Viral Pengolahan Sampah Mahasiswa KKN UMMI Dibongkar di Sukabumi, Padahal Baru Diresmikan Kades
Ravianto August 13, 2026 11:46 PM

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI -  Viral di media sosial, video pembongkaran fasilitas pengolahan sampah berbasis Rocket Stove karya mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) di Desa Mekartanjung, Kecamatan Curug Kembar, Kabupaten Sukabumi.

Fasilitas yang dibuat sebagai solusi pengelolaan sampah warga tersebut dibongkar pada Senin (10/8/2026), setelah muncul persoalan mengenai izin penggunaan dan status lahan tempat Rocket Stove dibangun.

Video proses pembongkaran tersebut kemudian beredar di media sosial pada Kamis (13/8/2026) dan menuai perhatian warga.

Dalam video yang beredar, terlihat fasilitas Rocket Stove yang sebelumnya dibangun mahasiswa dibongkar.

Ketua KKM UMMI Kelompok 11 Desa Mekar Tanjung, Muhammad Ihza Mahendra, buka suara mengenai persoalan tersebut.

Ihza mengatakan, fasilitas tersebut merupakan bagian dari program pengabdian mahasiswa KKN UMMI selama ditempatkan di Desa Mekartanjung.

Baca juga: Sebanyak 21 Karhutla Terjadi di Sukabumi, Luas Lahan Terbakar Capai 30 Hektare

"Kami adalah tim mahasiswa KKN dari Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMI) yang ditempatkan di Desa Mekartanjung. Selama masa pengabdian, kami berinisiatif membangun fasilitas pengelolaan sampah berupa Rocket Stove," ujar Ihza.

Menurutnya, sebelum pembangunan dilakukan, mahasiswa telah berkoordinasi dengan pemerintah desa terkait perizinan dan penggunaan lokasi.

"Sebelum proses pembangunan dimulai, kami tentu mengurus perizinan terlebih dahulu dan berkoordinasi langsung dengan pihak pemerintah desa. Lahan yang kami gunakan terletak di pinggir sungai," katanya.

Ihza menjelaskan, pihaknya juga telah berkoordinasi mengenai lahan yang berada di sekitar lokasi pembangunan. Menurut dia, pemerintah desa bersama mahasiswa telah menghubungi pemilik tanah yang saat itu berada di Arab Saudi.

"Memang untuk area lahan di sekitarnya ada pemiliknya, namun pemilik tanah tersebut saat ini sedang berada di Saudi Arabia. Pihak desa bersama kami sudah berkoordinasi langsung via telepon dengan pemilik tanah, dan beliau telah memberikan izin," ungkapnya.

Ia menambahkan, pemilik lahan tersebut disebut tidak pernah meminta agar fasilitas tersebut dibongkar.

"Beliau sama sekali tidak pernah melarang ataupun menyuruh tempat tersebut dihancurkan," katanya.

Pembangunan fasilitas pengelolaan sampah itu, lanjut Ihza, dimulai pada 28 Juli 2026. Setelah selesai, fasilitas tersebut kemudian diresmikan bersama kepala desa pada 8 Agustus 2026.

Namun, dua hari setelah peresmian, fasilitas tersebut justru dibongkar.

"Setelah semuanya selesai, kami menggelar peresmian bersama Kepala Desa pada tanggal 8 Agustus. Namun, tepat dua hari setelah peresmian, yaitu pada hari Senin, 10 Agustus, kejadian yang sangat kami sayangkan terjadi," ujarnya.

Ihza menyebut, pembongkaran dilakukan saat mahasiswa KKN tidak berada di lokasi. Pihaknya mengetahui kejadian tersebut setelah mendapat laporan dari warga.

"Seseorang tiba-tiba menghancurkan bangunan Rocket Stove tersebut secara sepihak tanpa bisa menunjukkan bukti kepemilikan tanah. Saat pembongkaran berlangsung, kami tidak ada di lokasi dan baru mengetahuinya setelah menerima laporan dari warga setempat," katanya.

Menurut Ihza, kejadian tersebut membuat mahasiswa KKN merasa kecewa karena fasilitas yang dibangun melalui program pengabdian mereka dirusak.

"Yang membuat kami makin kecewa, oknum tersebut bahkan sengaja merekam aksi pengrusakan itu dan mengunggah videonya ke Facebook. Tentu ada rasa sedih dan kecewa melihat hasil kerja keras pengabdian kami diperlakukan seperti itu oleh oknum yang tidak bertanggung jawab," ungkapnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.