TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Seunit mobil pikap yang mengangkut mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin (Unhas) kecelakaan di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, Kamis (13/8/2026).
Mobil bak terbuka nahas itu memuat 12 mahasiswa KKN Unhas, Gelombang 116. Mereka ditolong Putri Fatimah Nurdin putri Nurdin Abdullah mantan Gubernur Sulsel periode 2018-2021 dan mantan Bupati Bantaeng periode 2008-2018.
Mobil Kamis APV hitam berplat DD 8999 FO, mengalami kecelakaan tunggal diduga karena rem blong.
Untuk menghentikan laju kendaraan, pengemudi diduga membenturkan mobil ke pohon di pinggir jalan.
Mobil pun terbalik dan berguling ke sisi jalan yang sedikit curam.
Peristiwa itu terjadi di perbatasan Desa Bonto Lojong dan Desa Kayu Loe, Bantaeng, sekitar pukul 14.00 WITA.
Lokasi kecelakaan tersebut berjarak sekitar 37,6 kilometer atau dengan waktu tempuh satu jam dari ibu kota Kabupaten Bantaeng.
Kepala Subdirektorat Hubungan Masyarakat dan Dokumentasi Unhas, Ishaq Rahman, membenarkan adanya peristiwa tersebut.
Baca juga: 12 Mahasiswa KKN Unhas Kecelakaan di Bantaeng
Pada kesempatan itu, Ishaq meluruskan informasi mengenai kondisi mahasiswa yang sempat beredar di media sosial.
Menurutnya, sebelum kecelakaan terjadi, para mahasiswa KKN Unhas Gelombang 116 di Bantaeng mengikuti kegiatan penutupan KKN yang dirangkaikan dengan penghijauan serentak.
Kegiatan tersebut berlangsung di kawasan Pinus Rombeng, Desa Bonto Lojong.
Setelah kegiatan selesai, mahasiswa kemudian kembali menuju posko masing-masing.
"Rombongan mahasiswa KKN Unhas Gelombang 116 yang berposko di Desa Kayu Loe, Kabupaten Bantaeng, mengalami kecelakaan tunggal yang cukup serius pada Kamis, 13 Agustus 2026, sekitar pukul 14.00 WITA,” ujar Ishaq kepada wartawan.
Ia mengatakan informasi mengenai kecelakaan tersebut sempat muncul dengan berbagai versi di media sosial.
Karena itu, pihak kampus memberikan penjelasan agar informasi yang diterima masyarakat tidak simpang siur.
Lebih lanjut dijelaskan Ishaq, mketerangan pengemudi, kecelakaan bermula ketika sistem pengereman kendaraan mengalami masalah.
Mobil pick up tersebut membawa 12 mahasiswa dari Posko Kayu Loe.
Saat kendaraan mengalami rem blong, pengemudi berusaha mengambil tindakan untuk menghentikan laju kendaraan.
"Menurut informasi pengemudi, mobil alami rem blong. Sebagai upaya menghentikan laju kendaraan, pengemudi sengaja membenturkan mobil ke pohon di pinggir jalan," ungkapnya.
Benturan tersebut membuat kendaraan kehilangan keseimbangan hingga terbalik dan berguling ke sisi jalan yang lebih rendah.
"Akibatnya, mobil terbalik dan berguling ke sisi jalan yang lebih rendah. Peristiwa ini terjadi di perbatasan Desa Bonto Lojong dan Desa Kayu Loe," sebutnya.
Sesaat setelah kejadian, para mahasiswa yang menjadi korban langsung dievakuasi ke rumah warga di sekitar lokasi.
Koordinator Dosen Pendamping Kegiatan (DPK) KKN Kabupaten Bantaeng, Putri F Nurdin, kebetulan berada tidak jauh dari lokasi kejadian.
Begitu mendapat informasi, Putri segera menuju lokasi dan menghubungi Public Safety Center (PSC).
"Dalam waktu sekitar 10 menit, Tim Medis dari PSC Cabang Loka tiba di lokasi dan memberikan penanganan awal sambil menunggu ambulance," kata putri Nurdin Abdullah mantan Gubernur Sulsel periode 2018-2021 itu.
Selanjutnya, seluruh mahasiswa dibawa ke RS Anwar Makkatutu, Bantaeng, untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis di Unit Gawat Darurat (UGD).
Pihak kampus memastikan kondisi para mahasiswa secara umum terus membaik setelah mendapat penanganan medis.
Dari 12 mahasiswa yang dibawa ke rumah sakit, lima orang dikabarkan dalam kondisi sehat dan stabil.
Empat mahasiswa lainnya mengalami cedera ringan.
Sementara, tiga mahasiswa harus menjalani observasi lebih lanjut, termasuk pemeriksaan menggunakan X-ray.
Hasil pemeriksaan menunjukkan dua mahasiswa mengalami keseleo pada kaki.
Sedangkan satu mahasiswa terindikasi mengalami fraktur pada bagian paha.
Perkembangan terbaru disampaikan pada Kamis malam sekitar pukul 21.45 WITA.
Putri yang sejak siang terus mendampingi para mahasiswa di rumah sakit mengabarkan bahwa 10 mahasiswa telah diperbolehkan pulang.
Sementara dua mahasiswa lainnya sebenarnya juga telah mendapat izin untuk meninggalkan rumah sakit.
Namun, Putri memilih meminta agar keduanya tetap beristirahat di rumah sakit karena saat itu sedang tertidur.
Keduanya rencananya akan dijemput dan dibawa kembali ke Makassar pada Jumat (14/8/2026).
Kecelakaan tersebut terjadi ketika rangkaian KKN Unhas Gelombang 116 telah memasuki tahap akhir.
Kegiatan penutupan dan penarikan mahasiswa dari berbagai lokasi berlangsung secara bertahap mulai Rabu (12/8/2026) hingga Sabtu (15/8/2026).
Khusus Kabupaten Bantaeng, proses penarikan mahasiswa dijadwalkan berlangsung pada Jumat (14/8/2026).
Penarikan pada tanggal tersebut juga dilakukan untuk mahasiswa KKN Unhas yang berada di sejumlah daerah lainnya, yakni Pinrang, Gowa, Maros, Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur, dan Toraja Utara.(*)