Puan Pastikan Aksi Joget DPR Jadi Evaluasi Jelang Sidang Tahunan
Joanita Ary August 13, 2026 10:35 PM

WARTAKOTALIVECOM, Jakarta -- Ketua DPR RI Puan Maharani memastikan anggota DPR akan lebih menjaga sikap dan mengikuti Sidang Tahunan MPR-DPR-DPD RI 2026 dengan khidmat.

Sikap tersebut menjadi bagian dari evaluasi setelah aksi sejumlah anggota DPR berjoget saat sidang tahunan tahun lalu menuai sorotan publik.

Sidang Tahunan MPR-DPR-DPD RI dijadwalkan berlangsung di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026), menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Puan mengatakan pengalaman pada sidang tahun sebelumnya menjadi bahan introspeksi bagi seluruh anggota dewan.

Ia berharap suasana sidang tahun ini dapat berlangsung lebih tertib sehingga seluruh peserta dapat berkonsentrasi mengikuti rangkaian agenda kenegaraan.

"Jadi insyaallah nanti pada hari H kami semua akan tentu saja akan lebih introspeksi, lebih khidmat, lebih akan lebih bisa menjaga diri kami untuk bisa lebih fokus dalam mengikuti acara kenegaraan tersebut," kata Puan, Rabu (12/8/2026).

Puan menyinggung kembali aksi sejumlah anggota DPR yang berjoget setelah mendengarkan pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan 2025.

Momen tersebut sempat menjadi perhatian luas dan mendapat kritik karena dinilai tidak mencerminkan suasana sidang kenegaraan.

Menurut Puan, aksi tersebut pada awalnya merupakan spontanitas anggota dewan yang merasa gembira setelah mendengarkan pidato Presiden mengenai Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN).

"Dalam menyambut hari kemerdekaan harusnya kan kita bisa menyambutnya dengan gembira ya. Waktu itu kan sebenarnya itu spontan itu kita karena memang merasa gembira," ujar Puan.

Namun, ia mengakui bahwa ekspresi kegembiraan tersebut kemudian mendapatkan respons negatif dari sejumlah kalangan.

Polemik itu bahkan muncul di tengah meningkatnya ketegangan sosial dan gelombang demonstrasi besar-besaran yang berlangsung pada Agustus 2025.

Karena itu, Puan menegaskan kegembiraan dalam menyambut momentum kemerdekaan tidak berarti anggota DPR bebas mengabaikan suasana dan etika dalam forum kenegaraan.

Menurut dia, perayaan kemerdekaan tetap dapat dilakukan dengan penuh suka cita, tetapi harus disertai dengan sikap yang lebih proporsional serta menghormati jalannya persidangan.

Pernyataan Puan tersebut sekaligus menjadi sinyal bahwa DPR berupaya menghindari terulangnya polemik serupa dalam Sidang Tahunan 2026.

Evaluasi terhadap perilaku anggota dewan menjadi penting karena setiap gerak-gerik anggota DPR dalam forum kenegaraan mendapat perhatian publik.

Sidang Tahunan MPR merupakan salah satu agenda penting dalam kalender ketatanegaraan Indonesia.

Dalam forum tersebut, Presiden menyampaikan pidato kenegaraan sekaligus menyampaikan laporan mengenai pelaksanaan pemerintahan dan arah kebijakan negara.

Tahun ini, perhatian publik juga akan tertuju pada pidato Presiden Prabowo Subianto menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Forum tersebut menjadi salah satu momentum untuk melihat arah kebijakan pemerintah serta kondisi bangsa setelah satu tahun pemerintahan berjalan.

Puan pun meminta seluruh anggota DPR menempatkan agenda tersebut sebagai forum kenegaraan yang harus diikuti dengan penuh tanggung jawab.

Dengan demikian, evaluasi terhadap aksi joget tahun lalu bukan semata soal gerakan spontan anggota dewan, melainkan juga menyangkut bagaimana lembaga legislatif menjaga kepantasan, penghormatan terhadap forum kenegaraan, dan kepercayaan publik.

Kegembiraan menyambut kemerdekaan, kata Puan, tetap menjadi bagian dari suasana peringatan HUT RI. Namun, ekspresi tersebut harus disesuaikan dengan tempat, momentum, dan situasi agar tidak kembali menimbulkan polemik.

Sidang Tahunan MPR-DPR-DPD RI 2026 pun akan menjadi kesempatan bagi DPR untuk menunjukkan bahwa evaluasi tersebut benar-benar diterapkan, terutama dalam menjaga sikap para wakil rakyat selama mengikuti salah satu agenda kenegaraan paling penting setiap tahun.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.