BOLASPORT.COM - Mantan petenis nomor satu asal Amerika Serikat, Andy Roddick, membeberkan kekuatan terbesar dari Alex Eala.
Andy Roddick menyebut kekuatan Alex Eala terletak dari bagaimana dia mampu menghukum lawan yang tidak mengembalikan servisnya dengan setengah-setengah.
Kemampuan ini menutupi servisnya yang tidak masuk dalam kategori kencang.
"Kekuatan Eala terletak pada kemampuannya menyerang bola berikutnya jika pengembalian servis Anda tidak bagus," ucap Andy Roddick dalam Q&Andy, dilansir dari Tennis Temple.
"Tidak semua orang bisa melakukan servis pelan namun tetap aman dari serangan lawan."
Servis pertama dari Alex Eala tercatat berkisar antara 145 hingga 153 kilometer per jam, walau sesekali melampaui 161 kpj.
Sementara kecepatan servis keduanya cenderung turun signifikan, yaitu sekitar 121 kpj dalam kesempatan yang bisa berujung double fault.
Soal kesulitan menghadapi servis pelan dari lawan, Roddick membeberkan pengalamannya.
Menurutnya, seorang petenis tidak perlu memburu kecepatan kalau dia tahu letak kelemahan dari lawannya.
"Sebagai contoh, saat saya bertanding melawan Mardy (Fish), dia melakukan sedikit servis potong dengan kecepatan 81 mil/jam (130 km/jam)."
"Dia tahu saya tidak bisa benar-benar menyerang bola di sisi backhand, bukan?"
"Jadi dia tidak perlu mencari kecepatan lebih tinggi."
"Itulah perbedaannya, melawan Eala, tidak cukup hanya servis dengan baik atau hanya memasukkan bolanya."
"Jika Anda tidak menyulitkannya lewat pengembalian servis, dia bisa langsung menyerang pada pukulan berikutnya," tutup pemenang gelar juara US Open itu.
Selanjutnya, Eala akan mengadu peruntungannya dalam Cincinnati Open 2026 pada 13-23 Agustus di Ohio, Amerika Serikat.
Wakil Filipina itu akan tampil sebagai pemain unggulan ke-17 dalam turnamen bertaraf WTA 1000.