SURYA.CO.ID, LUMAJANG - Pemerintah Kabupaten Lumajang resmi mengucurkan Bantuan Langsung Tunai dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau guna memperkuat daya beli masyarakat pekerja.
Langkah nyata ini dihadirkan untuk memberikan angin segar bagi perekonomian keluarga para buruh di tengah himpitan kebutuhan hidup yang kian mendesak.
Penyerahan bantuan tunai secara langsung di lokasi kerja menjadi bukti kepedulian pemerintah daerah terhadap pahlawan ekonomi daerah.
Selain menyuntikkan bantuan finansial, kehadiran pimpinan daerah juga membakar semangat para pekerja untuk terus berkarya.
Baca juga: Pasar Murah Lumajang Diserbu Warga, Rela Antre 2 Jam Demi Beras dan Minyakita
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang, Jawa Timur mulai menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) terhadap buruh pabrik rokok.
Penyaluran bantuan sosial (Bansos) yang dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) dilakukan langsung Bupati Lumajang Indah Amperawati kepada 150 buruh pabrik rokok PT Tiara Cemerlang Abadi di Desa Kunir Kidul, Kecamatan Kunir, (13/8/2026).
Masing penerima manfaat itu, dapat bantuan uang tunai sebesar Rp 600 ribu.
"Bantuan ini mungkin sederhana, tetapi kami berharap manfaatnya bisa dirasakan secara nyata oleh keluarga para buruh. Semoga dapat membantu meringankan beban ekonomi rumah tangga, meningkatkan daya beli, memenuhi kebutuhan pokok, sekaligus menjaga produktivitas dan motivasi kerja,” ujar Bupati Lumajang yang akrab disapa Bunda Indah ini.
Baca juga: 2.600 Buruh Tembakau dan Pabrik Rokok di Sumenep Terima BLT DBHCHT Rp900 Ribu
Menurutnya, hal ini sebagai wujud kehadiran pemerintah terhadap para buruh tembakau, meskipun sebetulnya bantuan ini tidak menyelesaikan masalah ekonomi mereka.
“Bantuan ini mungkin tidak menyelesaikan seluruh persoalan, tetapi kami berharap dapat menjadi bukti bahwa pemerintah hadir, peduli, dan berusaha berjalan bersama masyarakat,” kata Indah.
Oleh karena itu, Indah meminta para penerima manfaat dapat membelanjakan bansos ini secara bijak dan mengunakannya sesuai kebutuhan keluarga.
Indah menilai para buruh tidak hanya menjadi penerima manfaat program, tapi dapat mengambil peran dalam menggerakkan aktivitas perekonomian daerah melalui pekerjaannya di sektor industri hasil tembakau.
“Harapan kami tentu tidak berhenti sampai pada penyaluran bantuan hari ini. Kami berharap ke depan kesejahteraan para pekerja dan keluarganya semakin meningkat,” tuturnya.