TRIBUNMANADO.CO.ID - Tragedi maut ajang Drag Race dan Drag Bike di Kelurahan Upai, Kotamobagu, tidak hanya menyisakan persoalan hukum, tetapi juga menyisakan pertanyaan besar tentang perlindungan terhadap para pembalap.
Sorotan itu disampaikan kuasa hukum orang tua Tian Ngantung, Michael Dotulong, SH, MH dalam konferensi pers di Hotel Quality Manado, Kamis (13/8/2026).
Michael mengatakan, Tian dalam peristiwa tersebut bukan hanya ditempatkan sebagai pembalap yang harus dimintai pertanggungjawaban.
Baca juga: Sosok AP Mokoginta, PM Kerajaan Bolaang Mongondow: Dekat dengan Rakyat, Mendukung Gerakan Nasionalis
Tian juga merupakan salah satu pihak yang mengalami langsung dampak kecelakaan.
“Klien kami mengalami kecelakaan, mengalami luka dan saat ini masih menjalani perawatan,” kata Michael.
Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi perhatian dalam melihat persoalan secara utuh.
Ia meminta aparat penegak hukum tidak melihat Tian semata-mata sebagai pihak yang harus dicari kesalahannya.
“Dalam posisi seperti ini, kami merasa penting agar publik dan aparat penegak hukum tidak melihat Tian semata-mata sebagai orang yang harus dicari kesalahannya, tetapi juga melihat bahwa dia merupakan pihak yang mengalami dampak langsung, pihak yang dirugikan juga dari peristiwa tersebut,” ujarnya.
Michael kemudian menyoroti tanggung jawab penyelenggara dalam memastikan keselamatan seluruh pihak yang terlibat dalam perlombaan.
Menurut dia, pembalap datang ke lintasan untuk bertanding berdasarkan aturan yang telah ditetapkan penyelenggara.
Karena itu, aspek keselamatan tidak bisa hanya dibebankan kepada pembalap.
“Keselamatan bukan semata-mata persoalan kemampuan pembalap. Penyelenggara harus memastikan kegiatan dapat berlangsung dengan memperhatikan keselamatan peserta, petugas maupun masyarakat atau penonton,” tegasnya.
Ia meminta penyidik mengungkap apakah seluruh standar keselamatan benar-benar telah dipenuhi sebelum perlombaan dimulai.
Mulai dari kondisi lintasan, pembatas, posisi penonton, sistem pengamanan, petugas perlombaan hingga prosedur menghadapi risiko kecelakaan.
Michael juga meminta seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan diperiksa sesuai tugas dan kewenangannya.
Termasuk panitia, pihak yang bertanggung jawab terhadap lintasan dan keselamatan, Racing Committee (RC), Organizing Committee (OC), petugas serta pengawas perlombaan.
“Jangan hanya melihat pembalap. Semua pihak yang mempunyai kewenangan dan tanggung jawab dalam penyelenggaraan serta keselamatan perlombaan harus diperiksa sesuai peran masing-masing,” katanya.
Michael menilai, langkah tersebut penting agar proses hukum terhadap tragedi Upai tidak hanya menemukan siapa yang dianggap bersalah, tetapi juga mengungkap apakah ada persoalan dalam sistem penyelenggaraan yang ikut berkontribusi terhadap terjadinya kecelakaan.
Ia pun berharap proses penyidikan dapat dilakukan secara menyeluruh dan objektif, termasuk melihat posisi Tian sebagai korban yang sampai saat ini masih menjalani perawatan (Ren)
-
WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini