TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Pemecah ombak yang berada di dekat muara Sungai Bogowonto wilayah Kalurahan Jangkaran, Kapanewon Temon, Kulon Progo dilaporkan mengalami kerusakan ringan akibat dihantam gelombang laut tinggi.
Area itu kini disterilkan dari aktivitas warga demi keamanan.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Sungai dan Pantai II, Balai Besar Wilayah Sungai Serayu-Opak (BBWSSO), Dicky Maulana menyampaikan kerusakan terjadi pada Selasa (11/08/2026) lalu.
"Tanggal 11 Agustus kemarin kami mendapat laporan terkait dampak dari gelombang laut tinggi pada pemecah ombak di sebelah barat Pantai Congot," kata Dicky pada Kamis (13/08/2026).
Pihaknya pun mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan.
Berdasarkan pemeriksaan, didapati ada kerusakan ringan di bagian ujung selatan pada pemecah ombak, berupa pergeseran dari tetrapod hingga 6 meter.
Tetrapod merupakan alat yang menjadi pemecah ombak.
Selain bergeser, Dicky menyampaikan tetrapod juga ambles akibat kuatnya terjangan gelombang laut, meski begitu kerusakan yang terjadi hanya 2 persen dari total tetrapod yang terpasang di pemecah ombak dengan panjang 306 meter itu.
"Secara fungsi masih sangat aman untuk mengendalikan muara Sungai Bogowonto dari sedimentasi, dan aliran air sungai bisa tetap ke laut," ujarnya.
Baca juga: Jembatan Nglinggan Resmi Dibuka, Kunjungan ke Pantai Trisik Kulon Progo Kembali Meningkat
Meski kerusakannya skala ringan, upaya perbaikan akan tetap dilakukan.
Dicky mengatakan pihaknya akan menata kembali tetrapod agar bisa kembali ke kondisi awal, namun untuk pelaksanaannya menunggu hasil identifikasi yang masih berjalan.
Apalagi potensi gelombang laut tinggi masih terus terjadi selama beberapa hari ke depan.
Itu sebabnya diperlukan penanganan yang tepat agar tetrapod yang rusak bisa berfungsi kembali.
"Sejauh ini kami masih melakukan upaya konservasi sambil melihat kondisi ke depan seperti apa," jelas Dicky.
Bhabinkamtibmas Jangkaran, Aiptu Dian Kusuma mengatakan laporan kerusakan pemecah ombak berasal dari warga yang biasa memancing di sana.
Pihaknya pun kini memasang garis polisi di kawasan tersebut agar steril dari aktivitas masyarakat demi keamanan.
Apalagi gelombang laut tinggi diprediksi masih terjadi selama beberapa hari ke depan.
Ia pun turut mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di area pesisir pantai selama beberapa hari ke depan.
"Bagi para pengunjung sebaiknya tidak bermain air laut dan nelayan diimbau untuk tidak melaut dulu sementara ini, sebab gelombang lautnya bisa sangat tinggi," kata Dian. (*)