TRIBUN-TIMUR.COM - Beredar nama-nama mahasiwa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin (Unhas) yang mengalami kecelakaan di Kabupaten Bantaeng, Kamis (13/8/2026).
Rombongan mahasiswa KKN menggunakan mobil pikap DD 8999 FO menuju Posko Kayu Loe.
Mereka baru mengikuti kegiatan penutupan dirangkaikan penghijauan serentak di kawasan Pinus Rombeng, Desa Bonto Lojong.
Mobil ditumpangi mengalami kecelakaan tunggal saat melintas di wilayah perbatasan Desa Bonto Lojong dan Desa Kayu Loe sekitar pukul 14.00 Wita.
Informasi dihimpun Tribun, mahasiswa yang mengalami kecelakaan ialah Dea, Inna, Geofannie, Sasa, M.Fadran, M Roy, Farhan, Arif, Intang, Fais, Nadia, Rila.
Kasat Lantas Polres Bantaeng, Iptu Muhammad Irdham, membenarkan kecelakaan rombongan KKN Unhas.
Baca juga: Kronologi Mobil 12 Mahasiswa KKN Unhas Terguling di Bantaeng, Ditolong Putri Eks Gubernur
Kepala Subdirektorat Hubungan Masyarakat dan Dokumentasi Unhas, Ishaq Rahman, mengatakan kendaraan ditumpangi 12 mahasiswa KKN dikabarkan mengalami rem blong.
Akibatnya mobil yang ditumpangi mahasiswa KKN terguling.
Para mahasiswa telah dievakuasi menuju rumah warga yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Koordinator Dosen Pendamping Kegiatan (DPK) KKN Kabupaten Bantaeng, Putri F Nurdin, kebetulan berada tidak jauh dari lokasi kejadian.
Begitu mendapat informasi, Putri segera menuju lokasi dan menghubungi Public Safety Center (PSC).
"Dalam waktu sekitar 10 menit, Tim Medis dari PSC Cabang Loka tiba di lokasi dan memberikan penanganan awal sambil menunggu ambulance," kata putra Nurdin Abdullah mantan Gubernur Sulsel periode 2018-2021 itu.
Selanjutnya, seluruh mahasiswa dibawa ke RS Anwar Makkatutu, Bantaeng, untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis di Unit Gawat Darurat (UGD).
Kondisi mahasiswa berangsur membaik.
Dari 12 mahasiswa yang menjalani perawatan, lima orang dilaporkan sehat dan dalam kondisi stabil, sedangkan empat mahasiswa mengalami cedera ringan.
Tiga mahasiswa lainnya menjalani observasi lebih lanjut, termasuk pemeriksaan menggunakan X-ray untuk memastikan kondisi cedera yang dialami.
Dua mahasiswa mengalami keseleo pada bagian kaki, sementara seorang mahasiswa terindikasi mengalami fraktur pada bagian paha.
Sebanyak 10 mahasiswa telah diperbolehkan meninggalkan rumah sakit setelah kondisi mereka dinilai cukup baik oleh tenaga medis.