi desil 8 juga menunjukkan bahwa data DTSEN tidak hanya digunakan untuk mengidentifikasi kelompok masyarakat yang membutuhkan perlindungan sosial, tetapi juga untuk memetakan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat secara lebih luas.

Makna Desil 9: Kelompok 80-90 Persen

Desil 9 mencakup kelompok masyarakat yang berada pada rentang 80 hingga 90 persen dalam pemeringkatan kesejahteraan.

Dalam konteks rencana pembatasan Pertalite, desil 9 menjadi salah satu kelompok yang disebut pemerintah sebagai kelompok dengan tingkat kesejahteraan lebih tinggi.

Namun, posisi desil 9 tidak otomatis berarti seluruh anggota keluarga dalam kelompok tersebut memiliki kondisi ekonomi yang sama. Pengelompokan tetap didasarkan pada indikator yang digunakan dalam DTSEN.

Makna Desil 10: 10 Persen dengan Kesejahteraan Tertinggi

Desil 10 merupakan kelompok 10 persen masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling tinggi dalam pemeringkatan DTSEN.

Kelompok ini berada di posisi paling atas dibandingkan sembilan kelompok desil lainnya.

Karena itu, dalam pembahasan mengenai penyaluran subsidi, desil 10 dipandang sebagai salah satu kelompok yang memiliki kemampuan ekonomi relatif lebih tinggi sehingga menjadi bagian dari kelompok yang dikaji untuk pembatasan subsidi Pertalite.

Cara cek desil di Cek Bansos

Masyarakat dapat mengecek informasi desil dan status bantuan sosial melalui aplikasi maupun situs resmi Cek Bansos. Mengacu pada unggahan akun resmi @kemensosri pada 22 Februari 2026, pengecekan melalui aplikasi Cek Bansos dapat dilakukan dengan memasukkan NIK atau nama sesuai KTP, kemudian memilih wilayah domisili dan menekan tombol “Cek”. Masyarakat juga dapat menggunakan fitur usul dan sanggah apabila menemukan data yang dianggap tidak sesuai.

Sementara itu, pengecekan melalui situs Cek Bansos dapat dilakukan dengan langkah berikut:

  • Masukkan NIK sesuai KTP.
  • Masukkan kode yang muncul di layar.
  • Pilih opsi “Cari Data”.

Gaji Pas-pasan Masuk desil 10

Kata kunci Desil 10 mendadak jadi perbincangan di lina masa (X dan Threads), setelah banyak orang mencari posisi ekonomi dan kesejahteraan mereka dalam data resmi pemerintah.

Tak sedikit warganet terkejut ketika hasil pengecekan di website resmi DTSEN BPS atau lewat portal Cek Bansos Kemensos, menunjukkan mereka masuk Desil 10.

Padahal, merasa pengasilannya pas-pasan, tapi justru satu desil dengan konglomerat.

Ada juga ibu rumah tangga yang masuk Desil 9, padahal dia dan suami masih menumpang di rumah orang tua dan tak punya mobil.

"Bu/Pak, mon maap ini saya pengangguran, gak punya penghasilan, kok bisa2nya masuk desil 9? Suami juga sama. Jangankan mobil, rumah aja masih numpang orang tua. Bisa-bisanya masuk kategori orang kaya," tulis akun @its*****.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.