ICE AS Anggarkan 20 Juta Dolar untuk Sarung Tangan Setrum, Klaim Utamakan Keselamatan
Whiesa Daniswara August 14, 2026 04:16 AM

TRIBUNNEWS.COM - Badan Imigrasi dan Bea Cukai Amerika Serikat (ICE) berencana membeli sarung tangan yang dapat memberikan sengatan listrik.

Nilai pengadaan tersebut mencapai 20 juta dolar AS.

Rencana pembelian ini muncul di tengah meningkatnya operasi penegakan imigrasi pemerintahan Presiden AS Donald Trump.

BBC melaporkan, perangkat itu bernama CT-G5 GLOVE atau Generated Low Output Voltage Emitter.

Sarung tangan tersebut dapat memberikan sengatan listrik ketika menyentuh kulit seseorang.

Perangkat ini mampu menghasilkan tegangan hingga 380 volt dan memberikan hingga 30 denyutan listrik per detik.

DHS menyebut GLOVE sebagai alat untuk "pengalihan perhatian dan de-eskalasi".

Perangkat tersebut akan digunakan oleh petugas Enforcement and Removal Operations (ERO) dan Homeland Security Investigations (HSI).

ERO bertugas menangkap, menahan, dan mendeportasi orang yang melanggar aturan imigrasi AS.

Sementara HSI menangani berbagai kasus, termasuk kejahatan transnasional.

Baca juga: ICE Setop Pemeriksaan Kendaraan usai 2 Penembakan Fatal di AS, Ternyata Korban Bukan Target Operasi

Kelompok HAM Soroti Rencana ICE

Rencana pembelian sarung tangan tersebut mendapat sorotan dari kelompok hak sipil di Amerika Serikat.

Al Jazeera melaporkan, kelompok hak asasi manusia memperingatkan penggunaan perangkat tersebut di tengah meningkatnya kritik terhadap operasi ICE.

American Civil Liberties Union (ACLU) mengatakan pemberian alat yang dapat digunakan untuk memberikan rasa sakit kepada petugas imigrasi dapat meningkatkan risiko kerugian dan mengurangi akuntabilitas.

Jenn Rolnick Borchetta, wakil direktur bidang kepolisian ACLU, mengatakan ICE selama setahun terakhir mendapat sorotan terkait penggunaan kekerasan.

"ICE menghabiskan tahun lalu untuk menunjukkan kepada negara ini bahwa mereka bersedia mengabaikan hukum dan terlalu cepat menggunakan kekerasan, dengan konsekuensi yang menghancurkan dan terkadang fatal bagi warga negara maupun bukan warga negara," kata Borchetta, seperti dikutip BBC.

Borchetta juga menyoroti cara penggunaan perangkat tersebut.

Menurutnya, petugas dapat memberikan sengatan listrik dengan tangan hanya dengan menekan sebuah tombol kecil.

"Memberikan agen imigrasi sarana tersembunyi untuk memberikan penderitaan yang mengerikan adalah resep untuk lebih banyak kerugian bagi masyarakat dan kurangnya akuntabilitas," ujarnya.

Cara Kerja GLOVE

Menurut BBC, GLOVE diaktifkan dengan menekan sebuah tombol untuk memberikan sengatan listrik.

Perangkat tersebut harus menyentuh kulit seseorang agar sengatan listrik dapat diberikan.

Berbeda dengan taser, GLOVE tidak menggunakan proyektil yang menancap pada tubuh.

Produsen perangkat, Compliant Technologies, mengatakan GLOVE digunakan untuk mengalihkan perhatian seseorang melalui denyutan listrik.

Perusahaan tersebut juga menyatakan perangkat itu tidak menyebabkan cedera.

Namun, buku panduan pengguna menyarankan agar perangkat tidak digunakan terhadap lansia, anak kecil, perempuan hamil, dan penyandang disabilitas berat.

Petugas tambahan juga disarankan hadir untuk membantu menahan seseorang ketika sarung tangan digunakan.

Petugas harus mendapatkan pelatihan untuk menggunakan perangkat tersebut dan melakukan sertifikasi ulang setiap dua tahun, menurut keterangan perusahaan.

DHS Klaim Perangkat untuk Keamanan

Baca juga: Agen ICE Penembak Warga Venezuela Ditangkap setelah Diduga Berbohong, Peluru Tembus Kamar Anak

DHS membela rencana pengadaan tersebut sebagai bagian dari perlengkapan yang dibutuhkan petugas di lapangan.

Dalam keterangannya kepada BBC, DHS mengatakan ICE terus mengevaluasi kebutuhan petugas untuk memastikan mereka memiliki alat yang diperlukan saat menjalankan tugas.

"ICE terus-menerus menilai kebutuhan petugas kami di lapangan untuk memastikan mereka memiliki alat dan perlengkapan yang diperlukan untuk menangkap dan mendeportasi imigran ilegal kriminal dari negara kita dengan aman," kata DHS.

DHS juga mengatakan petugas ICE mendapat pelatihan de-eskalasi dan pelatihan penggunaan kekuatan secara berkelanjutan.

Sementara itu, Al Jazeera melaporkan DHS memperkirakan pengadaan GLOVE membutuhkan anggaran antara 10 juta hingga 20 juta dolar AS hingga akhir Maret 2027.

Pengadaan tersebut disebut akan menjadi salah satu pembelian terbesar Compliant Technologies untuk perangkat GLOVE.

Kontrak pembelian tercatat sebagai pengadaan tanpa tender dan dapat diterbitkan paling cepat pada Jumat.

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.